Rusia vs Kroasia: Mimpi Tuan Rumah Terus Berlanjut?

Rusia vs Kroasia: Mimpi Tuan Rumah Terus Berlanjut?

Satu tiket semifinal Piala Dunia 2018 dipastikan akan menjadi milik Kroasia atau Rusia setelah kedua tim akan terlibat bentrok dalam pertandingan perempatfinal Piala Dunia 2018 dini hari nanti.

Dalam laga yang berlangsung di Olimpiyskiy Stadion Fisht, Rusia jelas memiliki keuntungan dengan status sebagai tuan rumah. Selain faktor tersebut, saat ini Rusia juga tengah berada dalam kondisi kepercayaan diri tinggi usai berhasil menaklukkan salah satu favorit juara yakni Spanyol di babak 16 besar melalui drama adu penalti.

Hal yang sama juga terjadi pada Kroasia yang juga harus menentukan kelolosan ke babak delapan besar melalui drama adu penalti usai bermain imbang 1-1 melawan Swiss di waktu normal.

Bagi Rusia ini merupakan pertama kalinya mereka mampu lolos ke babak knock-out Piala Dunia usai memisahkan diri dari Uni Soviet. Sementara bagi Kroasia, pretasi terbaik mereka yakni berhasil menempati posisi ketiga di turnamen akbar empat tahunan itu pada tahun 1998 silam.

Pelatih Rusia Stanislav Cherchesov mengaku bahwa dirinya saat ini tidak ingin ikut terbawa euforia atas kesuksesan yang berhasil diraih timnya sejauh ini yang bisa berdampak akan terganggunya konsentrasi timnya.

“Saya berusaha untuk menghindari rumor-rumor yang beredar di media masa saat ini dan hanya fokus dengan pekerjaan saya. Saya kira semua pemain yang kami miliki juga bersikap sama dan berusaha untuk tidak terganggu. Saya tidak menghindari kritik karena hal itu bagus untuk terus membangun kita. Namun untuk menyikapi semua itu, kita harus selalu membuka mata dan telinga kita,” ucap Cherchesov.

“Kami dikenal dengan orang-orang yang ekstrem jadi saya pikir saat ini pendapat yang diberikan oleh orang-orang adalah hal yang konstruktif dan analitis. Semua meyakini bahwa saat ini semua orang Rusia tengah berada dalam kegembiraan. Namun saya pikir semua orang yang terlibat dalam tim ini bukanlah orang-orang yang harusnya sangat gembira untuk saat ini,” tambahnya.

Rusia boleh saja percaya diri menyambut pertandingan ini, namun rekor pertemuan kurang memihak kepada mereka. Tercatat sebelumnya kedua tim pernah bertemu tiga kali. Dalam tiga pertemuan itu, Rusia hanya mampu meraih dua hasil imbang dan satu laga lagi berakhir dengan kekalahan 3-1 dari Kroasia.

Tuan rumah dipastikan akan tampil tanpa Yuri Zhirkov yang masih terkendala masalah cedera. Namun Alan Dzagoev diyakini sudah tersedia untuk pertandingan ini setelah dirinya sempat mengalami masalah di hamstringnya dalam pertandingan pembuka melawan Arab Saudi.

Kroasia dipastikan bisa menurunkan skuat terbaiknya kali ini setelah dua pemain yang sempat bermasalah karena cedera yakni Ivan Strinic dan Mateo Kovacic dikabarkan telah kembali pulih dan dalam kondisi bugar untuk dimainkan sebagai starter melawan Rusia.

Melihat rekor pertemuan dan pengalaman kedua tim di ajang Piala Dunia, maka wajar jika rasanya Kroasia sedikit diunggulkan untuk bisa melaju ke babak semifinal pada gelaran kali ini.

