Ernesto Valverde: Tak Ingin Lepaskan Ivan Rakitic

Ernesto Valverde: Tak Ingin Lepaskan Ivan Rakitic

BeritaBola – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde mulai berdoa untuk gelandang serangnya Ivan Rakitic agar tidak dilepaskan oleh Barcelona. Sebab pemain ini menjadi incaran beberapa klub besar Eropa.

Sebenarnya Barca sudah melakukan perubahan di lini tengahnya dan mereka tidak ragu untuk melepaskan pemain mereka sekaligus mendatang pemain baru.

Adapun beberapa pemain yang sudah dilepas seperti, Paulinho, Andres Iniesta dan Andre Gomes dan sempat ada kabar bahwa Ivan Rakitic akan dijual Manajemen Barcelona.

Ernesto Valverde juga menyatakan bahwa dirinya masih memerlukan kinerja Rakitic musim ini, dan ia juga mendoakan pemain ini agar tetap bertahan lebih lama lagi.

Diluar sana banyak sekali klub raksasa seperti Paris Saint Germain yang ingin memiliki pemain ini dan PSG juga menyatakan bahwa mereka akan membayar berapa pun mahar yang disebutkan.

“Ivan Rakitic pemain yang sangat penting bagi klub dan banyak berperan banyak untuk Barcelona, menurut saya jika Rakitic dilepaskan maka kita sudah melepaskan pemain yang nan apik ini” ucap Ernesto Valverde.

Sementara itu Barcelona sempat meminjamkan pemainya Rafinha ke Inter Milan dan Rafinha berhasil bermain bagus bersama Inter, sebenarnya Inter ingin sekali membeli Rafinha tapi Inter masih kekurangan dana sebensar 35 juta Euro.

Bagi Ernesto Valverde tidak ada masalah jika Rafinha dimiliki klub lain, meskipun tidak ada masalah Ernesto masih berharap agar tetap memberikan hasil memuaskan selama ia bersama Barcelona.

N’Golo Kante Dulunya Seorang Pemulung

London – Pemain asal Prancis, N’Golo Kante merupakan pemain yang menuai berkah atas keberhasilannya  di ajang Piala Dunia 2018 lalu. Ia bermain dengan penampilan ful performa sehingga Prancis pun berhasil mendapatkan gelar juara pertama di Piala Dunia 2018 saat melawan Kroasia.

Saat Prancis berhasil mendapatkan gelar juaranya Kante menjadi sorotan tajam bagi klub-klub besar Inggris, Sayangnya Kante masih terikat kontrak dengan The Blues selama lima tahun dari Leicester City.

Kante adalah pemain gelandang yang sangat pemalu, tapi kini ia mengantongi gaji sebesar 200.000 Pounsterling sekitar 3,7 miliyar per pekannya sekaligus menjadi salah satu pemain yang bergaji tinggi di The Blues.

Untuk bursa transmarket Kante kini bernilai 80 juta pounsterling sekitar 1,68 triliyun yang hampir setara dengan gelandang Manchester United, Paul Pogba sekaligus merupakan rekan setimnya di Prancis.

N'Golo Kante Dulunya Seorang Pemulung

Meskipun nama Kante yang sedang naik daun dan bergaji tinggi, Kante tetap menjadi sosok yang seperti dulu dan selalu rendah hati kepada semua orang.

Sebelumnya menjalani karier nya sebagai pesepakbola, Kante dulunya seorang pemulung dan ibunya hanya bekerja sebagai tukang cuci dan bersih-bersih.

Pemain berdarah Mali ini sudah tidak memiliki ayah sejak ia berusia 11 tahun, pada saat itu Kante memulai cita-citanya menjadi pesepakbola yang bergabung dengan klub yang tidak tergolong klub ternama yaitu JS Surensnes.

Tak lama setelah berhasil di klub JS Surensnes, Kante pun meneruskan bakatnya bersama Leicester City dan sekarang ia sudah bersama dengan Klub besar Inggris yakni Chelsea atau the blues.

Mina Merapat Ke MU

Mina Merapat Ke MU

Manchester United menargetkan untuk bisa mendatangkan satu bek tengah tangguh pada bursa transfer musim panas ini untuk semakin memperkuat skuat yang telah ada saat ini. Beberapa nama sempat dikaitkan dengan kepindahannya ke Old Trafford seperti Toby Alderweireld dan Harry Maguire. Akan tetapi, United sepertinya mengurungkan niat untuk menuntaskan transfer tersebut setelah mengetahui harga mahal yang dituntut oleh klub pemilik pemain-pemain tersebut.

