Ernesto Valverde Tidak Mau Perpanjang Kontrak Dengan Barcelona

Keberadaan Ernesto Valverde, pelatih tim Barcelona di Camp Nou masih belum jelas. Masa depan Ernesto dikabarkan masih enggan untuk memperpanjang kontraknya di Barcelona. Ini merupakan kali pertamanya Vedre melatih Barcelona. Dirinya menjadi pengganti Luis Enrique di El Blaugrana.

Semenjak kepelatihan Valvedre di Barcelona sejak tahun 2017, dirinya tidak butuh waktu lama untuk bisa memberikan performa terbaiknya di Barcelona sebagai pelatih. Dimusim pertama kepelatihannya sebagai pelatih, dirinya berhasil sukses memberikan trofi ajang La Liga dan Copa Del Rey untuk Barcelona.

Keberadaan Ernesto Valverde, pelatih tim Barcelona di Camp Nou masih belum jelas. Masa depan Ernesto dikabarkan masih enggan untuk memperpanjang kontraknya di Barcelona

Pihak dari Barcelona senditi dikabarkan ingin memperpanjang kontrak dan kerja sama dengan sang pelatih yann akan berakhir pada akhir musim ini. Tetapi saat dilansir oleh media Sport, pelatih berumur 54 tahun ini masih tidak mau untuk menambah masa kepelatihannya di Camp Nou.

Dari Laporan tersebut, alasan utama dari Velvedre untuk berhenti dari Blaugrana adalah karena memiliki tekanan besar karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa Barcelona menjadi salah satu klub terbesar didunia dan menuntutnya untuk bisa menjadi juara pada setiap musimnya. Tidak ada toleransi tanpa trofi untuk tim mereka.

Valverde dikabarkan merasa tertekan dan menganggap tuntutan tersebut sangatlah terlalu besar sehingga dirinya memutuskan untuk tidak mau membicarakan dan menunda pembicaraan soal kontrak barunya di Camp Nou.

Selain tekanan besar dan berdasarkan dari laporan media yang sama, Velverde dikabarkan juga tidak mau memperpanjang kontraknya karena sikap tidak percaya dari direksi Barca terhadap dirinya karena dianggap gagal untuk mempersembahkan trofi dalam ajang Liga Champions musim lalu.

Oleh karena hal tersebutlah Valverde muali sudah tidak merasa nyaman di Camp Nou dan mempertimbangkan untuk hengkang dari klub yang dia latih sejak awal musim 2017.

Silvio Berlusconi Punya Klub Baru Bernama SS Monza

Silvio Berlusconi tidak pernah bisa lepas dari mantan klubnya, AC Milan. Bahkan setelah membeli klub baru teranyar, SS Monza, Berlusconi memiliki cita – cita untuk membawa klubnya tersebut untuk bertemu dengan AC Milan di Serie A nantinya.

Berlusconi pernah menjadi pemilik dan juga penguasa dari AC Milan sejak tahun 1986. Banyak performa dan pencapaian baik yang diberikan untuk Rossoneri. Tetapi mantan Perdana Menteri Italia tersebut harus hengkang dan mundur dari AC Milan sejak tahun 2017 lalu.

Silvio Berlusconi tidak pernah bisa lepas dari mantan klubnya, AC Milan. Bahkan setelah membeli klub baru teranyar, SS Monza

Tidak lama berselang setelah kemunduran Berlusconi dari Milan, dirinya masih belum bisa jauh dari dunia sepakbola. Bersama dengan kompatriotnya, Adriano Galliani, dirinya mengambil alih kepemilikan tim SS Monza. Finivest yang merupakan perusahann yang mengendalikan Milan dulu sudah menjadi pemilik 100% dari saham Monza.

Monza masih bermain di Serie C atau pada kasta ketiga kompetisi di Italia pada musim 2018 – 2019 ini. Berlusconi memiliki ambisi besar untuk bisa membawa klub Monza tersebut untuk berlaga di Serie A.

