Untuk serial komik ini, telah diterjemahkan kedalam banyak bahasa dan juga dapat ditemukan dibanyak negara di dunia. Komik ini mungkin adalah komik prancis yang paling populer di dunia. Kunci kesuksessan dari serial komik ini terletak pada ceritanya yang selalu mengandung elemen menghibur untuk semua kalangan orang, baik dari kalangan anak-anak sampai orang dewasa dengan adegan berkelahi dan kelucuan visualnya, dan untuk orang dewasa lebih terhibur oleh berbagai parodi dan permainan kata yang ada dalam cerita.

Humor yang dijumpai dalam komik khas Pranscis adalah sering menggunakan permainan kata, karikatur dari tokoh itu sendiri, dan berdampak sangat baik kepada penggemarnya karena tidak monoton hanya dengan ilustrasi gambar yang hanya begitu saja.

Sampul asli komik Asterix telah laku terjual senilai lebih dari 1,4 juta euro, jika dirupiahkan berkisar lebih kurang 22,2 milyar dalam sebuah pelelangan di Paris. Nilai fantastis tersebut tujuh kali lipat lebih tinggi dari harga awal yang di prediski, dikutip dari BBC.

Komik pada era tahun 1964 yang berjudul Le Tour de Gaule d’Asterix ini,telah ditandatangani penciptanya sendiri, Rene Goscinny dan Albert Uderzo.

Rumah pelelangan paris yang dimaksudkan adalah bernama Rumah pelelangan Drouot, kedua pencipta komik tersebut menanda tangani dan mendedikasikannya kepada prosduser TV dan film Prancis, Pierre Tchernia.

Untuk ilustrasi lain yang didedikasikan kepada pria yang sama, juga terjual dengan nilai yang fantastis yaitu dengan nominal 1,2 juta Euro atau sekitar Rp 19 Milyar.

Dengan mengambil latar belakang pada era zaman 50 SM, komik tersebut bercerita tentang dua orang sahabat yaitu Obelix dan Asterix yang berusaha melindungi tanah mereka dari invasi orang romawi dengan bantuan dari ramuan ajaib yang memberi mereka kekuatan yang begitu besar setelah meminum ramuan tersebut. Ratusan juta komik Asterix pun laku terjual setelah series ini dimulai debutnya dengan latar belakang yang tidak begitu jauh berbeda dari film ini sendiri.

Gosciinny sendiri meninggal pada tahun 1977, dan Uderzo pun menyerahkan kendali Azterix kepada seniman lainnya untuk dapat dilanjutkan agar tokoh Asterix sendiri tidak vakum dan dapat terus dinikmati oleh banyak orang di dunia.

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*