Prediksi skor: Rusia 1-2 Kroasia

Uruguay vs Prancis: Adu Tajam Cavani dan Mbappe

Uruguay vs Prancis: Adu Tajam Cavani dan Mbappe

Uruguay dan Prancis akan saling bunuh dalam pertandingan pertama babak perempatfinal Piala Dunia 2018 malam nanti. Ini merupakan pertama kalinya kedua tim saling berhadapan di babak knock-out.

Dua penyerang andalan masing-masing tim yakni Edinson Cavani dan Kylian Mbappe akan menjadi pusat perhatian dalam laga yang dihelat di Nizhny Novgorod usai keduanya sama-sama tampil gemilang di babak 16 besar lalu.

Saat ini kedua tim juga tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi usai sama-sama berhasil menyingkirkan tim kuat di babak 16 besar. Uruguay sukses menumbangkan Portugal dengan skor 2-1, sementara itu Prancis sukses memulangkan Argentina setelah berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-3.

Prancis yang sempat dibanjiri kritikan di babak fase grup karena dianggap gagal menampilkan performa terbaiknya seakan terbangun dan langsung menjawab kritikan tersebut dengan performa gemilang menghadapi Argentina. Melihat performa Prancis dalam laga tersebut, banyak pihak yang meyakini bahwa Prancis akan mampu berbicara banyak dalam kesempatan kali ini.

Sementara Uruguay dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik dan mempunyai senjata mematikan berupa serangan balik cepat yang biasa mereka terapkan.

Meski Cavani belum bisa dipastikan akan ambil bagian dalam pertandingan nanti, namun pelatih Prancis, Didier Deschamps tetap sangat mewaspadai akan potensi ancaman yang bisa dihadirkan oleh lini depan Celeste di pertandingan nanti.

“Tim kami telah siap andai Cavani bermain dalam pertandingan nanti. Saat ini kami tidak tahu mengenai situasi dirinya dan hal itu baru bisa kami ketahui 90 menit sebelum kick off dilakukan. Mereka tim yang sangat sulit ditaklukkan karena mereka memiliki kualitas skuat yang sangat baik. Mereka selalu tampil menjadi sebuah tim yang solid dan mereka selalu menikmati akan hal tersebut,” ucap Deschamps.

Di sisi lain, pelatih Uruguay, Oscar Tabarez juga harus dipusingkan dengan ancaman yang bisa dihadirkan oleh penyerang muda milik Prancis, Mbappe. Ia mengingatkan timnya untuk tidak memberikan sedikit pun ruang bagi penyerang Paris Saint-Germain itu dalam pertandingan nanti.

“Sektor penyerang merupakan lini terkuat dari Prancis. Keberadaan Antoine Griezmann dan Mbappe akan selalu menyulitkan tim anda. Jika mereka mendapatkan ruang maka itu akan menjadikan kami berada dalam posisi yang lebih sulit,” ucap Tabarez.

Selain Uruguay yang terancam tampil tanpa Cavani, Prancis juga dipastikan tidak bisa memainkan skuat terbaiknya dalam pertandingan nanti. Pasalnya, gelandang Blaise Matuidi harus absen setelah menerima akumulasi kartu kuning. Posisi Matuidi kemungkinan akan digantikan oleh gelandang milik Bayern Munich, Corentin Tolisso. Selain pemain-pemain yang terhambat untuk tampil, kedua tim diyakini masih akan tetap mempertahankan pemain-pemain andalan mereka seperti di babak 16 besar lalu.

Sebagai salah satu favorit juara dari awal turnamen, maka Prancis layak lebih diunggulkan untuk bisa meraih satu tiket ke babak semifinal.

Prediksi skor: Uruguay 0-1 Prancis

Belgia Tak Gentar Hadapi Brasil

Belgia Tak Gentar Hadapi Brasil

Tim nasional Belgia mengakui kualitas yang dimiliki oleh para pemain Brasil jelang pertemuan keduanya di babak perempatfinal Piala Dunia 2018. Meski demikian, Belgia tetap optimis dengan peluang mereka untuk bisa lolos ke babak semifinal dengan menumbangkan wakil dari Amerika Selatan tersebut.

