Paul Pogba Dilarang MU Untuk Berbicara ke Media

Paul Pogba, gelandang asal Manchester United telah menjadi pemberitaan utama dengan komentarnya setelah menjalankan laga pada sejumlah kesempatan yang dia dapatkan pada musim ini. Komentar Pogba tersebut nanti akan berkontribusi terhadap buruknya hubungannya dengan sang pelatih, Jose Mourinho.

Pogba berhasil tampil penuh saat MU dibuat kalah oleh Valencia dengan skor imbang tanpa gol pada laga matchday kedua group H Liga Champions, Rabu (03/10/2018). Hasil tersebut membuat Manchester United menjadi klub besutan Mourinho tidak memperoleh kemenangan dalam empat laga terakhit yang sudah dilakukan mereka.

Paul Pogba, gelandang asal Manchester United telah menjadi pemberitaan utama dengan komentarnya setelah menjalankan laga pada sejumlah kesempatan yang dia dapatkan pada musim ini

Saat ditanya oleh wartawan saol pertandingan, Pogba hanya bisa menjawab dengan singkat. Dilansir oleh media Sportsmole, Pogba mengatakan, “Saya sudah diberitahukan bahwa saya tidak diizinkan untuk berbicara kepada media”.

Jabatan Paul Pogba sebagai kapten MU baru saja dicopot oleh Jose Mourinho. Hal tersebut membuat hubungannya dengan sang pelatih menjadi buruk dan membuat Pogba ingin segera pindah keklub lain. Dikabarkan ada beberapa tim seperti Juventus, PSF G dan Barcelona yang minat dengan gelandang yang kini sudah berusia 25 tahun.

Selain Pogba, Jose Mourinho dikabarkan tidak akur dengan Kapten Antonio Valendia. Keduanya sangat jarang bicara setelah sang pelatih “The Special One” mencoret Poga dari daftar kapten Manchester United.

Dari laporan dari Sportsmail menyatakan bahwa banyak pemain dari MU diantaranya Anthony Martial, Andrea Perreira dan Eric Bailly mengikuti jejak Pogba dalam hal perseteruan dengan Muorinho.

Para Pemain Manchester United Dapat Pesan Dari Jose Mourinho

Jose Mourinho, manajer sekaligus pelatih dari  Manchester United meminta untuk para pemainnya harus memiliki rasa hormat kepada klub yang sudah membesarkan nama mereka. Mourinho beranggapan bahwa beberapa anak-anak asuhannya saat ini sudah tidak memiliki rasa hormat untuk membel The Red Devils.

Manchester United saat ini sedang dalam peforma yang bisa dibilang sangat kurang bagus. Hal tersebut bisa terjadi semenjak awal musim dia berkarir tahun 2018/2019. Tidak hanya itu, tim besutan dari Jose Mourinho ini juga dikabarkan sudah tidak memiliki kepercayaan terhadap Mourinho yang saat ini sedang melakukan pengincaran terhadapa pemain-pemain bintang diklub tersebut.

Jose Mourinho, manajer sekaligus pelatih dari  Manchester United meminta untuk para pemainnya harus memiliki rasa hormat kepada klub yang sudah membesarkan nama mereka.

Untuk saat ini, Jose Mourinho sedang terlibat percecokkan dengan salah satu pemainnya, Paul Pogba. Dirinya menilai bahwa Pogba sangat tidak serius menjalani kariernya sebagai pemain sepakbola di Manchester United.

Dengan berkurangnya komunikasi dan hubungannya dengan pemain yang kian hari kian merenggang membuat Jose Mourinho memberikan pesan kepada semua para pemainnya.

Jose Mourinho mengatakan, “Selama karier kepelatihan saya di Manchester United, saya selalu mengikuti peraturan yang ada. Setiap tim bisa saja mengalami kekalahan. Karena masalah itu sudah bagian dalam dunia sepak bola tetapi dengan masalah tersebut janganlah sampai kehilangan kehormatannya”,

“Tim memanglah sebuah hal yang sangat penting dari seorang individu. Lambang didada selalu dianggap lebih mulia jika dibandingkan dengan nama dibelakang”, tutup Mourinho.