Melihat performa apik yang ditampilkan oleh Alderweireld dan Maguire pada gelaran Piala Dunia 2018 lalu, baik Tottenham Hotspur maupun Leicester City kompak memasang harga mahal bagi klub manapun yang menginginkan jasa pemain mereka tersebut pada bursa transfer musim panas ini. Leicester City memagari Maguire dengan harga mencapai 65 juta Pounds atau jika dirupiahkan mencapai 1 triliun lebih.

Melihat harga yang sangat tinggi untuk seorang pemain belakang, United akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan upaya merekrut Maguire dan mengalihkan perhatian kepada pemain lainnya. Opsi lain yang ingin direkrut oleh United yakni bek muda milik Barcelona, Yerry Mina. Kebetulan pemain yang bersangkutan juga tampil tak kalah apik saat membela tim nasional Kolombia di ajang Piala Dunia 2018 lalu. Selain itu, harga Mina juga diyakini tidak akan semahal Alderweireld ataupun Maguire.

Tim besutan manajer Jose Mourinho itu diyakini sudah bisa mengamankan jasa Mina musim depan hanya dengan dana sebesar 30 juta Pounds. Harga tersebut tentu bukanlah nilai yang sulit untuk dipenuhi tim sekelas United.

Barcelona selaku klub pemilik Mina juga diyakini akan dengan senang hati menerima tawaran tersebut melihat posisi Mina di skuat Blaugrana saat ini. Musim lalu Mina kesulitan untuk bersaing mendapatkan menit bermain. Selain itu, performa bek berusia 23 tahun itu juga dianggap sangat jauh di bawah ekspektasi. Jadi jika ada tawaran yang cukup menarik bagi Barcelona terkait Mina, maka diyakini pihak klub akan menerima tawaran tersebut.

Tersingkir, Falcao Kecam Wasit

Tersingkir, Falcao Kecam Wasit

Kolombia dipastikan tersingkir di ajang Piala Dunia usai takluk dari Inggris di babak 16 besar. Menanggapi kekalahan timnya, Radamel Falcao melayangkan kritik kepada wasit yang ia anggap lebih memihak kepada tim Inggris.

Dalam pertandingan yang dihelat di Spartak Stadium, Kolombia dan Inggris sebenarnya bermain imbang selama 120 menit dengan skor 1-1. Pemenang akhirnya harus ditentukan dari babak adu penalti dan di babak ini Inggris akhirnya lolos dengan keunggulan 4-3.

Usai mengakhiri babak pertama dengan skor kacamata, tim besutan pelatih Gareth Southgate akhirnya unggul melalui eksekusi penalti dari penyerang andalan mereka, Harry Kane di menit ke-57. Hukuman ini didapat Kolombia usai Carlos Sanchez melanggar Kane di kotak terlarang.

Kemenangan di depan mata Inggris harus pupus ketika Kolombia sukses menyamakan kedudukan di masa injury time melalui tandukan dari Yerry Mina. Bek milik Barcelona itu sukses mengkonversikan sepak pojok yang dilepaskan oleh Juan Cuadrado dengan baik.

Pertandingan kedua tim ini berlangsung cukup keras dimana tercatat sepanjang jalannya pertandingan Kolombia melakukan 23 kali pelanggaran. Jumlah pelanggaran tersebut menghasilkan enam kartu kuning untuk Los Cafeteros. Sementara Inggris melakukan 13 kali pelanggaran yang berbuah dua kartu kuning untuk para pemainnya.

Mengenai hal tersebut, Falcao menuding bahwa wasit asal Amerika Serikat, Mark Geiger bertindak tidak sportif dan hanya menguntungkan satu pihak saja.

“Saya merasa aneh dengan terpilihnya wasit asal Amerika untuk memimpin pertandingan ini,” buka Falcao.

“Saya merasa ada banyak keputusan yang meragukan dari dirinya. Ia hanya bisa berbicara bahasa Inggris dan hal tersebut terasa sangat bias. Keputusan yang ia buat membuat gawang kami harus kebobolan dan saya rasa hal itu sangat jelas,” tambahnya.

“Kami merasa sangat terganggu dengan keputusan-keputusan yang ia berikan karena dalam setiap situasi 50-50 ia selalu memberikan keuntungan bagi Inggris. Ia tidak bersikap adil dan tidak memberikan keputusan yang sama bagi kedua tim,” sesalnya.

“Saat ia ragu untuk membuat keputusan, ia selalu menghampiri tim Inggris dan saya rasa sangat mengecewakan hal seperti ini bisa terjadi dalam ajang sekelas Piala Dunia di babak 16 besar ini,” tutup mantan penyerang Manchester United dan Chelsea tersebut.