Juve Catat Rekor Poin Tertinggi di Paruh Pertama Serie A

Juventus mencatatkan sejarah baru di ajang Serie A setelah menuntaskan paruh pertama musim dengan memainkan 19 pertandingan. Dalam 19 laga tersebut, Bianconeri sukses mengoleksi 53 poin. Hal itu membuat Juventus menjadi satu-satunya tim yang mampu mendulang poin sebanyak itu hanya dalam 19 pertandingan sepanjang sejarah bergulirnya Liga Italia.

Rekor poin ini didapatkan oleh Juventus saat berhasil menaklukkan Sampdoria dengan skor 2-1 Sabtu malam WIB dalam lanjutan Serie A.

Pemain terbaik dunia lima kali, Cristiano Ronaldo tampil sebagai bintang kemenangan timnya atas Sampdoria dengan berhasil memborong dua gol kemenangan Juventus di pertandingan ini. Setelah berhasil membuka keunggulan timnya di babak pertama, Ronaldo kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor di babak kedua melalui eksekusi penalti untuk memastikan kemenangan timnya atas Sampdoria.

Tambahan tiga poin ini membuat Juventus semakin nyaman di puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 53 poin dari 19 pertandingan yang telah dijalani.

Selain berhasil mencatatkan poin tertinggi sepanjang paruh pertama, Si Nyonya Tua juga tercatat belum sekalipun mengalami kekalahan dari 19 pertandingan di Serie A. Mereka sukses meraih kemenangan dalam 17 pertandingan sembari dua pertandingan lainnya berakhir dengan skor imbang.

Saat ini Juventus memiliki keunggulan sembilan angka dari Napoli yang berada di posisi kedua. Jika bisa terus konsisten tampil seperti ini, maka Juventus sepertinya akan mengunci gelar juara lebih cepat musim ini.

Icardi Kecam Tindakan Rasis Suporter Inter

Penyerang sekaligus kapten Inter Milan, Mauro Icardi mengaku kecewa terhadap tindakan rasis yang dilakukan oleh fans timnya terhadap bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Hal tersebut ditunjukkan oleh Icardi melalui salah satu akun sosial media pribadinya.

Tindakan rasis ini dilakukan oleh para suporter Inter setelah Koulibaly diganjar kartu merah di menit ke-80 kala Inter menjamu Napoli di San Siro tengah pekan lalu. Saat Koulibaly berjalan meninggalkan lapangan, fans Inter langsung menyuarakan nyanyian rasis yang ditujukan kepada sang pemain.

Tindakan para fans Inter itu langsung mengundang tindakan tegas yang diambil oleh pihak Liga Italia dengan menjatuhkan hukuman kepada Inter untuk bertanding tanpa suporter di dua laga selanjutnya. Usai kejadian tersebut, banyak dukungan yang diberikan oleh pemain lain kepada Koulibaly salah satunya datang dari bintang Juventus, Cristiano Ronaldo dan juga Icardi sendiri.

Sebagai kapten tim Icardi tentu memikul tanggung jawab atas insiden rasis tersebut. Penyerang asal Argentina itu lantas secara tegas mengajak seluruh pendukung La Beneamata untuk menghentikan hal seperti itu di waktu yang akan datang. Ia tidak ingin hal ini kembali terjadi lagi kepada siapapun nantinya.

“Saya benar-benar merasa kecewa atas apa yang terjadi di San Siro dalam pertandingan melawan Napoli. Itu tindakan yang benar-benar tidak layak dilakukan. Ayo, katakan berhenti terhadap semua hal yang bersifat rasisme dan diskriminasi,” tulis Icardi di akun media sosial dirinya.

Solskjaer Ingin MU Kembali Tampil Menyerang

Kemenangan dengan skor 5-1 atas Cardiff City akhir pekan lalu yang diraih oleh Manchester United disambut dengan gembira oleh para pendukung Setan Merah. Kegirangan yang dirasakan oleh fans United cukup wajar karena ini merupakan salah satu kemenangan terbesar mereka sejak ditinggal pensiun oleh Sir Alex Ferguson.