Pertandingan kedua tim tersebut akan dilangsungkan di Kazan Arena pada Sabtu dini hari WIB. Laga nanti diyakini akan berjalan seru dengan kedua tim sama-sama mengusung strategi menyerang dan sama-sama memiliki pemain-pemain terbaik dunia.

Bek andalan sekaligus kapten tim Belgia, Vincent Kompany mengakui bahwa saat ini Brasil memiliki pemain-pemian yang bagus secara individu dan sejauh ini mereka telah tampil solid sebagai sebuah tim. Selain itu, Brasil juga memiliki lini pertahanan tangguh dengan hanya menderita satu kali kebobolan dari empat laga yang telah dilalui.

Meski demikian, hal itu bukan berarti Belgia sudah mengakui keunggulan Brasil dalam laga nanti.

“Kami harus mengakui bahwa Brasil merupakan tim terkuat yang ada di turnamen ini. Meski demikian, hal tersebut tidak akan mengubah apapun terkait peluang kami untuk lolos ke babak semifinal,” ucap Kompany.

“Pertemuan dengan Brasil sama sekali tidak membuat satupun dari kami merasa sangat khawatir dan telah merasa kalah sebelum bertanding. Mereka memang saat ini terlihat sangat tangguh dengan hampir selalu unggul dalam hal bertahan maupun menyerang,” tambahnya.

“Pemain-pemain mereka selalu siap untuk menghadapi situasi satu lawan satu dan berusaha untuk melewati lawan-lawannya. Mereka selalu memiliki cara untuk bisa membuka rapatnya lini pertahanan lawan-lawan mereka. Namun kami sama sekali tak merasa gentar untuk melawan mereka,” tegas bek milik Manchester City tersebut.

Tersingkir, Falcao Kecam Wasit

Tersingkir, Falcao Kecam Wasit

Kolombia dipastikan tersingkir di ajang Piala Dunia usai takluk dari Inggris di babak 16 besar. Menanggapi kekalahan timnya, Radamel Falcao melayangkan kritik kepada wasit yang ia anggap lebih memihak kepada tim Inggris.

Dalam pertandingan yang dihelat di Spartak Stadium, Kolombia dan Inggris sebenarnya bermain imbang selama 120 menit dengan skor 1-1. Pemenang akhirnya harus ditentukan dari babak adu penalti dan di babak ini Inggris akhirnya lolos dengan keunggulan 4-3.

Usai mengakhiri babak pertama dengan skor kacamata, tim besutan pelatih Gareth Southgate akhirnya unggul melalui eksekusi penalti dari penyerang andalan mereka, Harry Kane di menit ke-57. Hukuman ini didapat Kolombia usai Carlos Sanchez melanggar Kane di kotak terlarang.

Kemenangan di depan mata Inggris harus pupus ketika Kolombia sukses menyamakan kedudukan di masa injury time melalui tandukan dari Yerry Mina. Bek milik Barcelona itu sukses mengkonversikan sepak pojok yang dilepaskan oleh Juan Cuadrado dengan baik.

Pertandingan kedua tim ini berlangsung cukup keras dimana tercatat sepanjang jalannya pertandingan Kolombia melakukan 23 kali pelanggaran. Jumlah pelanggaran tersebut menghasilkan enam kartu kuning untuk Los Cafeteros. Sementara Inggris melakukan 13 kali pelanggaran yang berbuah dua kartu kuning untuk para pemainnya.

Mengenai hal tersebut, Falcao menuding bahwa wasit asal Amerika Serikat, Mark Geiger bertindak tidak sportif dan hanya menguntungkan satu pihak saja.

“Saya merasa aneh dengan terpilihnya wasit asal Amerika untuk memimpin pertandingan ini,” buka Falcao.

