Ramos Catatkan Penampilan Ke-600 Bagi Madrid

Juara bertahan Liga Champions, Real Madrid sukses meraih kemenangan tipis di kandang Ajax Amsterdam di babak 16 besar dengan skor 2-1 dini hari tadi. Hasil ini tentu menjadi modal yang sangat berharga bagi wakil asal Spanyol itu untuk bisa menggenggam satu tiket ke babak perempatfinal saat ganti menjamu Ajax si Santiago Bernabeu di laga leg kedua nanti.

Kemenangan Madrid ini juga diikuti oleh catatan manis yang ditorehkan oleh kapten tim mereka yakni Sergio Ramos. Pertandingan melawan Ajax ini merupakan penampilan Ramos yang ke-600 selama berkostum Los Blancos di laga resmi seperti yang dilansir dari situs resmi Madrid.

Dengan jumlah penampilan tersebut, saat ini Ramos berada di peringkat ketujuh pemain Madrid yang mencatatkan jumlah penampilan terbanyak untuk klub ibukota Spanyol itu.

Sebagai seorang pemain bertahan, torehan gol Ramos juga bisa dikatakan sangat spesial. Dengan total 600 pertandingan yang ia jalani, Ramos sukses menyumbangkan total 84 gol serta 39 assist untuk Los Merengues. Pemain dengan catatan penampilan terbanyak bagi Madrid masih dipegang oleh Raul Gonzalez sampai saat ini dengan koleksi 741 pertandingan.

Sejak direkrut dari Sevilla pada tahun 2005 silam, Ramos telah berhasil memenangi semua gelar yang mungkin untuk diraih bersama dengan Madrid. Salahs satu torehan terbaik dari Ramos yakni dengan memenangi empat gelar Liga Champions bersama dengan Los Galacticos.

Bernardo Silva Berharap Bantuan Manchester United

Meski Manchester City dan Manchester United merupakan rival satu kota dan selalu terlibat dalam persaingan sengit dalam satu dekade terakhir, namun penggawa The Citizens Bernardo Silva berharap bantuan dari United dalam upaya mereka mempertahankan gelar juara Premier League. Pemain asal Portugal itu berharap United mampu mengalahkan Liverpool nantinya. Meski demikian, Silva menegaskan bahwa hal utama bagi timnya saat ini adalah fokus dengan penampilan mereka sendiri.

Saat ini City masih menduduki puncak klasemen sementara dengan keunggulan selisih gol dari Liverpool. Akan tetapi, rival mereka tersebut memiliki satu pertandingan lebih banyak dari yang dimiliki oleh City saat ini.

Akhir pekan lalu The Citizens baru saja sukses menghancurkan Chelsea dengan skor meyakinkan 6-0. City baru akan tampil kembali di ajang Premier League tanggal 27 Februari mendatang dengan menghadapi West Ham United.

Sementara jadwal berat tengah menanti Liverpool dimana pada tanggal 24 Februari mereka akan tampil di ajang Liga Champions menghadapi Bayern Munich sebelum menghadapi Manchester Unitd di ajang Premier League. Di pertandingan tersebut Silva berharap agar United bisa menaklukkan The Reds guna membuka jalan kepada City untuk mempertahankan gelar juara.

“Tentu sangat baik bagi kami jika Liverpool harus kehilangan angka,” jawab Silva ketika ditanyai apakah timnya berharap United mengalahkan Liverpool.

“Namun saya kira semua yang ada di tim ini hanya fokus mengenai apa yang harus kami kerjakan saat ini. Jika kami mampu meraih kemenangan, maka tidak masalah apa yang akan mereka lakukan karena itulah hal terpenting bagi kami sekarang,” tutupnya.

PSG Terancam Kehilangan Cavani Lawan MU

Paris Saint-Germain saat ini tengah cemas menunggu kabar terkait kondisi terkini dari Edinson Cavani setelah penyerang andalan mereka tersebut ditarik keluar saat PSG menghadapi Bordeaux di ajang Ligue 1.