Selama dua setengah musim terakhir ini sejak kedatangan Jose Mourinho, permainan United dianggap lebih defensif. Gaya permainan ini terus mendapatkan kritikan dari para pendukung United. Mourinho dianggap membuat United bermain dengan gaya membosankan dan tidak membuat United tampil kompetitif.

Ole Gunnar Solskjaer yang sejak tengah pekan lalu dipercaya untuk menggantikan posisi dari Mourinho secara tegas menyampaikan bahwa dirinya ingin mengembalikan permainan menyerang yang telah menjadi ciri khas dari era Ferguson di Manchester United. Ia menyebut ingin timnya untuk terus memburu gol demi gol di dalam setiap pertandingan.

“Ketika kami mencetak satu gol, maka kami mencari gol kedua. Ketika mendapatkan gol kedua, kami akan mengejar gol ketiga. Klub ini memiliki filosofi menyerang. Ini merupakan tradisi dan sejarah klub ini dan kami ingin bermain seperti itu. Itu merupakan cerminan yang baik dari apa yang ingin kami tampilkan,” ucap Solskjaer.

Malam nanti Solskjaer akan kembali memimpin United di pertandingan keduanya saat menjalani laga Boxing Day melawan Huddersfield Town. Menjamu lawannya tersebut di Old Trafford, tiga poin tentu menjadi target dari The Red Devils untuk bisa terus merangkak naik ke daftar klasemen Premier League musim ini.

Pochettino Sebut Favorit Juara Liga Inggris Saat Ini Hanya City dan Liverpool

Mauricio Pochettino berhasil membawa Tottenham Hotspur meraih hasil gemilang di pekan ke-18 Premier League dengan membungkam tuan rumah Everton lewat skor telak 6-2. Meski baru saja meraih hasil yang sangat impresif, namun Pochettino menilai bahwa saat ini tim favorit untuk meraih gelar juara Premier League saat ini hanya ada Manchester City dan Liverpool.

Ia menilai bahwa timnya saat ini hanya berada sejajar dengan posisi dari Chelsea, Arsenal, dan juga Manchester United. Meski demikian, ia juga menilai bahwa peluang timnya untuk menjadi juara masih cukup terbuka.

Untuk bisa menjadi penantang serius gelar juara musim ini menurut Pochettino adalah dengan penampilan yang konsisten. Jika timnya bisa terus bermain seperti saat mengalahkan Everton di setiap pertandingan, maka Pochettino yakin timnya akan benar-benar menjadi penantang gelar untuk musim ini.

“Saat ini saya masih yakin bahwa favorit juara hanya ada Manchester City dan Liverpool. Setelah itu baru ada kami, Chelsea, Arsenal, dan Manchester United yang berada di belakang mereka,” ucap Pochettino.

“Saat ini masih ada banyak pertandingan dan jalan masih sangat panjang untuk melihat apakah posisi kami benar-benar sebagai pesaing gelar juara atau tidak. Konsistensi sangat diperlukan untuk hal ini. Jika kami bisa terus menampilkan performa konsisten seperti dalam pertandingan melawan Everton, maka saya kira di bukan April nanti kami benar-benar berada di posisi sebagai pesaing gelar juara. Namun masih ada jalan yang sangat panjang untuk berada di sana,” tutup pelatih asal Argentina tersebut.

Liverpool Amankan Posisi Puncak Premier League

Posisi Liverpool di puncak klasemen sementara Premier League semakin kokoh menyusul kemenangan 0-2 di kandang Wolverhampton Wanderers dini hari tadi.

Dua gol kemenangan The Reds masing-masing disumbangkan oleh Mohamed Salah di babak pertama serta dilengkapi oleh gol Virgil Van Dijk di babak kedua.

Sebelum pertandingan ini, Wolves sebenarnya memiliki rekor apik kala berhadapan dengan tim-tim besar Premier League dengan berhasil mencatatkan kemenangan atas Chelsea serta menahan imbang Manchester United, Arsenal dan Manchester City.