Monza masih berlaga di Serie C saat ini. Sampai Giornata ke-6, Monza berada dalam posisi ketiga dengan berhasil mengumpulkan 11 poin diposisi klasemen sementara. Mereka hanya berbeda satu poin dengan Pordenone yang saat ini berada diposisi puncak klasemen. Monza pun memiliki performa terbaik saat melakukan laga.

Memang tidak heran jika Berlusconi memiliki ambisi terbesar untuk Monza dimusim ini. Jalan Berlusconi untuk bisa membawa Monza ke Serie A memanglah masih panjang. Setidaknya mereka harus dulu mampu berlaga di Serie B tetapi Berlusconi sendiri sudah memiliki rencana matang dan sudah siap menantang Milan pada laga Serie A dimasa mendatang.

Guardiola Tidak Percaya Manchester City Mampu Menjuarai Liga Champions

Eks pelatih dari Real Madrid, Josep Guardiola tidak yakin jika Manchester City mampu menjuarai ajang Liga Champions. Seperti yang kita ketahui bahwa City dihuni oleh pemain – pemain berkelas dunia yang mampu melakukan persaingan diajang Liga Champions.

Untuk Guardiola sendiri, Liga Champions merupakan komptesi yang sangat istimewa. Tidak sembarangan tim bisa ikut berpartisipasi dan bisa menjuarai kompetisi antar tim besar diajang Liga Europe.

Eks pelatih dari Real Madrid, Josep Guardiola tidak yakin jika Manchester City mampu menjuarai ajang Liga Champions

Semenjak dibawah kepelatihan Guardiola, Manchester City berhasil menjadi salah satu tim terkuat di Eropa. Musim lalu, The Citizens bahkan bisa menjuarai ajang Premier League dengan menciptakan banyak rekor. Rekor tersebut diantaranya adalah pemgumpulan poin untuk gol terbanyak dan selisih poin terbesar dari pemegang posisi kedua di klasemen.

Walaupun demikian, City masih kelihatan dan terbukti masih mengalami kesulitan dalam ajang Liga Champions. Performa terbaik dari City adalah mereka berhasil sukses mencapai babak semifinal pada musim 2015/2016 musim lalu.

Setelah itu, City juga belum pernah melangkah sampai jauh. Guardiola pun sadar bahwa Manchester City masih harus menjaga tim untuk bisa menjadi lebih konsisten jika ingin tampil prima dan sempurna di Eropa.

Walaupun menjabat sebagai pelatih di City, Guardiola mengakui bahwa juara Liga Champions selalu didominasi dengan klub besar diantaranya oleh Barcelona dan Real Madrid. Dirinya sadar kedua tim tersebut memiliki rekor sejarah yang jauh lebih besar dari City, begitu juga dengan AC Milan.

Guardiola juga mewaspadai ancaman dari Juventus yang saat ini memiliki Cristiano Ronaldo. Dirinya juga menyebutkan kestabilan permainan dari klub Atletico Madrid di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Manuel Neuer: Dirinya & Rekan Setimnya Siap Untuk Dipermak Menjadi Lebih Baik

Manuel Neuer, kiper timnas Jerman menegaskan bahwa dirinya dan rekan setimnya semua siap untuk dipermak untuk menjadi lebih baik guna mengakhiri tren buruk dalam beberapa pertandingan terakhir. Dia percaya bahwa perubahan tersebut akan memberikan dampak positif untuk timnya.

Performa dari timnas Jerman memang sedang dalam kondisi yang tidak konsisten. Berada dibawah kepelatihan dari Joachim Low, mereka hanya berhasil memenangkan tiga laga dan harus mengalami lima kali kekalahan dari 12 laga terakhir diseluruh ajang kompetisi.

Kiper Jerman, Manuel Neuer (kiri) dan bek Jerome Boateng saat menghadiri sesi pelatihan tim di Munich, Jerman

Sebelumnya, timnas Jerman harus kalah telak dari Belanda dengan skor akhir 0 – 3 dalam laga lanjutan Liga A Group 1 UEFA Nations League 2018 di Stadion Johan Cruijff Arena, Minggu, 14 September 2018 dini hari WIB.

