Melalui Pengecaranya, Maradona Mencoba Meluruskan Komentar Yang Dilontarkan

Menerima banyak kecaman dari berbagai pihak, Diego Maradona melalui pengecaranya, Matias Morla mengatakan bahwa Maradona akan segera menghubungi Messi guna untuk menjelaskan masalah serta maksud sebenarnya yang ingin disampaikan.

Kepada pembawa berita acara America, Nobereslo Entrevista mengatakan, “Maradona sedang ingin menghubungi Messi dan ingin menjelaskan maksud tentang komentar yang dilontarkan kepadanya”.

Diego Maradona melalui pengecaranya, Matias Morla mengatakan bahwa Maradona akan segera menghubungi Messi guna untuk menjelaskan masalah serta maksud sebenarnya yang ingin disampaikan

Morla dengan membela Kliennya menambahkan, “Dia selalu memberi dukungan kepada timnas dan tentang komentar yang dimaksudnya adalah seharusnya mereka tidak membuat Messi menjadi semakin gila. Pernyataan yang menyatakan bahwa Messi bukan seorang pemimpin tersebut bukanlah maksud yang ingin disampaikannya”.

Lionel Messi sebenarnya sudah memutuskan untuk pensiun dari timnas Argentina setelah mengalami gagal dalam ajang final Copa Amerika dua tahun lalu. Setelah itu Messi kembali menjadi pemimpin timnas Argentina dalam ajang Piala Dunia 2018 lalu.

Saat itu Argentina harus terhenti dalam babak 16 besar setelah mengalami kekalahan melawan Prancis dengan skor akhir 3 – 4. Saat itu Prancis keluar sebagai juara dunia. Sejak kejadian tersebut membuat Messi selalu menolak panggilan dari Timnas Argentina. Saat uji coba kontra Brasil, Messi harus absen dan Argentina harus kalah dengan skor akhir 0 – 1.

Diego Maradona bukan kali ini saja melontarkan komentar pedas terhadap orang lain. Sebelumnya dirinya juga pernah melontarkan komentar untuk pemain asal Portugal, Cristiano Ronaldo.

Selain Ronaldo dan Messi, Maradona juga pernah melayangkan kata-kata pedas untuk pemain legenda hidup pesepak bola dunia, Pele.

Diego Maradona Dapat Kencaman Setelah Mengkritik Lionel Messi

Ada pepatah mengatakan bahwa “Mulumu Harimaumu”. Pepatah tersebut cocok dengan apa yang dirasakan oleh pemain legenda asal Argentina, Diego Maradona. Maradona mendapatkan banyak kencaman setelah komentarnya mengenai kepemimpinan dari Lionel Messi di timnas Argentina.

Kritikan dari Maradona tersebut memicu banyak kencaman dari banyak pihak termasuk rekannya sendiri. Satu persatu dari mereka melakukan penyerangan balik untuk Maradona. Bahkan Mario Kempes pun ikut angkat bicara.

Maradona mendapatkan banyak kencaman setelah komentarnya mengenai kepemimpinan dari Lionel Messi di timnas Argentina

Dilansir dari laporan dari Marca, Mario Kempes mengatakan, “Setiap kali Maradona angkat bicara pasti selalu menjadi masalah karena dirinya tidak memiliki rasa hormat. Padala Maradona sangat dihormati, saat dirinya kalah dalam final kontra Italia, tidak ada yang mengatakan apapun tentang dirinya”,

Jose Vives selalu juru bicara dari Barcelona juga ikut menyerang Maradona dengan mengatakan, “Ada beberapa komentar yang sebenarnya sangat mencerminkan dan menggambarkan tentang dirinya”.

Kecaman yang diterima oleh Maradona berawal dari wawancara dirinya distasiun TV Meksiki dalam program La Ultima Palabra. Dalam wawancara tersebut, Maradona mengatakan bahwa Lionel Messi sangat tidak cocok untuk bisa menjadi pemimpin di tim Tango. Menurut Maradona, Messi tidaklah pantas mengenakan kaos ni 10 seperti yang pernah dia pakaikan sebelumnya saat melakukan pembelaan terhadap timnas Argentina.

Pemilik julukan “Si Pemilik Gol Tangan Tuhan” juga pernah menjadi kapten saat Argentina berhasil menjadi Juara Dunia 1986. “Lionel Messi adalah Lionel Messi di Barceliba. Messi juga Lionel Messi di Timnas Argentina. Tidak ada yang mustahil tetapi saya tidak akan memanggil Messi”, tutup Maradona

Juventus Persiapkan Kontrak Baru Untuk Moise Kean

Klub pesepakbola Juventus sedang mempersiapkan kontrak baru untuk pemain Wonderkid mereka. Moise Kean. Jika hal itu benar terjadi maka Kean akan diikut sertakan ke klub eliet asal Italia sampai kontraknya berakhir sampai 2020.