Dalam laga itu Cavani mencetak gol untuk timnya di menit ke-42 melalui eksekusi penalti. Usai mencetak gol tersebut Cavani terlihat mendapatkan sedikit masalah di akhir pertandingan. Meski tak langsung melakukan pergantian pemain, manajer PSG Thomas Tuchel lantas memutuskan pergantian saat jeda pertandingan dengan memasukkan Kylian Mbappe menggantikan posisi dari Cavani.

Cavani yang terlihat mendapatkan masalah di bagian paha kanannya belum bisa dipastikan apakah ia ditarik keluar karena benar-benar tidak bisa melanjutkan pertandingan atau hanya berupa langkah pencegahan agar tidak mengalami cedera serius.

Kubu PSG tentu sangat cemas terkait kondisi Cavani saat ini mengingat tengah pekan nantia mereka akan menjalani laga penting dengan berhadapan melawan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions.

Leg pertama pertandingan nanti akan berlangsung di markas United, Old Trafford dan sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah Cavani akan mengambil bagian dalam pertandingan nanti atau tidak.

PSG sejatinya sangat diunggulkan untuk bisa melaju dengan mulus ke babak perempatfinal saat undian babak 16 besar Liga Champions mempertemukan mereka dengan United. Akan tetapi, kondisi United saat ini sudah sangat jauh berbeda dari sebelumnya sejak kedatangan manajer sementara Ole Gunnar Solskjaer. Sejak dipimpin mantan penyerang United itu, Setan Merah mampu mencatatkan sepuluh kemenangan dan satu hasil imbang dari 11 pertandingan. United saat ini bahkan mampu merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara Premier League menyusul kemenangan 3-0 di markas Fulham Sabtu malam WIB.

Jika Cavani harus absen dalam pertandingan nanti, maka PSG dipastikan hanya menyisakan Mbappe untuk mengisi lini serang mereka karena sebelumnya Neymar juga telah dipastikan absen menyusul cedera metatarsal yang ia dapatkan di bulan Januari lalu.

Lingard Optimis Musim Depan MU Jadi Pesaing Serius Gelar Liga Inggris

Penggawa Manchester United, Jesse Lingard terlihat sangat optimis dengan kans juara timnya musim depan. Keyakinan Lingard itu datang setelah melihat performa apik yang ditampilkan oleh Setan Merah akhir-akhir ini.

Perfoma United memang terlihat meningkat drastis sejak penunjukkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih sementara musim ini untuk menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Jose Mourinho. Sejak kedatangan Solskjaer, United berhasil mencatatkan sembilan kemenangan dan satu hasil imbang dari sepuluh pertandingan yang mereka jalani di semua kompetisi.

United saat ini berhasil naik ke peringkat kelima klasemen sementara Premier League dengan hanya tertinggal dua angka dari Chelsea yang menghuni posisi keempat. Mereka juga memangkas jarak poin dari pemuncak klasemen sementara Manchester City menjadi tinggal 14 poin.

“Solskjaer serta Mike Phelan telah membuat Manchester United kembali seperti sebelumnya. Mereka mengetahui semua hal tentang liga dan klub ini sehingga membuat kami mampu bermain dengan sempurna,” buka Lingard.

“Solskjaer melakukan tugasnya dengan sangat baik dan tidak ada yang bisa menyalahkan dirinya. Ada banyak keraguan yang diberikan kepadanya di awal penunjukkan dirinya, namun dia sudah mengetahui apa yang harus ia lakukan ketika pertama kali datang dan semua pemain memberinya dukungan,” tambahnya.

“Ia mengatakan bahwa ada tekanan dan ekspektasi besar disini dan kami harus berhasil mengatasi hal tersebut dengan bermain seperti Manchester United sebelumnya. Kami akan menjadi pesaing gelar juara musim depan jika kami bisa terus bermain seperti saat ini. Kami sudah kembali bermain dengan baik dan memenangkan banyak pertandingan serta mencetak banyak gol. Hal terpenting adalah dengan kami terus meraih kemenangan,” tutup pemain asal Inggris tersebut.

