Giroud Optimis Kontraknya Di Perpanjang Chelsea

Giroud Optimis Kontraknya Di Perpanjang Chelsea

Penyerang milik Chelsea, Olivier Giroud memberikan sedikit pandangan dirinya mengenai kelanjutan kariernya bersama dengan The Blues. Kontrak Giroud bersama dengan klub London Barat itu akan berakhir musim panas tahun depan. Ketika direkrut dari Arsenal bulan Januari lalu, Giroud memang hanya mendapatkan kontrak selama satu setengah musim.

Dengan situasi seperti saat ini, maka awal tahun depan Giroud sudah bebas bernegosiasi dengan klub manapun andai dirinya tidak mendapatkan tawaran perpanjangan kontrak baru dari Chelsea.

Mengenai hal tersebut, penyerang berpaspor Prancis itu mengaku bahwa dirinya cukup yakin bahwa pihak manajemen Chelsea akan menggunakan opsi perpanjangan kontrak yang diikutkan di dalam kontraknya saat ini. Meskipun demikian, ia tidak ingin memastikan hal apapun saat ini dan tidak ingin menutup semua kemungkinan yang bisa saja terjadi nantinya.

“Saat ini kontak saya masih menyisakan satu tahun dan di dalam kontrak saya juga ada opsi untuk memperpanjang kontrak selama satu tahun lagi. Saya kira kontrak baru akan diberikan oleh pihak manajemen kepada saya karena saya cukup yakin mengenai hal tersebut,” ungkap mantan penyerang Arsenal tersebut.

“Namun hal tersebut tidak bisa saya pastikan saat ini. Tawaran kontrak baru bukanlah hal yang bisa saya putuskan. Saya hanya optimis mengenai hal tersebut. Namun kita lihat saja apa yang akan terjadi tahun depan disekitar bulan April ataupun Mei. Saya tidak ingi memastikan hal apapun untuk saat ini dan kita lihat saja nanti apa yang terjadi ke depannya,” tutup penyerang yang ikut membantu Prancis memenangi gelar Piala Dunia 2018 tersebut.

Fiorentina Rekrut Winger Muda Juve

Fiorentina Rekrut Winger Muda Juve

Juventus kehilangan salah satu pemainnya di sektor sayap setelah memutuskan untuk melepas Marko Pjaca ke Fiorentina dengan status pinjaman selama satu musim penuh pada bursa transfer musim panas ini.

Untuk bisa mendapatkan Pjaca dengan status pinjaman, La Viola harus merogoh kocek sebesar 2 juta Euro kepada Bianconeri. Peminjaman ini juga diikutkan dengan opsi kontrak permanen pada musim panas tahun depan. Jika ingin mengaktifkan opsi tersebut, Fiorentina harus kembali menggelontorkan dana kepada Juventus sebesar 20 juta Euro.

Pemain berusia 23 tahun itu bergabung bersama dengan Juventus pada tahun 2016 silam. Performa apik yang ditampilkan oleh Pjaca di ajang Piala Eropa 2016 di Prancis sukses mencuri perhatian Juventus sehingga pihak klub bersedia menebusnya dari Dinamo Zagreb. Namun dirinya terlihat sulit bersaing di Juventus sehingga mendapatkan menit bermain yang sangat minim bersama klub asal Turin tersebut.

Meski sempat dimainkan dalam 20 pertandingan di musim perdananya, namun hanya 3 kali dirinya tampil sebagai starter dari jumlah tersebut.

Minimnya menit bermain yang didapatkan oleh Pjaca tak lepas dari gangguan cedera yang terus menerus mengganggu dirinya. Ia sempat melewatkan tiga bulan pertandingan setelah mendapatkan cedera retak tulang fibula. Kondisi lebih parah dialami olehnya saat menderita cedera lutut yang memaksanya harus absen selama enam bulan.

Musim lalu Pjaca juga menjalani masa peminjaman bersama dengan Schalke 04. Namun selama membela klub asal Jerman itu, pemain asal Kroasia itu gagal menampilkan performa terbaiknya sehingga hanya dipercaya turun bermain dalam sembilan pertandingan.

Namun ia tetap dipercaya masuk ke dalam skuat tim nasional Kroasia yang berlaga di ajang Piala Dunia 2018 lalu. Sepanjang turnamen ia tercatat tampil dalam tiga pertandingan dan ikut membawa negaranya melaju hingga ke babak final sebelum ditaklukkan oleh Prancis dengan skor 4-2.

