Ketertarikan Juventus Terhadap Gelandang Arsenal, Aaron Ramsey

Juventus dikabarkan memiliki ketertarikan dan minat terhadap jasa dari gelandang Arsenal, Aaron Ramsey. Juventus juga dikabarkan sudah menyiapkan gaji yang besar untuk bisa mendapatkan dan meminang pemain Internasional asal Wales tersebut.

Kabar soal masa depan Aaron Ramsey tersebut sudah beredar sejak tahun lalu. Sang pemain kini dikabarkan tidak memiliki niat untuk menambahkan masa kerjanya di London Utara yang akan berakhir pada bulan Musim panas tahun depan.

Juventus dikabarkan memiliki ketertarikan dan minat terhadap jasa dari gelandang Arsenal, Aaron Ramsey

Tetapi setelah proses negosiasi yang sudah dilakukan berlarut-larut, Arsenal dipastikan tidak ingin memperpanjang kontrak dari Aaron Ramsey. Dengan demikian sang pemain tersebut akan meninggalkan Emirates Stadium di musim panas nanti sebagai pemain dengan status gratisan.

Dilansir oleh media The Sun, Juventus terlihat sangat memiliki ambisi untuk bisa mendapatkan tanda tangan dari Ramsey secara gratus dibursa musim panas tahun depan nantinya. Juventus dikabarkan bersedia akan memberikan gaji kepada Ramsey sebesar 11.7 Juta Euro atau sebesar 10.4 Juta Pounds atau hampir mencapar Rp. 200 Milliar untuk /musimnya.

Saat di Juventus nanti, Ramsey akan mendapatkan kontrak selama empat musim lamanya dengan menerima gaji mencapai 200 ribu pounds /pekan. Ramsey sendiri masih bisa melakukan negosiasi dengan klub luar asal Inggris pada bulan Januari mendatang.

Ternyata selain Juventus, Ramsey dikabarkan juga sedang menjadi incaran dari klub raksasa asal Bundesliga, Bayern Munchen. Perwakilan dari Bayern sudah melakukan pemantauan terhadap aksi Ramsey dalam ajang laga UEFA kontra Denmark.

Bayern Munchen diklaim memiliki rasa percaya diri untuk bisa mengamankan Ramsey. Walaupun demikian, tawaran gaji yang besar dari Juventus bisa membuat pria berumur 27 tahun itu lebih memilih untuk bermain di Turin.

Permohonan Maaf Gonzalo Higuain Soal Kartu Merah Yang Didapatnya Saat Laga AC Milan Kontra Juventus

Striker asal AC Milan, Gonzalo Higuain akhirnya menyadari bahwa tindakan yang dia lakukan saat laga Juventus merupakan sebuah hal yang salah. Dirinya meminta maaf karena terbawa emosi dan dengan emosinya tersebut membuat dirinya mendapatkan kartu merah.

Dua menit setelah gol yang dicetak Ronaldo, Gonzalo Higuain melakukan sebuah tindakan yang tidak terpuji. Dirinya mendapatkan kartu merah setelah melakukan protes yang berlebihan terhadap wasit muda, Paolo Mazzoleni, yang sebelumnya sudah memberikan sebuah kartu kuning kepadanya.

Striker asal AC Milan, Gonzalo Higuain akhirnya menyadari bahwa tindakan yang dia lakukan saat laga Juventus merupakan sebuah hal yang salah

Higuain mengaku jika dirinya berada dalam kondisi yang sangat emosional saat harus mendapatkan kartu kuning. Higuain mengakui bahwa dirinya bukan sebuah robot yang bisa menahan emosi pada laga panas tersebut kontra Juventus yang juga merupakan eks klubnya. Higuain pun melakukan permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi.

Tindakan yang dilakukan oleh Higuain termasuk tindakkan yang merugikan AC Milan karena dirinya harus absen pada laga Milan dipekan depan. Bahkan dirinya juga terancan akan mendapatkan sebuah sanksi tambahan dan akan absen lebih lama lagi oleh karena itu dirinya melakukan permintaan maaf.