Fabinho Menilai Lawan-Lawan Liverpool Semakin Kuat

Liverpool kembali harus kehilangan angka di ajang Premier League setelah di pertandingan terakhir hanya bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah West Ham United. Ini merupakan hasil imbang beruntun bagi The Reds karena di laga sebelumnya juga hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Leicester City.

Hasil ini tentu cukup mengejutkan karena di akhir tahun lalu permainan Liverpool terlihat sangat luar biasa. Namun sejak memasuki tahun 2019 ini permainan Liverpool terlihat mulai menurun.

Hal itu dapat dilihat dari lima laga terakhir Liverpool dimana mereka hanya mampu mencatatkan dua kemenangan. Tiga laga lainnya harus diakhiri dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan dari Manchester City.

Menurut salah satu penggawa The Reds, Fabinho hasil-hasil itu diraih oleh timnya karena disebabkan oleh lawan-lawan Liverpool yang secara kualitas telah meningkat. Karena itu, Fabinho berharap akan ada pergantian skema bermain yang akan diterapkan oleh Jurgen Klopp nantinya.

“Kami selalu tampil dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kami sangat menikmati permainan kami di bulan Desember yang bisa dikatakan hampir mendekati sempurna, namun saat ini kami memang mengalami sedikit penurunan performa,” ucap Fabinho.

“Kami tidak bisa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Akan tetapi, saya percaya bahwa lawan-lawan kami telah meningkat secara kualitas. Kami harus bermain dengan skema yang berbeda karena dalam beberapa pertandingan terakhir kami sulit mendapatkan ruang di wilayah pertahanan lawan,” tambahnya.

“Kami selalu mencoba untuk melewati lini tengah lawan namun hal itu sangat sulit belakangan ini, apalagi ketika kami berhadapan dengan tim-tim yang kuat secara fisik dan menerapkan strategi bertahan. Kami harus mendapatkan solusi dan di beberapa pertandingan terakhir ini kami selalu gagal,” tutup mantan pemain AS Monaco tersebut.

Lyon Hadirkan Kekalahan Perdana Bagi PSG

Paris Saint-Germain akhirnya mendapatkan kekalahan perdana mereka musim ini di ajang Ligue 1. Bertandang ke markas Olympique Lyon, PSG di paksa pulang dengan membawa kekalahan tipis 2-1.

Permainan PSG nampak tidak terlalu dominan kali ini karena harus kehilangan beberapa pemain andalan mereka seperti Neymar dan Marco Verratti. Meski demikian, tim besutan manajer Thomas Tuchel itu tetap mampu unggul cepat ketika di menit ketujuh Angel Di Maria sukses menggetarkan jala gawang Lyon memaksimalkan umpan yang disodorkan oleh Julian Draxler.

Tertinggal satu gol, para pemain Lyon langsung membombardir lini belakang PSG. Kiper PSG, Alphone Areola tercatat sempan membendung enam peluang Lyon sebelum gawang timnya akhirnya bobol oleh aksi Moussa Dembeele di menit ke-33. Skor 1-1 ini bertahan hingga 45 menit pertandingan babak pertama berakhir.

Empat menit memasuki babak kedua tuan rumah mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan oleh Thiago Silva terhadap Dembele. Nabil Fekir yang maju sebagai eksekutor dengan tenang menjebol gawang PSG dan membawa timnya berbalik unggul 2-1.

Setelah gol Lyon tersebut, PSG langsung memegang kendali permainan dan terus berupaya mencari gol penyeimbang, namun hingga pertandingan berakhir tak ada lagi gol tambahan dan PSG harus menelan kekalahan pertama mereka di ajang Liga Prancis sejak bulan Mei tahun lalu.