Moise Kean adalah salah satu pemain tangguh yang dimiliki klub Juventus. Dirinya menjai salah satu pemain kelahiran abad ke-21 pertama yang diikutsertakan dalam tim elit Eropa. Dalam debutnya di Juventus Kean masih berusia sangat muda yaitu 16 tahun dan debutnya tersebut dimulai pada musim tahun 2016.

Klub pesepakbola Juventus sedang mempersiapkan kontrak baru untuk pemain Wonderkid mereka. Moise Kean

Performa terbaik dan bakat terbesar Kean sendiri banyak diamati oleh beberapa klub besar Eropa. Terdapat banyak klub yang dikabarkan memiliki ketertarikan untuk bisa mendapatkan dan meminang pemain tersebut yang saat ini berposisi sebagai pemain striker dalam bursa transfer Januari nanti.

Tetapi Juventus tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi. Berdasarkan laporan dari situs Goal International, Juventus atau klub dengan kepemilikan julukan “Si Nyonya Tua” sedang mempersiapkan kontrak baru untuk Moise Kean.

Kean sendiri saat ini sedang memiliki keterikatan kontrak yang panjang dengan Juventus. Dirinya masih akan bermain di Turin sampai dengan tahun 2020 mendatang.

Namun Juventus yang pernah menjadi juara bertahan Serie A ini tidak mau mengambil resiko. Mereka ingin mengikat dan terus ingin memiliki Kean dengan memberikan kontrak baru karena mereka percaya bahwa pemain muda tersebut menjadi tumpuan untuk masa depan mereka.

Laporan tersebut mengklaim bahwa Kean akan memperoleh kontrak yang panjang di Turin. Dirinya juga akan mendapatkan kenaikan gaji yang signifikan jika seandainya dia mau menandatangani kontrak tersebut.

Pada musim lalu, Kean dipinjam oleh Verona. Dari 19 laga yang dijalani bersama dengan Verona, Kean berhasil mempersembahkan 4 gol untuk Verona.

Dengan demikian, KEan dikabarkan akan kembali dilepaskan kesalah satu klub Serie A agar bisa memiliki perkembangan yang cepat tetapi Juventus hanya bisa meminjamkan sang pemain jika masa kontraknya sudah selesai.

Julian Draxler Minta Rekan Setimnya Untuk Waspada Terhadap Kylian Mbappe

Pemain gelandang timnas asal Jerman, Julian Draxler meminta kepada rekan satu timnya untuk tetap mewaspadai salah satu pemain penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe. Dirinya berpendapat bahwa Mbappe memiliki kecepatan yang hebat sehingga sering membuat lawan menjadi kerepotan.

Kylian Mbappe adalah salah satu pemain muda yang saat ini sedang bersinar. Dirinya berhasil membawa PSG memperoleh tiga gelar juara pada musim lalu yaitu Ligue 1, Coupe de la Ligue dan Coupe de France.

Pemain gelandang timnas asal Jerman, Julian Draxler meminta kepada rekan satu timnya untuk tetap mewaspadai salah satu pemain penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe

Tidak hanya berada dilevel klub, performa terbaik dari Mbappe juga masih berlanjut saat melakukan pembelaan timnas Prancis. Dirinya berhasil menciptakan empat gol saat membantu Les Blues memperoleh piala penghargaan Piala Dunia 2018.

Memasuki musim ini, performa dari Kylian Mbappe semakin bagus dan tidak mengalami penurunan. Dirinya telah berhasil menciptakan 10 goal dari 7 laga bersama dengan PSG didalam semua ajang kompetisi.

Selain itu, Mbappe juga berhasil mengumpulkan sembilan gol bersama dengan timnas Prancis pada 2018. Dan untuk terakhir kali, pesepak bola muda ini berhasil mencatatkan namanya dipapan skor saat melakukan laga melawan tim dengan julukan Ayam Jantan dan harus ditahan imbang 2 – 2 pada 12 Oktober 2018.

“Dengan performanya tersebut, Mbapee dipercaya akan menjadi sosok ancaman untuk lini belakang timnas Jerman. Dengan kecepatan dan penyelesaian akhir yang dimiliki merupakan senjata utama dan terbesar dari dirinya. Kami tidak boleh membiarkan Kylian Mbappe menggunakan salah satunya karena dengan cara tersebut dapat membuat klub menjadi lebih kompak”, tutup pemain PSG tersebut.