Dikutip dari berdasarkan laporan Sky Sports Italia, Higuain mengatakan, “Saya harus meminta maaf atas apa yang sudah saya perbuat kepada rekan satu tim, pelatih dan semua para fans serta wasit juga. Reaksi saya seperti ini harusnya tidak saya lakukan jadi dengan demikian saya minta maaf kepada rekan satu tim, pelatih, para fans dan wasit”.

“Kartu kuning yang saya dapat adalah keputusan yang tepat. Saya meminta maaf soal reaksi saya dan saya akan tanggung jawab akan hal tersebut. Saat kita bermain dengan eks klub kita, sudah jelas akan terasa berbeda”,

“Saya bertanggung jawab akan hal tersebut. Hal tersebut memanglah tidak boleh terjadi tetapi pada laga tersebut kami harus kalah dan kami bukanlah sebuah robot. Kami manusia dan kami pasti memiliki emosi”, tegas Higuain.

Higuain sadar bahwa apa yang telah dia lakukan adalah sebuah tindakan dan perbuatan yang salah. Oleh karena itu dirinya berharap apa yang dilakukan sebelumnya tidak dicontoh oleh mereka. Higuain juga berjanji akan lebih mengontrol emosinya pada laga berikutnya.

Pujian Tite Terhadap Vinicius Junior

Pelatih asal Timnas Brasil, Tite memberikan pujian kepada striker muda asal Real Madrid, Vinicius Junior. Namun Tite sendiri masih belum berminat untuk memberikan kesempatan tersebut kepada VInicius untuk melakukan Debut pada timnas Senior Brasil dalam waktu dekat ini.

Pemain muda berumur 18 tahun ini dibeli oleh Real Madrid seharga 46 Juta Euri pada tahun 2017. Vinicius baru bisa bergabung dengan Real Madrid pada musim panas lalu. Vinicius juga sudah beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain pada tim utama Real Madrid.

Pelatih asal Timnas Brasil, Tite memberikan pujian kepada striker muda asal Real Madrid, Vinicius Junior

Dengan kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus membuat Vinicius bisa mendapatkan kesempatan bermain pada tim utama Real Madrid. Vinicius yang juga eks pemain dari Flamengo ini bahkan sudah berhasil menyumbangkan satu buah goal untuk Real Madrid saat laga kontra Real Valladolid dengan skor akhir 2 – 0.

Namun banyak anggapan bahwa gol tersebut mungkin adalah sebuah gol bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu pemain dari Valladolid. Walau sudah bermain beberapa kali di tim utama Real Madrid, Tite beranggapan bahwa Vinicius masih belum siap untuk bisa bermain di timnas Brasil senior.

Dilansir oleh media dari Tribal Football, Tite mengujarkan, “Saya berpikir mengenai ajang Piala Dunia. tetapi hal tersebut merupakan hal yang sulit untuknya karena mengingat dirinya meninggalkan Flamengo saat itu. Mereka adalah klub yang mengembangkan dan dirinya harus melalui fase adaptasi di Real Madrid terlebih dulu”.

“Dirinya masih belum memiliki watak kedewasaan yang merupakan syarat yang diperlukan untuk menjadi lebih baik saat harus mengambil sebuah keputusan. Dirinya adalah pemain yang sangat bertalenta terutama dalam hal membaca situasi satu lawan satu, tetapi dirinya hanya kurang dalam pengambilan keputusan saja. Saya pikir Vinicius adalah pemain yang individualistis tetapi walaupun begitu dirnya mampu mengetahui cara mendengarkan orang-orang yang ada disekitarnya”, tutup Tite.

Maradona Tak Cukup Yakin Dengan Karir Solari Di Madrid

Diego Maradona pesimis dengan karir yang dijalani Santiago Solari sebagai manajer Real madrid.

Solari memang baru saja diresmikan sebagai pelatih tetap Real Madrid selama 18 bulan ke depan pada hari Selasa kemarin. Keputusan mengangkat Solari sebagai pelatih tetap tak lepas dari raihan positif yang berhasil ia raih dalam empat pertandingan berstatus sebagai pelatih sementara Madrid menggantikan Julen Lopetegui.