Kekalahan ini tidak menggoyahkan posisi dari PSG di puncak klasemen sementara dengan raihan 56 poin dari 21 pertandingan yang telah dijalani. Les Parisien unggul Sepuluh angka dari Lille yang berada di peringkat kedua klasemen sementara.

Chiellini Menepi Dua Pekan

Massimiliano Allegri selaku pelatih Juventus memberikan konfirmasi langsung mengenai kondisi bek andalan timnya yakni Giorgio Chiellini. Allegri memastikan bahwa pemain asal Italia itu hanya akan absen selama dua pekan setelah mendapatkan cedera dalam pertandingan melawan Atalanta di ajang Coppa Italia tengah pekan lalu.

Dalam pertandingan yang berkesudahan dengan kekalahan 3-0 bagi Juventus itu, Chiellini diketahui mengalami cedera betis dan harus digantikan oleh pemain lain di babak pertama.

Allegri memastikan bahwa Martin Caceres yang kembali dipulangkan oleh Juventus akan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Chiellini itu dalam pertandingan melawan Parma di ajang Serie A akhir pekan ini. Selain itu, Allegri juga memastikan bahwa Mario Mandzukic akan kembali tampil untuk mengisi pos lini depan timnya.

“Semua pemain berlatih dengan sangat baik. Cedera Chiellini bukanlah suatu hal yang serius. Ia akan kembali bermain lagi dalam sepuluh atau 15 hari kedepan,” buka Allegri.

“Mandzukic akan kembali mengisi pos penyerang tengah dan saya akan mencari pendamping dirinya di lini depan dengan opsi memainkan Ronaldo, Dybala, Douglas Costa, ataupun Bernardeschi. Di lini belakang Caceres akan dimainkan bersama dengan Rugani. Perin akan tampil mengawal gawang kami dan bek kiri akan diisi oleh Spinazzola ataupun Alex Sandro. Spinazzola memiliki kans yang besar untuk tampil di pertandingan nanti. Pjanic akan mengawal lini tengah kami,” ujarnya.

“Tujuan kami adalah untuk segera bangkit dari kekalahan atas Atalanta. Masih ada banyak pertandingan yang harus kami mainkan dan jika kami ingin meraih gelar juara Scudetto musim ini, maka kami harus tetap menjaga jarak poin yang aman dengan Napoli,” tutup mantan pelatih AC Milan tersebut.

Chelsea Dibantai Tuan Rumah Bournemouth

Debut stiker anyar Chelsea, Gonzalo Higuain di ajang Premier League berakhir pahit usai timnya tak berdaya setelah dipermalukan oleh tuan rumah Bournemouth dengan skor telak 4-0.

Josh King tampil impresif bagi kubu tuan rumah dengan raihan gol yang ia ciptakan di pertandingan yang berlangsung di Vitality Stadium tersebut.

Kekalahan ini membuat Chelsea gagal menjaga jarak poin dari Arsenal dan Manchester United yang saat ini menjadi pesaing mereka untuk merebut posisi empat besar klasemen.

Setelah mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0, Bournemouth akhirnya memecah kebuntuan dua menit memasuki babak kedua. King sukses mengkonversi umpan tarik yang diberikan oleh David Brooks untuk menjebol gawang Chelsea.

Menit ke-63 giliran Brooks yang mencatatkan namanya di papan skor dengan memanfaatkan kesalahan umpan yang dilakukan oleh David Luiz. Sang pemain dengan tenang menaklukkan Kepa Arrizabalaga dengan sontekan pelannya.

Chelsea mencoba bangkit dengan melakukan sejumlah pergantian diantaranya menarik keluar Higuain untuk digantikan oleh Olivier Giroud. Namun bukannya bangkit dan memperkecil skor, The Blues justru harus kembali kebobolan di menit ke-74 setelah King sukses mencetak gol keduanya. Gol ini berawal dari skema serangan balik cepat yang dibangun oleh para pemain Bournemouth.

Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh Charlie Daniels di menit ke-90 setelah dirinya sukses menanduk masuk umpan tendangan bebas yang dilepaskan oleh mantan pemain LIverpool, Jordon Ibe. Skor 4-0 ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

Tak Cukup Empat Besar, Solskjaer Ingin Raih Gelar Musim Ini

Manajer sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan pernyataan optimis mengenai target yang ingin timnya capai di sisa musim ini. Meski diyakini target utama yang dibebani kepada dirinya saat ini adalah membawa United finish di empat besar klasemen sementara Premier League, namun pelatih asal Norwegia itu secara tegas mengatakan bahwa dirinya ingin memenangkan gelar juara bagi United musim ini. Baik itu gelar Premier League, Piala FA, ataupun Liga Champions.

“Mengakhiri musim di posisi keempat bukanlah mimpi karena kami adalah Manchester United yang selalu menargetkan meraih gelar juara liga,” buka Solskjaer.

“Mungkin untuk memenangi gelar juara Premier League tidak bisa kami lakukan musim ini. Akan tetapi, hal itu harus kami terapkan sebagai target kami karena kami harus kembali ke jalur juara. Saat ini kami masih menjalani dua kompetisi lainnya yakni di Piala FA dan Liga Champions. Jadi jelas bahwa kami tidak akan puas hanya dengan berhasil menembus posisi empat besar klasemen di akhir musim nanti,” tambahnya.

“Kami harus selalu berpikir untuk bisa memenangi gelar juara di musim ini dan seperti yang selalu saya sampaikan sebelumnya, saya adalah manajer untuk klub seperti Manchester United dan hal itu membuat saya selalu merasa optimis untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan yang kami jalani,” tutupnya.

Catatan kemenangan Solskjaer memang sangat mengagumkan sejak dipercaya menggantikan posisi dari Jose Mourinho sebagai manajer United sejak bulan Desember lalu. Memimpin delapan pertandingan Setan Merah, mantan penyerang Uniited itu membukukan rekor 100 persen kemenangan.

Donnarumma Selamatkan Milan Dari Kekalahan

AC Milan harus puas meraih satu angka kala menjamu tamunya Napoli dalam lanjutan pertandingan Serie A Italia giornata ke-21 dini hari tadi.

Dalam pertandingan itu Rossoneri harus berterima kasih dengan penjaga gawang mereka yakni Gianluigi Donnarumma yang tampil apik dalam menjaga gawangnya dengan mematahkan enam peluang emas yang dimiliki oleh Napoli.

Tambahan satu poin ini tidak mengubah posisi kedua tim dengan Napoli masih berada di posisi kedua dan Milan masih tertahan diperingkat empat klasemen sementara Liga Italia.

Meski bermain di kandang lawan, namun Napoli sukses memegang kendali permainan dengan mencatatkan 54 persen penguasaan bola. Kendati demikian, tuan rumah sukses menyamai total tembakan Napoli yang mencapai 14 sepanjang 90 menit pertandingan.

Peluang terbaik Napoli di babak pertama hadir di awal laga kala Jose Callejon melepaskan tembakan first-time ke gawang Milan. Beruntung bagi Milan, Donnarumma secara gemilang berhasil menghalau peluang tersebut.

Milan membalas ancaman Napoli tersebut di menit ke-37 melalui tembakan spekulasi dari Hakan Calhanoglu. Usaha pemain asal Turki itu belum membuahkan hasil karena mampu diselamatkan oleh kiper Napoli, David Ospina.

Memasuki babak kedua masing-masing tim masih terus tampil menyerang dan saling jual beli serangan. Napoli yang memiliki keunggulan dalam ball possesion lantas berhasil memegang penuh kendali permainan dan terus menekan lini belakang Milan. Meski demikian, tim tamu masih kesulitan untuk bisa menembus kokohnya lini pertahanan yang digalang oleh pemain-pemain Milan.

Kiper kedua tim dipaksa bekerja cukup keras di pertandingan ini dan kedua tim juga harus puas mengakhiri pertandingan tanpa adanya satu pun gol yang tercipta.