Meski pertandingan di Molineux Stadium itu diguyur hujan lebat, namun hal itu tidak menghalangi Liverpool untuk tampil menekan sejak awal pertandingan. Usaha The Reds langsung menemui hasil di menit ke-17 setelah kerja sama apik dari Sadio Mane dan Fabinho berakhir dengan penyelesaian tenang dari Salah untuk memberi timnya keunggulan satu gol.

Setelah gol Salah kedua tim bermain semakin terbuka guna mencari gol tambahan lainnya, namun hingga paruh pertama berakhir skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Wolves semakin gencar melancarkan serangan ke lini belakang The Reds. Bahkan lini belakang Liverpool sempat dibuat kelimpungan oleh aksi dari Traore. Meski demikian, rapatnya lini belakang Liverpool mampu menghalau semua serangan yang dilancarkan oleh para pemain Wolves.

Keunggulan Liverpool bertambah di menit ke-68 setelah Van Dijk sukses menuntaskan umpan silang yang dilepaskan oleh Salah ke kotak penalti Wolves.

Setelah tertinggal dua gol, para pemain Wolves semakin bermain lepas dan terus menciptakan peluang demi peluang untuk mengejar ketertinggalan. Peluang terbaik tuan rumah dimiliki oleh Saiss dalam situasi sepak pojok. Namun kans tersebut mampu digagalkan oleh Alisson Becker dengan baik. Skor 0-2 ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai.

Kemenangan ini membuat Liverpool mengamankan posisi puncak klasemen di periode Natal untuk pertama kalinya sejak tahun 2013 silam. Selain itu, skuat besutan Jurgen Klopp itu juga berpeluang menutup paruh pertama musim ini tanpa menderita satupun kekalahan.

Singkirkan Arsenal, Spurs Raih Tiket Semifinal Piala Liga Inggris

Tottenham Hotspur sukses mengamankan satu tiket ke babak semifinal Piala Liga Inggris musim ini usai menaklukkan Arsenal di Emirates Stadium. Bermain di kandang lawan, tim besutan manajer Mauricio Pochettino itu sukses membawa pulang kemenangan dengan skor 2-0.

Dalam laga bertajuk derby London Utara itu, Spurs tampil menyerang sejak awal pertandingan. Usaha keras dari para pemain Spurs akhirnya membuahkan hasil di menit ke-20 setelah pemain bintang mereka asal Korea Selatan, Son Heung-Min sukses menjebol gawang Arsenal dengan memaksimalkan assist dari Dele Alli.

Tertinggal satu gol membuat pemain Arsenal mencoba bangkit dengan terus mengurung lini belakang Spurs. Akan tetapi, hingga turun minum tak ada lagi gol tambahan dan skor 1-0 untuk Spurs tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, tuan rumah masih terus memegang inisiatif serangan, namun lini belakang Spurs mampu tampil apik untuk menghalau semua ancaman yang diberikan oleh para pemain The Gunners. Bahkan gawang Arsenal beberapa kali harus terancam lewat skema serangan balik yang dimainkan oleh para pemain Spurs.

Harry Kane yang diturunkan di babak kedua membuat lini depan Spurs semakin berbahaya. Hal itu terbukti setelah penyerang asal Inggris itu mampu membantu timnya memperlebar skor melalui umpan cantik yang ia lepaskan kepada Dele Alli. Nama terakhir yang lolos dari jebakan offside tanpa kesulitan menjebol gawang The Gunners dan membawa timnya unggul 2-0.

Setelah unggul dua gol, Spurs bermain lebih bertahan sehingga membuat Arsenal semakin gencar menggempur lini belakang mereka. Meski demikian, hingga pertandingan berakhir Spurs mampu mempertahankan keunggulan dua gol mereka dan berhak lolos ke babak semifinal Piala Liga Inggris musim ini.

Kovac Pede Singkirkan Liverpool di 16 Besar

Bayern Munich dan Liverpool akan saling bentrok di babak 16 besar Liga Champions musim 2018-2019. Pertemuan kedua tim ini akan menjadi yang pertama di ajang paling bergengsi di daratan Eropa tersebut. Jadi kedua tim tidak memiliki pengalaman apapun dalam menjalani pertandingan leg pertama nanti di Anfield Stadium.