Legenda Argentina tersebut kemudian membandingkan situasi dari Solari dengan pelatih tim nasional Argentina saat ini, Lionel Scaloni yang dipercaya sebagai pengganti dari pelatih sebelumnya, Jorge Sampaoli.

“Saya bisa katakan bahwa pemilihan keduanya tidak mendapatkan banyak dukungan dari elemen kedua tim tersebut,” ucap Maradona.

“Hanya saja, keputusan tersebut tentu mendapatkan dukungan dari petinggi federasi Argentina dan presiden Real Madrid. Namun saya tidak terlalu yakin bahwa keduanya akan awet bersama tim masing-masing. Semua pelatih memiliki masa edar dan saya kira mereka tidak akan memiliki waktu yang terlalu lama,” tembahnya.

Penunjukkan Solari ini tentu juga dibarengi oleh harapan dari Real Madrid agar pelatih barunya ini mampu mengikuti jejak Zinedine Zidane yang sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Champions untuk Los Blancos usai diangkat sebagai pelatih Real Madrid dari tim Castilla.

Maradona yang sempat menangani tim nasional Argentina saat ini berstatus sebagai pelatih klub Meksiko, Dorados di divisi dua. Ia mengaku bahwa dirinya akan sangat menikmati jika dirinya diberi kesempatan untuk melatih klub seperti Real Madrid.

“Saya tentu akan sangat menikmatinya. Saya memiliki pundak yang besar untuk menanggung semua tanggung jawab sebagai pelatih Madrid. Namun, kadang tak semua hal dapat berjalan seperti itu. Saat ini saya bersama dengan Dorados dan saya senang dengan karir yang saya miliki untuk saat ini,” tutup mantan pemain yang sangat terkenal dengan gol tangan tuhannya tersebut.

Fokus Dengan Pemain Akademi, Emery Tak Berpikir Rekrut Penyerang di Januari

Manajer Arsenal, Unai Emery mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak berpikir membutuhkan penyerang anyar di dalam timnya di bursa transfer bulan Januari nanti. Untuk itu, ia menegaskan tidak akan berupaya untuk merekrut penyerang di musim dingin ini.

Saat ini lini depan Arsenal sejatinya kekurangan pemain. Hal ini tak lepas dari cedera parah yang harus dialami oleh salah satu penyerang The Gunners yakni Danny Welbeck kala dirinya tampil di ajang Europa League untuk mmeperkuat Arsenal melawan Sporting CP tengah pekan lalu.

Melihat kondisi cedera yang dialami oleh Welbeck, penyerang berpaspor Inggris tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan setidaknya hingga tiga bulan ke depan. Hal ini langsung memunculkan rumor bahwa Arsenal akan merekrut seorang penyerang baru di bursa transfer musim dingin nanti.

Mengenai rumor tersebut, Emery memberikan tanggapan dirinya. Mantan pelatih Sevilla itu mengatakan bahwa ia sama sekali tidak memiliki rencana membeli penyerang baru untuk timnya di paruh kedua nanti. Ia menegaskan bahwa ia lebih fokus untuk memaksimalkan pemain-pemain yang sudah ada untuk mengisi posisi kosong yang ditinggalkan oleh Welbeck selama menjalani masa pemullihan.

“Saya kira saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas mengenai pemain yang akan direkrut pada bursa transfer Januari nanti. Fokus utama kami adalah mencari pemain yang cocok untuk menggantikan posisi dari Welbeck di tim internal kami,” ucap Emery.

“Di Tim U-23 kami memiliki seorang pemain yang saya kira layak untuk menggantikan posisi dari Welbeck. Pemain yang saya maksud adalah Eddie Nketiah. Ia bermain sangat baik saat ini dan saya kira ia memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa tampil bersama dengan skuat utama kami musim ini,” tutupnya.

Dortmund Menangi Laga Klasik Lawan Bayern

Laga klasik di ajang Bundesliga yang mempertemukan Borussia Dortmund dan Bayern Munich di Westfalen Stadium berlangsung sengit dengan menghadirkan lima gol.