Swedia vs Inggris : Kemenangan Di atas kertas

CARISITUSPOKER.com – Sabtu (07/07) , Pertandingan Seru antara Swedia vs Inggris disajikan dalam Babak Knockout 8 Besar Piala Dunia yang Dilangsungkan di SAMARA ARENA. Perebutan untuk Menduduki Posisi Ke-empat Dalam Lanjutan FIFA World Cup Berlangsung Seru.

Jual Beli Serangan yang Diperlihatkan Swedia maupun Inggris sangat Terasa Panas. Kedua Tim yang sama-sama ingin Menuju Babak Selanjutnya untuk memasuki Semi Final saling memperlihatkan Ketajaman masing-masing Strikernya.

SWEDIA VS INGGRIS : Ketajaman Insting Serta Mental Juara

Pertandingan Antara Swedia dan Inggris Tahun 2018, Tercatat Sebagai Pertemuan ke-23 untuk Kedua Pihak. Dimana Inggris Mengungguli Swedia Delapan kali dan Swedia Mengungguli Inggris Tujuh kali , Sisa Sembilan Pertemuan berakhir dengan Seri.

Kick off Dimulai Pukul 21:00 WIB , Peluit ditiup menandakan Pertandingan Sudah Dimulai. Dan Selama 10 Menit Pertama Pertandingan Emil Forsberg Merupakan Pemain yang Belum menyentuh Bola dalam Menit-menit awal Tersebut.

Tepat Pada Menit ke 30′ , The Three Lions berhasil memecah kebuntuan Lewat Tandukan Harry Maguire. Berkat Umpan Silang Alexander Young, Maguire yang Tepat berada di depan mulut gawang Swedia berhasil menanduk bola tersebut dan Dijadikan Gol.

Skor 0-1 Bertahan Sampai turun minum. Catatan Menarik Sepanjang Babak pertama yakni , Swedia Tidak pernah membalikkan keadaan hingga memenangkan Pertandingan ketika dalam posisi Tertinggal di babak pertama. Tercatat Mereka Imbang Dua Kali dan Kalah Sembilan Kali.

Memasuki Babak Kedua Tepat di menit 58′ Inggris Berhasil memperlebar jarak Dengan Gol Kedua Berkat Penyerang Muda Dele Alli. Menerima Umpan Silang dari Lingard, Dengan Kepercayaan diri yang penuh Dele Alli yang sukses menghindari penjagaan langsung menanduk bola.

Skor 0-2 Membuat Swedia Semakin Tertekan untuk bermain Impresif. Alhasil pada menit ke 65′ Pelatih Swedia Menarik Ola Toivonen untuk digantikan dengan John Guidetti. Serta Menarik keluar Emil Forsberg untuk digantikan ke Martin Olsson dengan harapan Lini Tengah dapat Berkembang.

Kemenangan Inggris dalam Pertandingan Swedia vs Inggris Malam Tadi Merupakan Kelolosan Ketiga Untuk Inggris dalam Perhelatan Piala Dunia dimana sebelumnya inggris juga berhasil masuk ke Semi-Final pada Tahun 1996 dan 1990.

Pertandingan Swedia vs Inggris Berhasil Dimenangkan Inggris dengan Skor 0-2

Belgia Tak Gentar Hadapi Brasil

Belgia Tak Gentar Hadapi Brasil

Tim nasional Belgia mengakui kualitas yang dimiliki oleh para pemain Brasil jelang pertemuan keduanya di babak perempatfinal Piala Dunia 2018. Meski demikian, Belgia tetap optimis dengan peluang mereka untuk bisa lolos ke babak semifinal dengan menumbangkan wakil dari Amerika Selatan tersebut.

Pertandingan kedua tim tersebut akan dilangsungkan di Kazan Arena pada Sabtu dini hari WIB. Laga nanti diyakini akan berjalan seru dengan kedua tim sama-sama mengusung strategi menyerang dan sama-sama memiliki pemain-pemain terbaik dunia.

Bek andalan sekaligus kapten tim Belgia, Vincent Kompany mengakui bahwa saat ini Brasil memiliki pemain-pemian yang bagus secara individu dan sejauh ini mereka telah tampil solid sebagai sebuah tim. Selain itu, Brasil juga memiliki lini pertahanan tangguh dengan hanya menderita satu kali kebobolan dari empat laga yang telah dilalui.