Tekanan yang Mourinho semakin saja meningkat. Pelatih asal Jerman ini dituntut untuk bisa membuat semua pemain Manchester United menjadi satu kembali. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukannya maka dirinya akan kehilangan pekerjaan di klub tersebut.

Louis Saha: Strategi Jose Mourinho Sangat Membosankan

Louis Saha, mantan striker asal Manchester United angkat bicara soal kepemimpinan dari Jose Mourinho di Manchester United. Dirinya berpendapat bahwa strategi yang diterapkan saat Manchester United berada dibawah kepemimpinan Jose Mourinho sangatlah membosankan.

Jose Mourinho memulai karirnya di The Red saat tahun 2016 lalu, MU bisa dibilang sangat jarang sekali bisa memberikan sebuag performa yang bagus. Walaupun tidak memiliki sebuah performa yang bagus, saat melakukan laga, pada musim debutnya di MU, Jose Mourinho berhasil menjuarai ajang Liga Europa.

Louis Saha, mantan striker asal Manchester United angkat bicara soal kepemimpinan dari Jose Mourinho di Manchester United.

Tetapi pada musim lalu. peforma bertahan yang sering dilakukan oleh The Red ini sangat tidak mereka tunjukan pada musim tersebut. Mereka gagal membawa pulang trofi dan malah menerima banyak kritikan dari  banyak kalangan.

Soal performa dari para pemainnya, Mourinho bisa dibilang sudah cukup kebal. Mourinho bahkan beranggapan bahwa MU lebih baik pada musim kemarin jika kita melihat kilas balik pencapainnya sebagai runner-up dalam Premier League.

Walaupun demikian, hal tersebut tidak membuat Saha merasa terganggu. Dirinya masih tetap beranggapan bahwa permainan MU saat berada dibawah kepelatihan Mourinho sudah tidak seperti dulu saat dirinya masih berada dalam klub tersebut.

Saha malah memandang MU saat ini sedang berjalan tanpa tahu arah tujuan yang jelas. Dirinya percaya bahwa kurangnya kerjasama dan kesepahaman antar pemainlah yang menjadi pemicu terjadinya permasalahan tersebut.

Gennaro Guttuso Menilai AC Milan Masih Lemah Dalam Lini Pertahanan

Dipekan ketujuh Serie A, AC Milan berhasil memperoleh kemenangan melawan Sassuolo dengan skor akhir 4 – 1 di Stadion MAPEI, pada hari Minggu, 30 September 2018 dini hari WIB.

Gol kemenangan dari AC Milan ini dicetak oleh Franck Kessie dan Samu Castillejo serta dua gol selanjutnya dicetak oleh Suso sedangkan untuk gol balasan dicetak oleh Filip Duricic.

Gennaro Gattuso selaku pelatih dari AC Milan masih beranggapan bahwa timnya masih lemah dalam urusan Lini Pertahanan

Walaupun sudah menang besar dalam laga tersebut, Gennaro Gattuso selaku pelatih dari AC Milan masih beranggapan bahwa timnya masih lemah dalam urusan Lini Pertahanan. Masalah tersebut menjadi sorotan karena dalam laga melawan Sassuolo, mereka masih belum bisa menguasai pertandingan.

Dilansir oleh media Sky Sport, Gattuso mengatakan, “Untuk saat ini, lini pertahanan kami memang dalam kondisi yang tidak baik. Bukan hanya dalam hal pemain bertahan tetapi juga soal pemain gelandang bertahan yang pergerakannya terlalu dalam. Itulah yang menjadi kelemahan dari tim kami.

Gattuso menambahkan, “Kami tidak bisa melakukan penekanan terhadap kawan dari sisi sektor sayap, kami hanya berusaha untuk melakukan pertahanan dan tidak bergerak kearah mereka. Saya masih ingat ada empat sampai lima peluang yang dimiliki oleh Sassuolo untuk membuat AC Milan dalam masalah”.

Selama jalannya pertanding selama 90 menit, Ac Milan hanya mampu menguasai ball possession sebesar 44%. Mereka bermain dengan mengandalkan serangan balik dar Rossoneri yang hanya memiliki empat peluang