Tuan rumah Dortmund berhasil mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri setelah sempat tertinggal dua kali dari Bayern. Tambahan tiga angka ini semakin memperkokoh posisi Dortmund di puncak klasemen sementara Liga Jerman.

Saat ini Dortmund menggengam keunggulan empat poin dari peringkat kedua Borussia Monchengladbach dan menjauh dari kejaran Bayern Munich yang berada di posisi ketiga dengan selisih tujuh poin. Kekalahan dari Dortmund merupakan yang ketiga kalinya bagi Bayern di 11 laga awal Bundesliga musim ini.

Bayern berhasil memecah kebuntuan di menit ke-26 setelah penyerang andalan mereka, Robert Lewandowski sukses menyambut umpan silang serge Gnabry dengan tandukan sempurna yang menjebol gawang Dortmund. Skor 0-1 ini bertahan hingga turun minum.

Dalam posisi tertinggal, pelatih Dortmund, Lucien Favre melakukan pergantian pemain dengan memainkan Mahmoud Dahoud menggantikan Julian Weigl di babak kedua. Perubahan ini membuat permainan Dortmund semakin berbahaya di babak kedua. Hasilnya langsung dirasakan oleh tuan rumah setelah empat menit pertandingan babak kedua setelah Marco Reus sukses menyamakan skor lewat sepakan penalti.

Selang tiga menit, tim tamu kembali memperoleh keunggulan setelah Lewandowski sukses mencetak gol keduanya di pertandingan ini setelah memaksimalkan kerja sama apik dari Gnabry, Thomas Muller, dan Joshua Kimmich. Nama terakhir ini yang mencatatkan assist atas gol Lewandowski tersebut.

Tak ingin menelan malu di depan hadapan pendukung sendiri, Dortmund sukses menyamakan skor kembali setelah Reus juga menorehkan gol keduanya di pertandingan ini di menit ke-67. Gol ini dicetak oleh Reus dengan tembakan voli indah usai memanfaatkan umpan dari Lukasz Piszczek.

Seisi stadion Westfalen akhirnya bergemuruh di menit ke-73 setelah Paco Alcacer sukses membalikkan keadaan lewat golnya. Mantan pemain Valencia yang baru dimainkan untuk menggantikan posisi Mario Gotze itu sukses memaksimalkan umpan terobosan yang dilepaskan oleh Axel Witsel.

Bayern sempat menyamakan skor di menit-menit akhir pertandingan lewat backheel dari Lewandowski. Akan tetapi, gol tersebut dibatalkan oleh wasit setelah penyerang Polandia itu terlihat sudah berada dalam posisi offside. Skor 3-2 untuk kemenangan Dortmund itu akhirnya bertahan hingga akhir pertandingan.

Cedera Serius, Welbeck Dibawa Ke Rumah Sakit

Kabar buruk menimpa kubu Arsenal setelah salah satu penyerang mereka, Danny Welbeck mendapatkan cedera parah di bagian engkel saat turun menghadapi Sporting CP di laga Europa League dini hari tadi.

Dalam pertandingan tersebut, mantan pemain Manchester United itu hanya mampu tampil selama 29 menit sebelum ditarik keluar untuk digantikan dengan Pierre-Emerick Aubameyang.

Engkel Welbeck terlihat bergeser dari posisinya setelah terlibat duel keras dengan fullback Sporting CP, Bruno Gaspar. Dalam duel tersebut Welbeck terlihat jatuh dengan salah posisi sehingga engkelnya bergeser.

Usai duel tersebut, Welbeck langsung terkapar di lapangan dengan mendapatkan perawatan tim medis yang dibantu dengan selang oksigen. Usai pertandingan tersebut berakhir, manajer Arsenal, Unai Emery mengkonfirmasikan bahwa pemain yang bersangkutan langsung dilarikan ke rumah sakit usai ditandu keluar dari lapangan.