Ernesto Valverde Tidak Mau Perpanjang Kontrak Dengan Barcelona

Keberadaan Ernesto Valverde, pelatih tim Barcelona di Camp Nou masih belum jelas. Masa depan Ernesto dikabarkan masih enggan untuk memperpanjang kontraknya di Barcelona. Ini merupakan kali pertamanya Vedre melatih Barcelona. Dirinya menjadi pengganti Luis Enrique di El Blaugrana.

Semenjak kepelatihan Valvedre di Barcelona sejak tahun 2017, dirinya tidak butuh waktu lama untuk bisa memberikan performa terbaiknya di Barcelona sebagai pelatih. Dimusim pertama kepelatihannya sebagai pelatih, dirinya berhasil sukses memberikan trofi ajang La Liga dan Copa Del Rey untuk Barcelona.

Keberadaan Ernesto Valverde, pelatih tim Barcelona di Camp Nou masih belum jelas. Masa depan Ernesto dikabarkan masih enggan untuk memperpanjang kontraknya di Barcelona

Pihak dari Barcelona senditi dikabarkan ingin memperpanjang kontrak dan kerja sama dengan sang pelatih yann akan berakhir pada akhir musim ini. Tetapi saat dilansir oleh media Sport, pelatih berumur 54 tahun ini masih tidak mau untuk menambah masa kepelatihannya di Camp Nou.

Dari Laporan tersebut, alasan utama dari Velvedre untuk berhenti dari Blaugrana adalah karena memiliki tekanan besar karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa Barcelona menjadi salah satu klub terbesar didunia dan menuntutnya untuk bisa menjadi juara pada setiap musimnya. Tidak ada toleransi tanpa trofi untuk tim mereka.

Valverde dikabarkan merasa tertekan dan menganggap tuntutan tersebut sangatlah terlalu besar sehingga dirinya memutuskan untuk tidak mau membicarakan dan menunda pembicaraan soal kontrak barunya di Camp Nou.

Selain tekanan besar dan berdasarkan dari laporan media yang sama, Velverde dikabarkan juga tidak mau memperpanjang kontraknya karena sikap tidak percaya dari direksi Barca terhadap dirinya karena dianggap gagal untuk mempersembahkan trofi dalam ajang Liga Champions musim lalu.

Oleh karena hal tersebutlah Valverde muali sudah tidak merasa nyaman di Camp Nou dan mempertimbangkan untuk hengkang dari klub yang dia latih sejak awal musim 2017.

Silvio Berlusconi Punya Klub Baru Bernama SS Monza

Silvio Berlusconi tidak pernah bisa lepas dari mantan klubnya, AC Milan. Bahkan setelah membeli klub baru teranyar, SS Monza, Berlusconi memiliki cita – cita untuk membawa klubnya tersebut untuk bertemu dengan AC Milan di Serie A nantinya.

Berlusconi pernah menjadi pemilik dan juga penguasa dari AC Milan sejak tahun 1986. Banyak performa dan pencapaian baik yang diberikan untuk Rossoneri. Tetapi mantan Perdana Menteri Italia tersebut harus hengkang dan mundur dari AC Milan sejak tahun 2017 lalu.

Silvio Berlusconi tidak pernah bisa lepas dari mantan klubnya, AC Milan. Bahkan setelah membeli klub baru teranyar, SS Monza

Tidak lama berselang setelah kemunduran Berlusconi dari Milan, dirinya masih belum bisa jauh dari dunia sepakbola. Bersama dengan kompatriotnya, Adriano Galliani, dirinya mengambil alih kepemilikan tim SS Monza. Finivest yang merupakan perusahann yang mengendalikan Milan dulu sudah menjadi pemilik 100% dari saham Monza.

Monza masih bermain di Serie C atau pada kasta ketiga kompetisi di Italia pada musim 2018 – 2019 ini. Berlusconi memiliki ambisi besar untuk bisa membawa klub Monza tersebut untuk berlaga di Serie A.

Monza masih berlaga di Serie C saat ini. Sampai Giornata ke-6, Monza berada dalam posisi ketiga dengan berhasil mengumpulkan 11 poin diposisi klasemen sementara. Mereka hanya berbeda satu poin dengan Pordenone yang saat ini berada diposisi puncak klasemen. Monza pun memiliki performa terbaik saat melakukan laga.