“Saya merasa ada banyak keputusan yang meragukan dari dirinya. Ia hanya bisa berbicara bahasa Inggris dan hal tersebut terasa sangat bias. Keputusan yang ia buat membuat gawang kami harus kebobolan dan saya rasa hal itu sangat jelas,” tambahnya.

“Kami merasa sangat terganggu dengan keputusan-keputusan yang ia berikan karena dalam setiap situasi 50-50 ia selalu memberikan keuntungan bagi Inggris. Ia tidak bersikap adil dan tidak memberikan keputusan yang sama bagi kedua tim,” sesalnya.

“Saat ia ragu untuk membuat keputusan, ia selalu menghampiri tim Inggris dan saya rasa sangat mengecewakan hal seperti ini bisa terjadi dalam ajang sekelas Piala Dunia di babak 16 besar ini,” tutup mantan penyerang Manchester United dan Chelsea tersebut.

Kolombia vs Inggris: Rekor Pertemuan Memihak The Three Lions

Kolombia vs Inggris: Rekor Pertemuan Memihak The Three Lions

Tim nasional Inggris bisa merasa percaya diri jelang pertandingan melawan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Hal itu karena rekor pertemuan apik yang dicatatkan oleh The Three Lions selama menghadapi wakil Amerika Selatan tersebut.

Skuat muda Inggris untuk mengukir prestasi di ajang Piala Dunia tahun ini akan mendapatkan tantangan dari Kolombia dalam laga 16 besar yang dihelat di Otkrytiye Arena dini hari nanti.

Inggris yang berstatus sebagai runner-up grup G memang harus dipertemukan dengan Kolombia yang keluar sebagai juara grup H. Meski mendapati lawan yang cukup sulit, namun tim besutan pelatih Gareth Southgate itu layak sedikit optimis akan peluang kelolosan mereka ke babak selanjutnya.

Dalam lima kali pertemuan kedua tim tersebut, Inggris belum pernah sekalipun merasakan kekalahan dimana mereka sukses mengamankan tiga kemenangan selagi dua laga lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Namun The Three Lions tetap harus waspada dengan potensi yang dimiliki oleh Kolombia terutama melalui situasi bola-bola mati. Dalam babak fase grup, Kolombia sukses mencetak tiga gol dari situasi tersebut dari total lima gol yang mampu mereka ceploskan ke gawang lawan.

Meski memuji skuat yang dimiliki oleh Inggris, pelatih Kolombia, Jose Pekerman juga mengutarakan keyakinan timnya untuk bisa melaju ke babak perempatfinal.

“Inggris saat ini dihuni oleh para pemain muda yang bertalenta dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Skuat mereka diisi pemain-pemain hebat dan mereka cukup nyaman untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar,” ucap Pekerman.

“Namun saya pastikan mereka akan menemui tipe pertandingan yang sangat berbeda kali ini. Untuk bisa meraih kemenangan, Anda harus menampilkan performa terbaik sejak pertandingan dimulai nantinya,” lanjutnya.

“Saat ini Inggris memiliki semua syarat untuk bisa memenangi pertandingan dan begitu juga kami. Jadi kami juga akan tampil dengan rasa percaya diri untuk bisa melangkah ke babak berikutnya,” tegasnya.

Gelandang andalan Inggris, Dele Alli menegaskan bahwa hasil minor yang didapatkan oleh timnya di laga terakhir babak fase grup melawan Belgia sama sekali tidak akan berpengaruh dengan kesiapan mereka menjalani laga melawan Kolombia ini.

“Saya rasa kami tidak kehilangan apapun dari kekalahan melawan Belgia. Kami saat ini masih terus berjuang dan bersiap untuk terus melangkah ke babak berikutnya. Kami sudah tidak sabar untuk segera menjalani pertandingan nanti,” ucap Alli.