Neuer mengatakan, “Saya tidak tahu apakah setiap pemain akan merasakan bahwa posisi mereka tidak aman. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang harus dipertanyakan kepada satu per satu pemain. Kami semua menjelaskan kepada pelatih kami kalau kami sudah siap untuk menghadapi tantangan ini”.

“Saat anda mengalami kekalahan dalam sebuah laga, hal tersebut pasti akan menimbulkan banyak kritikan dan publik pasti akan berbicara negatif mengenai klub. Tetapi hal itu bisa saja jadi hal yang sangat berbeda seperti yang sudah anda lihat”, tambah Nuer.

Setelah harus kalah kontra Belanda, timnas Jerman akan melakukan laga yang sulit lagi yaitu mereka akan melawan Prancis dalam laga ketiga Liga A Group 1 UEFA Nations League 2018 di Stadion Stade de France, Selasa, 16 Oktover 2018 WIB.

Roberto Mancini Anggap UEFA Nations League Bukan Hal Utama Untuk Timnas Italia

Timnas asal Italia baru saja berhasil mengumpulkan satu pon dari dua laga yang dijalani mereka dalam ajang UEFA Nations League  Liga A Group 3. Roberto Mancini, pelatih timnas Italia tersebut menyatakan bahwa tidak perlu terlalu khawatir akan hal tersebut.

Mancini beranggapan bahwa UEFA Nations League tersebut bukanlah menjadi prioritas utama dari Timnas Italia. Dia menegaskan, target utama mereka adalah pada ajang Euro 2020.

Timnas asal Italia baru saja berhasil mengumpulkan satu pon dari dua laga yang dijalani mereka dalam ajang UEFA Nations League  Liga A Group

Italia akan menjalani pertandingan melawan Polandia pada Senin, 15 Okt 2018. Sama halnya dengan Italia, Polandia baru berhasil mengumpulkan satu poin dan tertinggal sangat jaug dengan Portugal yang sudah berhasil mengumpulkan enam poin diklasemen sementara.

Pada laga pertama, Italia dan Polandia harus mengakhir laga dengan skor akhir 1 – 1 di Bologna. Kemudian, mereka sama-sama mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Portugal. Italia harus takluk dengan skor 0 – 1 sedangkan untuk Polandia harus berkahir dengan 2 – 3.

Dilansir oleh Football Italia, saat konfrensi pers pralaga, Mancini mengatakan, “Perjalanan saya sebagai pelatih di timnas ini sudah dimulai sejak Mei lalu. Targetnya hanya untuk mempersiapkan tim untuk babak kualifikasi ke Euro 2020”.

Mancini diangkat sebegai pelatih setelah kegagalan Italia untuk lolos ke ajang Piala Dunia 2018. Dalam lima laga yang dijalani bersama Mancini, Italia baru saja menang sebanyak satu kali. Kemenangan tersebut didapati saat laga friendly melawan Arab Saudi dengan skor akhir 2 – 1. Saat laga terakhir ini, Italia ditahan imbang oleh Ukraina dengan skor 1 – 1.

“Jika nanti dalam laga melawan Polandia, mereka mengalami kekalahan, hal tersebut bukanlah menjadi masalah dan bukan berarti juga mereka gagal untuk lolos ke Euro dan tidak main lagi. Karena hal ini bisa terjadi juga pada timnas Kroasia, Jerman dan Inggirs”, tutup Mancini

Pembelaan Andrea Barzagi Terhadap Ronaldo Soal Dugaan Pemerkosaan

Andrea Barzagi, bek veteran asal Juventus ini angkat bicara soal tuduhan pemerkoasan yang menyangkut teman setimnya, Cristiano Ronaldo. Barzagli mendukung penuh atas kejadian yang meninmpanya tersebut.

Dilansir oleh media Football Italia, Barzagli mengatakan, “Dirinya tetap tenang. Sudah sangat jelas bahwa dirinya memang dalam performa terbaik saat berada diluar lapangan tetapi dirinya membuktikan bahwa dia adalah seseorang yang profesional.