Memang tidak heran jika Berlusconi memiliki ambisi terbesar untuk Monza dimusim ini. Jalan Berlusconi untuk bisa membawa Monza ke Serie A memanglah masih panjang. Setidaknya mereka harus dulu mampu berlaga di Serie B tetapi Berlusconi sendiri sudah memiliki rencana matang dan sudah siap menantang Milan pada laga Serie A dimasa mendatang.

Guardiola Tidak Percaya Manchester City Mampu Menjuarai Liga Champions

Eks pelatih dari Real Madrid, Josep Guardiola tidak yakin jika Manchester City mampu menjuarai ajang Liga Champions. Seperti yang kita ketahui bahwa City dihuni oleh pemain – pemain berkelas dunia yang mampu melakukan persaingan diajang Liga Champions.

Untuk Guardiola sendiri, Liga Champions merupakan komptesi yang sangat istimewa. Tidak sembarangan tim bisa ikut berpartisipasi dan bisa menjuarai kompetisi antar tim besar diajang Liga Europe.

Eks pelatih dari Real Madrid, Josep Guardiola tidak yakin jika Manchester City mampu menjuarai ajang Liga Champions

Semenjak dibawah kepelatihan Guardiola, Manchester City berhasil menjadi salah satu tim terkuat di Eropa. Musim lalu, The Citizens bahkan bisa menjuarai ajang Premier League dengan menciptakan banyak rekor. Rekor tersebut diantaranya adalah pemgumpulan poin untuk gol terbanyak dan selisih poin terbesar dari pemegang posisi kedua di klasemen.

Walaupun demikian, City masih kelihatan dan terbukti masih mengalami kesulitan dalam ajang Liga Champions. Performa terbaik dari City adalah mereka berhasil sukses mencapai babak semifinal pada musim 2015/2016 musim lalu.

Setelah itu, City juga belum pernah melangkah sampai jauh. Guardiola pun sadar bahwa Manchester City masih harus menjaga tim untuk bisa menjadi lebih konsisten jika ingin tampil prima dan sempurna di Eropa.

Walaupun menjabat sebagai pelatih di City, Guardiola mengakui bahwa juara Liga Champions selalu didominasi dengan klub besar diantaranya oleh Barcelona dan Real Madrid. Dirinya sadar kedua tim tersebut memiliki rekor sejarah yang jauh lebih besar dari City, begitu juga dengan AC Milan.

Guardiola juga mewaspadai ancaman dari Juventus yang saat ini memiliki Cristiano Ronaldo. Dirinya juga menyebutkan kestabilan permainan dari klub Atletico Madrid di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Manuel Neuer: Dirinya & Rekan Setimnya Siap Untuk Dipermak Menjadi Lebih Baik

Manuel Neuer, kiper timnas Jerman menegaskan bahwa dirinya dan rekan setimnya semua siap untuk dipermak untuk menjadi lebih baik guna mengakhiri tren buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Dia percaya bahwa perubahan tersebut akan memberikan dampak positif untuk timnya.

Performa dari timnas Jerman memang sedang dalam kondisi yang tidak konsisten. Berada dibawah kepelatihan dari Joachim Low, mereka hanya berhasil memenangkan tiga laga dan harus mengalami lima kali kekalahan dari 12 laga terakhir diseluruh ajang kompetisi.

Kiper Jerman, Manuel Neuer (kiri) dan bek Jerome Boateng saat menghadiri sesi pelatihan tim di Munich, Jerman

Sebelumnya, timnas Jerman harus kalah telak dari Belanda dengan skor akhir 0 – 3 dalam laga lanjutan Liga A Group 1 UEFA Nations League 2018 di Stadion Johan Cruijff Arena, Minggu, 14 September 2018 dini hari WIB.

Neuer mengatakan, “Saya tidak tahu apakah setiap pemain akan merasakan bahwa posisi mereka tidak aman. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang harus dipertanyakan kepada satu per satu pemain. Kami semua menjelaskan kepada pelatih kami kalau kami sudah siap untuk menghadapi tantangan ini”.

“Saat anda mengalami kekalahan dalam sebuah laga, hal tersebut pasti akan menimbulkan banyak kritikan dan publik pasti akan berbicara negatif mengenai klub. Tetapi hal itu bisa saja jadi hal yang sangat berbeda seperti yang sudah anda lihat”, tambah Nuer.

Setelah harus kalah kontra Belanda, timnas Jerman akan melakukan laga yang sulit lagi yaitu mereka akan melawan Prancis dalam laga ketiga Liga A Group 1 UEFA Nations League 2018 di Stadion Stade de France, Selasa, 16 Oktover 2018 WIB.