Meski demikian, pelatih Bayern, Niko Kovac terlihat sangat optimis bahwa timnya akan mampu menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar nanti untuk mengamankan satu tiket ke babak perempatfinal.

Kepercayaan diri Kovac itu didasari oleh materi pemain Bayern yang ia anggap tidak kalah bagus dari skuat yang dimiliki oleh Jurgen Klopp di Liverpool saat ini. Meski mengakui bahwa Liverpool akan menjadi lawan yang berat untuk timnya, namun ia tetap optimis bahwa timnya yang akan melangkah ke babak berikutnya karena leg kedua akan dilangsung di Allianz Arena dimana ia yakin timnya akan meraih kemenangan di kandang sendiri.

“Kami semua selalu menantikan pertandingan hebat seperti ini. Hasil undian jelas memberikan kami salah satu lawan yang paling sulit yang sempat kami bayangkan. Musim lalu mereka berhasil mencapai partai final dan musim ini mereka juga berstatus sebagai salah satu kandidat juara di kompetisi ini. Selain itu, mereka juga saat ini berstatus sebagai pemuncak klasemen Premier League sejauh ini. Jadi ini jelas merupakan lawan yang sulit bagi kami,” buka Kovac.

“Akan tetapi, kami ini adalah Bayern Munich dan saya yakin bahwa Liverpool pasti sadar leg kedua nanti akan dilangsungkan di kandang kami. Kami dan Liverpool memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak selanjutnya. Namun saya sangat optimis bahwa kamilah yang akan menjadi tim yang lolos ke babak perempatfinal nantinya,” tutup juru taktik asal Kroasia tersebut.

Gol Ronaldo Jadi Pembeda di Derbi Turin

Juventus terus melanjutkan laju impresif mereka di ajang Serie A musim 2018-2019 ini usai meraih kemenangan dalam laga derby melawan Torino dini hari tadi. Bermain di Stadion Olimpico Grande, Juventus membawa pulang tiga poin penuh usai menaklukkan tim tuan rumah dengan skor tipis 0-1.

Pelatih Torino, Walter Mazzarri terlihat mampu memenuhi janjinya untuk membuat Juventus kesulitan di pertandingan ini. Tampil di depan hadapan pendukung mereka sendiri, Torino sempat mendominasi jalannya pertandingan selama 30 menit babak pertama. Meski demikian, peluang terbaik justru didapatkan oleh Juventus melalui tembakan Cristiano Ronaldo yang masih mampu diselamatkan oleh kiper Torino, Salvatore Sirigu.

Usai penyelamatan tersebut, tidak lama kemudian Sirigu harus mengakhiri pertandingan lebih cepat karena mengalami cedera. Pertandingan di babak pertama ini berjalan cukup alot dan kedua tim harus puas mengakhiri pertandingan babak pertama dengan skor imbang 0-0.

Usai jeda babak pertama usai, kedua tim tampil lebih menyerang demi mengincar tiga angka penuh. Peluang langsung didapatkan oleh Paulo Dybala untuk memecah kebuntuan. Akan tetapi, peluang tersebut gagal dimaksimalkan oleh mantan pemain Palermo itu untuk mencetak gol.

Pada menit ke-68, bencana menghampiri kubu Torino setelah kiper pengganti mereka, Salvador Ichazo membuat pelanggaran terhadap Mario Mandzukic di kotak penalti timnya. Akibat pelanggaran tersebut, wasit tanpa ragu memberikan hadiah penalti kepada Juventus. Ronaldo yang maju sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik meski tembakan yang ia lepaskan sempat mengenai tangan Ichazo. Juventus unggul 1-0.

Juventus sempat kembali menjebol gawang Torino di menit ke-72 melalui Mandzukic. Akan tetapi, gol tersebut dianulir oleh wasit karena sebelum gol tersebut terjadi, Ronaldo sebelumnya telah terperangkap offside terlebih dahulu. Skor 0-1 untuk kemenangan Juventus itu akhirnya menjadi skor akhir kedua tim tersebut.

AC Milan Tersingkir di Liga Eropa

Petaka menghampiri kubu AC Milan usai ditaklukkan oleh Olympiakos di pertandingan terakhir fase Grup F Europa League musim 2018-2019 dini hari tadi. Kekalahan 1-3 yang diterima oleh AC Milan membuat mereka harus tersingkir dari ajang tersebut.