Meski demikian, hal itu bukan berarti Belgia sudah mengakui keunggulan Brasil dalam laga nanti.

“Kami harus mengakui bahwa Brasil merupakan tim terkuat yang ada di turnamen ini. Meski demikian, hal tersebut tidak akan mengubah apapun terkait peluang kami untuk lolos ke babak semifinal,” ucap Kompany.

“Pertemuan dengan Brasil sama sekali tidak membuat satupun dari kami merasa sangat khawatir dan telah merasa kalah sebelum bertanding. Mereka memang saat ini terlihat sangat tangguh dengan hampir selalu unggul dalam hal bertahan maupun menyerang,” tambahnya.

“Pemain-pemain mereka selalu siap untuk menghadapi situasi satu lawan satu dan berusaha untuk melewati lawan-lawannya. Mereka selalu memiliki cara untuk bisa membuka rapatnya lini pertahanan lawan-lawan mereka. Namun kami sama sekali tak merasa gentar untuk melawan mereka,” tegas bek milik Manchester City tersebut.

Uruguay vs Portugal: Ancaman Bola-Bola Mati

Uruguay vs Portugal: Ancaman Bola-Bola Mati

Uruguay dan Portugal akan saling bunuh dalam laga 16 besar Piala Dunia 2018. Kedua tim ini dikenal berbahaya dalam situasi bola-bola mati. Karena itu, hal itu bisa menjadi hal yang menentukan langkah dari kedua tim tersebut untuk lolos ke babak perempatfinal.

Uruguay menyambut laga ini dengan kondisi yang sangat menjanjikan setelah berhasil meraih poin sempurna di babak fase grup. Selain itu, lini belakang Uruguay juga terlihat sangat kokoh karena sejauh ini mereka belum sekalipun mengalami kebobolan. Sementara itu, Portugal lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai runner-up dibawah Spanyol.

Dalam pertandingan yang akan dilangsungkan di Fisht Stadium dini hari nanti, laga itu akan menjadi pertemuan ketiga antara Uruguay melawan Portugal. Sebelumnya kedua negara itu sempat bertemu di laga persahabatan dengan rekor pertemuan lebih memihak kepada Portugal dengan meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Banyak pihak yang lebih memfavoritkan Portugal untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Akan tetapi, Uruguay tetap harus diwaspadai mengingat mereka telah melewati tiga pertandingan awal dengan performa yang cukup impresif.

Dalam hal pengalaman di ajang Piala Dunia, wakil Amerika Selatan itu unggul jauh dari Portugal. Pasalnya, Uruguay sejauh ini sudah tercatat dua kali memenangi gelar Piala Dunia.

Dari 16 tim yang tersisa saat ini, Uruguay juga menjadi satu-satunya tim yang belum menderita satupun kebobolan. Raihan ini seperti yang mereka catatkan dalam gelaran Piala Dunia 2010 silam. Saat itu Uruguay sukses melaju hingga ke babak semifinal.

Kokohnya lini belakang Uruguay akan mendapatkan cobaan berat dari Cristiano Ronaldo. Peraih gelar pemain terbaik dunia lima kali itu saat ini tercatat telah membukukan empat gol di babak fase grup. Meski demikian, Ronaldo belum pernah sekalipun mencetak gol untuk Portugal ketika berlaga di babak knock-out di ajang Piala Dunia.

Hal itu semakin menarik jika melihat fakta bahwa Uruguay tidak pernah mampu mencatatkan empat kali clean sheet secara beruntun. Jadi pertandingan nanti bisa menjadi semacam tantangan untuk Ronaldo dan lini belakang Uruguay untuk mematahkan rekor buruk sebelumnya.

Fakta menarik lainnya dari kedua tim ini yakni ancaman yang bisa dihadirkan oleh kedua tim ini ketika mendapatkan situasi bola mati. Seluruh gol Uruguay sukses mereka ciptakan dalam situasi tersebut. Sementara tiga dari lima gol yang dicetak oleh Portugal juga lahir dari situasi bola mati.

Melihat keunggulan dari kedua tim tersebut, maka pertandingan nanti diprediksikan akan berjalan ketat dan bukan tidak mungkin akan berlanjut ke babak adu penalti. Namun Portugal layak sedikit diunggulkan untuk bisa melenggang ke babak perempatfinal nantinya.

Prediksi skor: Uruguay 1-2 Portugal