Roberto Mancini Anggap UEFA Nations League Bukan Hal Utama Untuk Timnas Italia

Timnas asal Italia baru saja berhasil mengumpulkan satu pon dari dua laga yang dijalani mereka dalam ajang UEFA Nations League  Liga A Group 3. Roberto Mancini, pelatih timnas Italia tersebut menyatakan bahwa tidak perlu terlalu khawatir akan hal tersebut.

Mancini beranggapan bahwa UEFA Nations League tersebut bukanlah menjadi prioritas utama dari Timnas Italia. Dia menegaskan, target utama mereka adalah pada ajang Euro 2020.

Timnas asal Italia baru saja berhasil mengumpulkan satu pon dari dua laga yang dijalani mereka dalam ajang UEFA Nations League  Liga A Group

Italia akan menjalani pertandingan melawan Polandia pada Senin, 15 Okt 2018. Sama halnya dengan Italia, Polandia baru berhasil mengumpulkan satu poin dan tertinggal sangat jaug dengan Portugal yang sudah berhasil mengumpulkan enam poin diklasemen sementara.

Pada laga pertama, Italia dan Polandia harus mengakhir laga dengan skor akhir 1 – 1 di Bologna. Kemudian, mereka sama-sama mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Portugal. Italia harus takluk dengan skor 0 – 1 sedangkan untuk Polandia harus berkahir dengan 2 – 3.

Dilansir oleh Football Italia, saat konfrensi pers pralaga, Mancini mengatakan, “Perjalanan saya sebagai pelatih di timnas ini sudah dimulai sejak Mei lalu. Targetnya hanya untuk mempersiapkan tim untuk babak kualifikasi ke Euro 2020”.

Mancini diangkat sebegai pelatih setelah kegagalan Italia untuk lolos ke ajang Piala Dunia 2018. Dalam lima laga yang dijalani bersama Mancini, Italia baru saja menang sebanyak satu kali. Kemenangan tersebut didapati saat laga friendly melawan Arab Saudi dengan skor akhir 2 – 1. Saat laga terakhir ini, Italia ditahan imbang oleh Ukraina dengan skor 1 – 1.

“Jika nanti dalam laga melawan Polandia, mereka mengalami kekalahan, hal tersebut bukanlah menjadi masalah dan bukan berarti juga mereka gagal untuk lolos ke Euro dan tidak main lagi. Karena hal ini bisa terjadi juga pada timnas Kroasia, Jerman dan Inggirs”, tutup Mancini

Pembelaan Andrea Barzagi Terhadap Ronaldo Soal Dugaan Pemerkosaan

Andrea Barzagi, bek veteran asal Juventus ini angkat bicara soal tuduhan pemerkoasan yang menyangkut teman setimnya, Cristiano Ronaldo. Barzagli mendukung penuh atas kejadian yang meninmpanya tersebut.

Dilansir oleh media Football Italia, Barzagli mengatakan, “Dirinya tetap tenang. Sudah sangat jelas bahwa dirinya memang dalam performa terbaik saat berada diluar lapangan tetapi dirinya membuktikan bahwa dia adalah seseorang yang profesional.

Andrea Barzagi, Bek Veteran Juventus

Seperti yang kita ketahui, Cristiano Ronaldo saat ini sedang dalam masalah, dirinya dituduh telah melakukan tindakkan asusila kepada wanita asal Amerika Serikat (AS), Katryn Mayorga. Perbuatan tersebut kabarnya dilakukan saat Ronaldo berada di Las Vegas, 2009 silam.

Dengan tuduhan tersebut sangat berdampak terhadap karir Ronaldo dalam dunia sepak bola. Fernando Santos, pelatih timnas asal Portugal memutuskan untuk tidak mengikut sertakan Ronaldo dalam laga uji coba.

Santos juga menginginkan Ronaldo berkonsentrasi penuh dalam menyelesaikan masalahnya. Melalui pengecaranya, Ronaldo sudah membantah keras tentang masalah dan tuduhan yang menimpa dirinya.

Peter Christiansen, selaku pengecara mengatakan, “Klien saya, ruan Ronaldo seperti yang selalu saya katakan sampai dengan hari ini tetap menganggap apa yang sedang terjadi di Las Vegas pada 2009 tersebut merupakan hal yang dilakukan atas dasar suka sama suka”.

Dengan demikian, Barzagli berharap dan percaya bahwa Ronaldo bisa membawa dampak positif untuk Juventus. Dirinya juga beranggapan bahwa performa Ronaldo saat ini belum mencapai puncaknya.