“Kabar terburuk yang kami dapatkan dalam pertandingan kali ini adalah cedera yang dialami oleh Welbeck,” ucap Emery.

“Kami kira itu adalah cedera yang serius dan ia juga langsung dilarikan ke rumah sakit. Saat ini kami tengah menunggu kabar megnenai dirinya,” tambahnya.

“Danny selalu berusaha keras untuk memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Ia adalah sosok yang sangat baik dan komitmen yang ia miliki kepada tim ini benar-benar sangat besar,” lanjut mantan juru taktik Paris Saint-Germain itu.

“Saya kira cedera yang menimpa dirinya ini akan menjadi hal yang sangat berat untuk dirinya, untuk kami dan juga untuk semua orang,” tutupnya.

Selain kehilangan Welbeck yang mendapatkan cedera engkel, Arsenal juga gagal meraih kemenangan dalam pertandingan ini setelah Sporting CP sukses menahan imbang The Gunners di Emirates Stadium dengan skor 0-0.

Inter Tahan Imbang Barca di San Siro

Inter Milan hampir kembali menelan kekalahan kala bertanding melawan Barcelona di matchday keempat Liga Champions dinihari tadi.

Inter tampil penuh percaya diri dalam pertandingan yang dihelat di San Siro tersebut berbekal kemenangan telak 5-0 yang berhasil mereka raih atas Genoa di ajang Serie A akhir pekan lalu. Meski demikian, sepanjang pertandingan klub arahan pelatih Luciano Spalletti itu terlihat sangat kesulitan.

Barcelona nyaris kembali mendulang kemenangan seperti saat di Camp Nou setelah penyerang mereka, Malcom sukses memberikan keunggulan terlebih dahulu bagi Blaugrana. Beruntung, Inter memiliki penyerang sekelas Mauro Icardi. Penyerang asal Argentina itu sukses menyamakan skor lewat golnya sehingga memastikan timnya meraih satu poin dari pertandingan tersebut.

Pertandingan berjalan dengan ketat sepanjang babak pertama. Meski beberapa peluang tercipta, namun tak ada satupun gol yang berhasil dicetak oleh kedua tim. Skor kacamata menutup 45 menit pertama.

Di babak kedua, pelatih Barcelona melakukan keputusan tepat dengan memainkan Malcom di sepuluh menit sisa waktu pertandingan. Mantan pemain Bordeaux yang masuk menggantikan posisi dari Ousmane Dembele itu sukses memecah kebuntuan timnya setelah berhasil memaksimalkan umpan dari Philippe Coutinho usai tiga menit berada di dalam lapangan.

Gol Malcom itu semakin melecut semangat dari para pemain Inter Milan untuk bisa mencetak gol. Tak ingin menelan malu di depan para pendukung mereka sendiri, Inter terus menggempur lini belakang Barcelona. Usaha Inter akhirnya membuahkan hasil setelah Icardi berhasil mencatatkan namanya di papan skor tiga menit menjelang pertandingan berakhir. SKor 1-1 ini akhirnya bertahan hingga wasit membunyikan peluit panjang.

Tambahan satu poin bagi kedua tim tidak mengubah posisi keduanya di klasemen sementara Grup B.
Barcelona masih kokoh berada di puncak klasemen dengan perolehan sepuluh poin diikuti oleh Inter Milan yang sukses mendulang tujuh poin dari empat pertandingan.

Rencana Klopp di Bursa Transfer Januari 2019

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengungkapkan rencana dirinya di bursa transfer pemain musim dingin 2019. Pelatih asal Jerman itu memastikan tidak akan merekrut pemain besar di bursa transfer Januari nanti. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan pemain baru jika hal itu memang ia rasa dibutuhkan.

Klopp merasa bahwa skuat yang ada saat ini sudah cukup bagus sehingga ia merasa tidak perlu lagi melakukan pergerakan aktif selama bursa transfer.

Namun jika skuatnya dihantam badai cedera dan ia kesulitan untuk mencari pemain pelapis yang sepadan, maka hal itu akan membuat Klopp mencari pemain baru di bursa transfer pemain nantinya. Namun, ia memastikan bahwa rekrutannya nanti bukanlah pemain dengan status nama besar.