Saat ini Kolombia tengah harap-harap cemas terkait kondisi fisik dari pemain bintang mereka, James Rodriguez. Selain James, Kolombia juga sudah dipastikan tidak akan diperkuat oleh Abel Aguilar yang bermasalah dengan cedera. Sementara di pihak Inggris, semua pemain saat ini berada dalam kondisi fit dan siap untuk dimainkan dalam pertandingan nanti.

Prediksi skor: Kolombia 0-1 Inggris

Bayern Siap Lepas Jerome Boateng

Bayern Siap Lepas Jerome Boateng

Bayern Munich terus dikabarkan akan segera ditinggalkan oleh salah satu pilar mereka di lini belakang yakni Jerome Boateng. Presiden Bayern, Karl-Heinz Rummenigge seolah membenarkan akan kabar yang beredar tersebut.

Rummenigge mengakui bahwa agen sang pemain telah menyampaikan niat pemainnya untuk pergi dari Bayern Munich. mengenai hal itu, Rummenigge mengaku bahwa itu tidak akan menjadi masalah bagi timnya jika hal itu terjadi pada bursa transfer musim panas ini.

Meski terlihat sudah siap untuk berpisah dengan Boateng musim depan, namun Rummenigge menegaskan bahwa kepindahan pemain belakang mereka itu hanya bisa jika disertai dengan biaya transfer yang mereka inginkan. Jika hal tersebut tidak dipenuhi oleh klub peminat, maka tidak akan ada kepindahan sang pemain ke klub tersebut musim panas ini.

Saat ini ada dua klub besar Eropa yang dikabarkan sangat berminat untuk bisa mengamankan jasa Boateng pada musim depan. Kedua klub tersebut yakni Manchester United dan Juventus. Dua tim itu diyakini ingin menjadikan lini belakang sebagai fokus pembenahan untuk menyambut musim kompetisi 2018/2019 ini.

Apalagi bagi Manchester United yang terlihat tidak memiliki sosok pemimpin di lini belakang mereka. Pelatih United, Jose Mourinho kabarnya juga tidak terlalu puas dengan kinerja bek anyar The Red Devils musim ini, Victor Lindelof.

“Agen Boateng telah menyampaikan kepada saya bahwa Boateng ingin meninggalkan Bayern. Jika klub merasa tidak masalah, maka kami akan serius membahas hal tersebut. Namun tentu saja kami tidak akan melepas dirinya secara cuma-cuma. Kami perlu mendapatkan sejumlah uang untuk proses kepindahan dirinya tersebut,” ungkap Rummenigge.

Kroasia vs Denmark: Jalan Lapang Kroasia Ke Perempatfinal

Kroasia vs Denmark: Jalan Lapang Kroasia Ke Perempatfinal

Kroasia dan Denmark akan saling bentrok untuk memperebutkan satu tiket ke babak perempatfinal dini hari nanti. Melihat sepak terjang dari Kroasia sepanjang fase grup, maka sangat wajar jika Luka Modric cs sangat difavoritkan untuk bisa melenggang mulus ke babak perempatfinal.

Pertemuan nanti yang berlangsung di Stadion Nihzny Novgorod akan menjadi pertemuan pertama kedua tim setelah terakhir kali kedua tim ini terlibat bentrok pada 14 tahun silam atau tepatnya pada tahun 2004 lalu. Dalam pertandingan ujicoba itu Kroasia keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.

Jika melihat dari rekor pertemuan kedua tim, maka kedua tim ini sama kuat dengan masing-masing mengantongi 2 kemenangan dan 1 hasil imbang dari lima pertandingan yang pernah terjadi.

Namun dalam laga kali ini Kroasia tentu saja sangat diunggulkan. Hal itu tak lepas dari performa apik yang ditunjukkan oleh pasukan Zlatko Dalic sejak pertandingan pertama mereka di fase grup.

Selain berhasil menyapu bersih semua pertandingan di fase grup dengan kemenangan, Kroasia juga membuktikan bahwa mereka layak menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam gelaran kali ini setelah berhasil mengandaskan perlawanan dari Argentina di pertandingan kedua mereka di fase grup dengan skor meyakinkan 3-0.