Seperti diketahui, meski sama-sama mengoleksi 10 poin dari enam pertandingan, Olympiakos berhasil lolos dengan keunggulan selisih gol dari Rossoneri. Hasil ini membuat Olympiakos lolos ke babak 32 besar dengan menduduki posisi kedua klasemen di bawah Real Betis.

Milan sebenarnya sukses menahan tuan rumah dengan skor imbang 0-0 hingga 45 menit babak pertama berakhir. Bencana MIlan dimulai di babak kedua tepatnya di menit ke-61 usai tuan rumah sukses memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak oleh Pape Abou Cisse. Sembilan menit berselang, penonton tuan rumah semakin bersorak usai Olympiakos sukses mencetak gol kedua melalui gol bunuh diri yang dicatatkan oleh pemain belakang Milan, Cristian Zapata. Skor 2-0 ini tentu cukup untuk meloloskan Olympiakos karena telah unggul head to head dari Milan.

Namun Zapata kembali menghidupkan kembali kans Milan untuk lolos usai berhasil mencetak gol sekaligus membayar kesalahan yang ia buat sebelumnya dengan mencetak gol bunuh diri. Gol Zapata lahir di menit ke-71. Namun ambisi Milan untuk bisa lolos ke fase knock-out akhirnya buyar setelah tuan rumah kembali mencetak gol ketiga mereka di menit ke-81 melalui eksekusi penalti dari Kostas Fortounis. Skor 3-1 ini bertahan hingga pertandingan berakhir dan memaksa Milan untuk angkat koper lebih cepat di kompetisi kasta kedua Eropa tersebut musim ini.

Cristiano Ronaldo: Semua Pemain Juventus Sangat Rendah Hati

Cristiano Ronaldo menyatakan bahwa para pemain Juventus memiliki sifat yang rendah hati, tidak seperti pemain dari eks klubnya yang pernah disinggahi sebelumnya, Real Madrid. Sebelum memutuskan untuk pindah ke Juventus pada bursa transfer musim panas 2018 kemarin, dirinya sudah memperkuat tiga klub selama karirnya didunia persepakbola’an.

Sporting Lisbon merupakan klub pertama tempat Cristiano Ronaldo memulai karirnya, kemudian dirinya memutuskan untuk hijrah ke Manchester United. Dirinya bermain diklub besar asal Inggris itu selama enam tahun lamanya yaitu dari tahun 2003 – 2009.

Cristiano Ronaldo menyatakan bahwa para pemain Juventus memiliki sifat yang rendah hati

Setelah itu Ronaldo pindah ke Spanyol untuk memperkuat Real Madrid dari tahun 2009 – 2018. Tentunya dirnya menjadi salah satu pilar dari timnas asal Portugal. Dirinya sudah mulai bermain membela timnas sejak dirinya masih berada di level U-15 ditahun 2001 silam.

CR7 memutuskan untuk pindah ke Madrid pada bursa musim panas 2018 ini. Pemain yang kini sudah memasuki usai kepala tiga ini mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat nyaman diklub berbasis Turin tersebut.

Ronaldo juga mengakui bahwa dirinya memperoleh situasi dan kondisi yang tidak pernah didapati diklub – klub lain selama di Juventus. Dirinya menyatakan bahwa semua para pemain dari Juventus juga tidak besar kepala dan sangat senang berada diklubnya yang sekarang.

Ronaldo juga mengungkapkan keunggulan dari Juventus yang tidak dimiliki oleh tim lain. Dirinya menyebutkan bahwa Juventus merupakan sebuah tim yang sangat kompak dan tidak ada pemain yang merasa dirinya sok jago dan saling iri satu sama lain. Asalkan tim bisa mencetak gol maka dengan demikian tim akan ikut senang.

Saat ditanyai mengenai perbedaan antara Madrid dan Juventus, Ronaldo menjawab bahwa keduanya sangat jelas berbeda. Berada di Juventus lebih seperti sebuah kekeluargaan.