“Jika ada hal terjadi diluar rencana kami sebelum bursa transfer musim dingin nanti dibuka, maka kami harus memikirkan mengenai rencana baru. Namun hal tersebut sama sekali tidak saya harapkan terjadi kepada kami. Jika situasi berjalan seperti saat ini, maka saya kira kami tidak akan aktif terlibat dalam bursa transfer. Namun semua itu tergantung dari kondisi pemain dan hal-hal lain yang menyangkut dengan performa dari para pemain. Jika melihat skuat yang ada saat ini, saya kira kami telah memiliki beberapa pemain pelapis yang siap untuk mengisi posisi tim utama,” ucap Klopp.

“Saya sama sekali tidak berpikir untuk bisa mendapatkan penyerang hebat di bursa transfer Januari nanti. Saat ini kami telah memiliki semua yang kami butuhkan. Saat ini satu-satunya hal yang perlu kami lakukan adalah memanfaatkan semua potensi yang kami miliki saat ini dan bekerja dengan sebaik-baiknya. Saya kira kehadiran satu pemain hebat sekalipun tidak akan mengubah apapun jika kami tidak tampil sebagai sebuah tim yang solid,” tutup mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Nainggolan Kecewa Terhadap Perlakuan AS Roma

Karir Radja Nainggolan melesat semenjak dirinya memutuskan bergabung bersama dengan AS Roma. Meski demikian, ia mengaku bahwa dirinya kecewa dengan pihak klub terkait transfer dirinya ke Inter Milan di musim panas lalu.

Pemain tim nasional Belgia berdarah Indonesia itu tercatat bermain untuk Roma selama lima musim. Selama kurun waktu tersebut, ia mencatatkan 200 penampilan dan sukses menyumbangkan 33 gol serta 29 assist untuk Giallorossi.

Ia menjadi bagian penting dari kesuksesan klub untuk terus menembus posisi tiga besar klasemen Serie A selama lima musim tersebut. Musim lalu bahkan ia sukses mengantarkan Roma mencapai babak semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Meski demikian, Nainggolan tetap mencatatkan kontroversi bersama dengan Roma.

Saat perayaan malam tahun baru2018, Nainggolan membagikan sebuah video yang memperlihatkan dirinya tengah berpesta sambil mabuk, merokok serta mengucapkan sumpah serapah. Melihat hal itu, pihak klub merasa geram dan memutuskan menjatuhkan denda kepada mantan pemain Cagliari tersebut. Hal ini juga diyakini sebagai salah satu faktor yang membuat Roma memutuskan untuk menjual dirinya ke klub lain musim panas lalu.

Meski mengakui telah membuat kesalahan sebelumnya, namun Nainggolan tetap merasa tidak dihormati oleh pihak Roma dan merasa tidak bisa menerima hal tersebut jelang kepindahan dirinya ke San Siro untuk bergabung bersama dengan Inter Milan.

“Keputusan ini bukanlah salahku ataupun tidak sepenuhnya salahku. Saya merasa sangat kecewa dengan perlakuan yang saya terima. Meski saya juga membuat kesalahan seperti saat malam pergantian tahun baru, namun Roma telah melakukan banyak hal tanpa sepengetahuan saya. Mereka bertindak tidak seperti pria sejati dengan langsung mengatakannya kepada saya,” ucap Nainggolan.

“Roma ingin menjualku ke klub lain yang tertarik kepadaku padahal saya sama sekali tidak berpikir untuk membuka negosiasi dengan klub-klub tersebut. Mereka memperlakukan saya seperti pemain yang tidak penting dengan melakukan begitu banyak hal dibelakang saya,” tambahnya.

“Ketika pelatih Luciano Spalletti menghubungiku terkait ketertarikan dari Inter Milan, saya langsung mengiyakannya dan tanpa berpikir panjang lagi. Sempat ada penyesalan di awal, namun pada akhirnya saya senang karena mendapatkan sambutan yang baik disini,” tutupnya.