Sementara itu, Denmark memang berhasil lolos ke babak 16 besar tanpa mengalami satupun kekalahan. Namun mereka hanya mampu meraih kemenangan tipis atas Peru selagi dua pertandingan lainnya di fase grup melawan Australia dan Prancis berakhir dengan hasil imbang.

Dengan materi gelandang-gelandang tangguh yang dimiliki oleh Kroasia saat ini, maka akan sangat sulit bagi Denmark membuat kejutan dengan menumbangkan Kroasia untuk mengamankan satu tiket ke babak perempatfinal. Jalan Kroasia sepertinya cukup lapang untuk lolos ke babak selanjutnya.

Prediksi skor: Kroasia 3-1 Denmark

Uruguay vs Portugal: Ancaman Bola-Bola Mati

Uruguay vs Portugal: Ancaman Bola-Bola Mati

Uruguay dan Portugal akan saling bunuh dalam laga 16 besar Piala Dunia 2018. Kedua tim ini dikenal berbahaya dalam situasi bola-bola mati. Karena itu, hal itu bisa menjadi hal yang menentukan langkah dari kedua tim tersebut untuk lolos ke babak perempatfinal.

Uruguay menyambut laga ini dengan kondisi yang sangat menjanjikan setelah berhasil meraih poin sempurna di babak fase grup. Selain itu, lini belakang Uruguay juga terlihat sangat kokoh karena sejauh ini mereka belum sekalipun mengalami kebobolan. Sementara itu, Portugal lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai runner-up dibawah Spanyol.

Dalam pertandingan yang akan dilangsungkan di Fisht Stadium dini hari nanti, laga itu akan menjadi pertemuan ketiga antara Uruguay melawan Portugal. Sebelumnya kedua negara itu sempat bertemu di laga persahabatan dengan rekor pertemuan lebih memihak kepada Portugal dengan meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Banyak pihak yang lebih memfavoritkan Portugal untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Akan tetapi, Uruguay tetap harus diwaspadai mengingat mereka telah melewati tiga pertandingan awal dengan performa yang cukup impresif.

Dalam hal pengalaman di ajang Piala Dunia, wakil Amerika Selatan itu unggul jauh dari Portugal. Pasalnya, Uruguay sejauh ini sudah tercatat dua kali memenangi gelar Piala Dunia.

Dari 16 tim yang tersisa saat ini, Uruguay juga menjadi satu-satunya tim yang belum menderita satupun kebobolan. Raihan ini seperti yang mereka catatkan dalam gelaran Piala Dunia 2010 silam. Saat itu Uruguay sukses melaju hingga ke babak semifinal.

Kokohnya lini belakang Uruguay akan mendapatkan cobaan berat dari Cristiano Ronaldo. Peraih gelar pemain terbaik dunia lima kali itu saat ini tercatat telah membukukan empat gol di babak fase grup. Meski demikian, Ronaldo belum pernah sekalipun mencetak gol untuk Portugal ketika berlaga di babak knock-out di ajang Piala Dunia.

Hal itu semakin menarik jika melihat fakta bahwa Uruguay tidak pernah mampu mencatatkan empat kali clean sheet secara beruntun. Jadi pertandingan nanti bisa menjadi semacam tantangan untuk Ronaldo dan lini belakang Uruguay untuk mematahkan rekor buruk sebelumnya.

Fakta menarik lainnya dari kedua tim ini yakni ancaman yang bisa dihadirkan oleh kedua tim ini ketika mendapatkan situasi bola mati. Seluruh gol Uruguay sukses mereka ciptakan dalam situasi tersebut. Sementara tiga dari lima gol yang dicetak oleh Portugal juga lahir dari situasi bola mati.

Melihat keunggulan dari kedua tim tersebut, maka pertandingan nanti diprediksikan akan berjalan ketat dan bukan tidak mungkin akan berlanjut ke babak adu penalti. Namun Portugal layak sedikit diunggulkan untuk bisa melenggang ke babak perempatfinal nantinya.

