Inter Tahan Imbang Barca di San Siro

Inter Milan hampir kembali menelan kekalahan kala bertanding melawan Barcelona di matchday keempat Liga Champions dinihari tadi.

Inter tampil penuh percaya diri dalam pertandingan yang dihelat di San Siro tersebut berbekal kemenangan telak 5-0 yang berhasil mereka raih atas Genoa di ajang Serie A akhir pekan lalu. Meski demikian, sepanjang pertandingan klub arahan pelatih Luciano Spalletti itu terlihat sangat kesulitan.

Barcelona nyaris kembali mendulang kemenangan seperti saat di Camp Nou setelah penyerang mereka, Malcom sukses memberikan keunggulan terlebih dahulu bagi Blaugrana. Beruntung, Inter memiliki penyerang sekelas Mauro Icardi. Penyerang asal Argentina itu sukses menyamakan skor lewat golnya sehingga memastikan timnya meraih satu poin dari pertandingan tersebut.

Pertandingan berjalan dengan ketat sepanjang babak pertama. Meski beberapa peluang tercipta, namun tak ada satupun gol yang berhasil dicetak oleh kedua tim. Skor kacamata menutup 45 menit pertama.

Di babak kedua, pelatih Barcelona melakukan keputusan tepat dengan memainkan Malcom di sepuluh menit sisa waktu pertandingan. Mantan pemain Bordeaux yang masuk menggantikan posisi dari Ousmane Dembele itu sukses memecah kebuntuan timnya setelah berhasil memaksimalkan umpan dari Philippe Coutinho usai tiga menit berada di dalam lapangan.

Gol Malcom itu semakin melecut semangat dari para pemain Inter Milan untuk bisa mencetak gol. Tak ingin menelan malu di depan para pendukung mereka sendiri, Inter terus menggempur lini belakang Barcelona. Usaha Inter akhirnya membuahkan hasil setelah Icardi berhasil mencatatkan namanya di papan skor tiga menit menjelang pertandingan berakhir. SKor 1-1 ini akhirnya bertahan hingga wasit membunyikan peluit panjang.

Tambahan satu poin bagi kedua tim tidak mengubah posisi keduanya di klasemen sementara Grup B.
Barcelona masih kokoh berada di puncak klasemen dengan perolehan sepuluh poin diikuti oleh Inter Milan yang sukses mendulang tujuh poin dari empat pertandingan.

Nainggolan Kecewa Terhadap Perlakuan AS Roma

Karir Radja Nainggolan melesat semenjak dirinya memutuskan bergabung bersama dengan AS Roma. Meski demikian, ia mengaku bahwa dirinya kecewa dengan pihak klub terkait transfer dirinya ke Inter Milan di musim panas lalu.

Pemain tim nasional Belgia berdarah Indonesia itu tercatat bermain untuk Roma selama lima musim. Selama kurun waktu tersebut, ia mencatatkan 200 penampilan dan sukses menyumbangkan 33 gol serta 29 assist untuk Giallorossi.

Ia menjadi bagian penting dari kesuksesan klub untuk terus menembus posisi tiga besar klasemen Serie A selama lima musim tersebut. Musim lalu bahkan ia sukses mengantarkan Roma mencapai babak semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Meski demikian, Nainggolan tetap mencatatkan kontroversi bersama dengan Roma.

Saat perayaan malam tahun baru2018, Nainggolan membagikan sebuah video yang memperlihatkan dirinya tengah berpesta sambil mabuk, merokok serta mengucapkan sumpah serapah. Melihat hal itu, pihak klub merasa geram dan memutuskan menjatuhkan denda kepada mantan pemain Cagliari tersebut. Hal ini juga diyakini sebagai salah satu faktor yang membuat Roma memutuskan untuk menjual dirinya ke klub lain musim panas lalu.

Meski mengakui telah membuat kesalahan sebelumnya, namun Nainggolan tetap merasa tidak dihormati oleh pihak Roma dan merasa tidak bisa menerima hal tersebut jelang kepindahan dirinya ke San Siro untuk bergabung bersama dengan Inter Milan.

“Keputusan ini bukanlah salahku ataupun tidak sepenuhnya salahku. Saya merasa sangat kecewa dengan perlakuan yang saya terima. Meski saya juga membuat kesalahan seperti saat malam pergantian tahun baru, namun Roma telah melakukan banyak hal tanpa sepengetahuan saya. Mereka bertindak tidak seperti pria sejati dengan langsung mengatakannya kepada saya,” ucap Nainggolan.

“Roma ingin menjualku ke klub lain yang tertarik kepadaku padahal saya sama sekali tidak berpikir untuk membuka negosiasi dengan klub-klub tersebut. Mereka memperlakukan saya seperti pemain yang tidak penting dengan melakukan begitu banyak hal dibelakang saya,” tambahnya.

“Ketika pelatih Luciano Spalletti menghubungiku terkait ketertarikan dari Inter Milan, saya langsung mengiyakannya dan tanpa berpikir panjang lagi. Sempat ada penyesalan di awal, namun pada akhirnya saya senang karena mendapatkan sambutan yang baik disini,” tutupnya.

Spalletti Masih Berharap Inter Rekrut Modric

Spalletti Masih Berharap Inter Rekrut Modric

Inter Milan masih belum putus asa dalam upaya mereka mendapatkan pemain bintang milik Real Madrid, Luka Modric. Hal ini langsung disampaikan oleh pelatih Inter, Luciano Spalletti.

Saat ini Inter memang berfokus untuk bisa merekrut satu gelandang tengah anyar di bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya mereka telah kehilangan Arturo Vidal yang lebih memilih untuk menerima pinangan dari raksasa La Liga, Barcelona. Tak ingin kembali kehilangan pemain incarannya, Inter saat ini masih mengupayakan transfer dari Modric.

Saat ini upaya Inter mendapatkan kapten tim nasional Kroasia itu terhalang oleh keengganan dari pihak Real Madrid melepas mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut. Bahkan Presiden Real Madrid, Florentino Perez menegaskan bahwa Modric hanya bisa direkrut pada musim panas ini jika ada klub yang mampu membayar klausul rilisnya yang bernilai hingga 750 juta Euro.

Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan tawaran yang diberikan oleh Inter kepada Madrid. Diketahui, pihak Inter hanya bersedia membayar 15 juta Euro untuk masa peminjaman selama satu musim dan diikutkan dengan bayaran 25 juta Euro untuk mempermanenkan status Modric tahun depan.

Spalletti mengakui bahwa ia dan timnya pasti akan sangat senang jika pada akhirnya transfer Modric ini benar-benar dapat terwujud.

“Klub mencoba memberikan yang terbaik yang bisa kami lakukan untuk mendapatkan Modric,” ucap Spalletti.

“Saya dan seluruh fans Inter tentu bermimpi agar transfer ini benar-benar terwujud. Ia akan menjadi pemain penting di klub manapun dan itu juga akan terjadi jika ia bergabung disini,” lanjutnya.

“Bursa transfer masih belum berakhir dan apapun masih bisa terjadi untuk saat ini. Jika transfer ini gagal dan pada akhirnya kami mampu membuat kesepakatan dengan Lionel Messi, maka hal itu akan saya terima dengan sangat senang hati,” tutup mantan pelatih AS Roma tersebut.