Prediksi skor: Uruguay 1-2 Portugal

Bekuk Inggris, Belgia Segel Juara Grup

Bekuk Inggris, Belgia Segel Juara Grup

Tim nasional Belgia melaju ke babak 16 besar dengan status sebagai juara grup usai meraih poin sempurna dari tiga pertandingan di fase Grup G Piala Dunia 2018.

Menjalani pertandingan terakhir di Kaliningrad Stadium melawan Inggris, Belgia sukses meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0. Kedua tim yang sama-sama telah memastikan langkah lolos ke babak selanjutnya memilih untuk memainkan mayoritas pemain pelapis di laga ini.

Perubahan starting line-up dari kedua tim ini memang terasa wajar karena untuk menghindari gangguan cedera terhadap pemain utama maupun menjaga kondisi kebugaran para pemain utama mereka untuk persiapan menghadapi babak 16 besar nantinya.

Kedua tim juga terlihat bermain cukup hati-hati di sepanjang pertandingan babak pertama. Situasi sedikit berubah usai memasuki babak kedua dimana beberapa peluang berbahaya diciptakan oleh kedua tim.

Usai melewatkan beberapa peluang, Belgia akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui gol yang diciptakan oleh mantan penggawa Manchester United, Adnan Januzaj. Gol ini tercipta tepatnya pada menit ke-51 babak kedua.

Lolos dengan status juara grup membuat tim besutan pelatih Roberto Martinez itu akan menantang runner-up dari grup H, Jepang di babak 16 besar nanti. Sementara Inggris akan berhadapan dengan wakil dari Amerika Selatan, Kolombia di babak 16 besar.

Di posisi ketiga klasemen ditempati oleh wakil dari Afrika, Tunisia yang dalam pertandingan terakhir sukses mengalahkan Panama dengan skor 2-1.

Langkah Jerman Terhenti di Fase Grup

Langkah Jerman Terhenti di Fase Grup

Kejutan besar terjadi dalam pertandingan terakhir fase Grup F Piala Dunia 2018 antara juara bertahan Jerman melawan Korea Selatan. Membutuhkan kemenangan untuk memastikan langkah lolos ke babak 16 besar, diluar dugaan Jerman harus bertekuk lutut dan mengakui keunggulan lawannya Korea Selatan dengan skor 2-0. Hasil ini memastikan Jerman tersingkir dini dari turnamen dengan status sebagai juru kunci grup F.

Melihat materi pemain dan status juara bertahan jelas membuat Jerman sangat diunggulkan dalam pertandingan yang berlangsung di Kazan Arena. Namun apa yang terjadi diatas lapangan sangat jauh dari prediksi dan berbanding terbalik 180 derajat.

Korea yang mengalami dua kekalahan dari dua pertandingan pertama justru tampil bak kesetanan dan tidak gentar menghadapi para pemain bintang Jerman. Hasilnya tim berjuluk Taegeuk Warriors itu sukses menyakiti Jerman melalui dua gol telat mereka di waktu injury time masing-masing melalui Young-Gwon Kim dan Heung-Min Son.

Skor itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan hasil ini juga mengirim Jerman pulang setelah dipastikan gagal lolos ke babak selanjutnya.

Selain gagal lolos ke babak selanjutnya, Jerman juga harus menanggung malu karena berstatus sebagai juru kunci grup. Meski sama-sama mengumpulkan tiga poin dengan Korea, namun Jerman kalah dalam hal selisih gol.

Sementara itu, dalam pertandingan lainya di grup F, Swedia sukses menaklukkan Meksiko dengan skor telak 3-0. Hasil itu mengantarkan Swedia memuncaki grup F. Meski kalah dengan skor telak dari Swedia, posisi runner-up tetap menjadi milik Meksiko untuk lolos ke babak 16 besar.