Andrea Barzagi, Bek Veteran Juventus

Seperti yang kita ketahui, Cristiano Ronaldo saat ini sedang dalam masalah, dirinya dituduh telah melakukan tindakkan asusila kepada wanita asal Amerika Serikat (AS), Katryn Mayorga. Perbuatan tersebut kabarnya dilakukan saat Ronaldo berada di Las Vegas, 2009 silam.

Dengan tuduhan tersebut sangat berdampak terhadap karir Ronaldo dalam dunia sepak bola. Fernando Santos, pelatih timnas asal Portugal memutuskan untuk tidak mengikut sertakan Ronaldo dalam laga uji coba.

Santos juga menginginkan Ronaldo berkonsentrasi penuh dalam menyelesaikan masalahnya. Melalui pengecaranya, Ronaldo sudah membantah keras tentang masalah dan tuduhan yang menimpa dirinya.

Peter Christiansen, selaku pengecara mengatakan, “Klien saya, ruan Ronaldo seperti yang selalu saya katakan sampai dengan hari ini tetap menganggap apa yang sedang terjadi di Las Vegas pada 2009 tersebut merupakan hal yang dilakukan atas dasar suka sama suka”.

Dengan demikian, Barzagli berharap dan percaya bahwa Ronaldo bisa membawa dampak positif untuk Juventus. Dirinya juga beranggapan bahwa performa Ronaldo saat ini belum mencapai puncaknya.

Keberuntungan AC Milan Bisa Mendapatkan Higuain

Massimiliano Allegri, pelatih asal Juventus menilai bahwa AC Milan beruntung bisa mendapatkan Gonzalo Higuain. Menurutnya, merekrut pemain tersebut merupakan perihal yang bagus untuk I Rossoneri.

AC Milan meminjam penyerang timnas asal Argentina dari juventus pada bursa transfer musim panas tahun ini. Untuk bisa merekrut pemain tersebut selama dua musim, Diavolo Rosso harus mengeluarkan dana sebesar 18 Juta Euro (Rp.316 M).

Massimiliano Allegri, pelatih asal Juventus menilai bahwa AC Milan beruntung bisa mendapatkan Gonzalo Higuain.

Selain itu, AC Milan sendiri memiliki pilihan lain untuk bisa mempermanen eks pemain dari Real Madrid tersebut pada musim tahun 2019-2020, dengan syarat, Ac Milan harus menebus Higuain dari Juventus dengan dana sebesar 24 Juta Euro (Rp.422 M).

Kedatangan Gonzalo Higuain di AC Milan pun mendatangkan dampak positif untuk Lini Depan klub tersebut. Pemain berumur 30 Tahun ini berhasil mengumpulkan enam gol dari tujuh laga diseluruh ajang laga yang dijalaninya pada musim ini.

Allegri mengatakan, “Higuain merupakan pemain striker hebat dan AC Milan membuat sebuah penandatanganan dan keputusan yang bagus”,

“Direktur dari Olahraga Juventus, Fabio Paratici sudah bekerja dengan baik untuk bursa transfer musim panas ini. Jadi untuk saat ini sudah tidak perlu membicarakan hal bursa transfer” tambah Allegri.

Dengan sudah berhasil mengumpulkan enam gol, Gonzalo Higuain saat ini sudah berada dalam posisi teratas dalam urusan pencetakkan gol terbanyak diklub besutan dari Massimiliano Allegri tersebut,

Higuain unggul tiga gol dari Giacomo Bonaventura yang saat ini berada diperingkat kedua.

Ketertarikan Manchester United Untuk Bajak Jordi Alba Dari Barcelona

Klub pesepak bola Inggris, Manchester United sudah melakukan penyusunan daftar-daftar pemain yang akan dibeli pada bursa transfer. Salah satu nama yang masuk kedalam daftar tersebut adalah Joldi Alba.

Joldi Alba adalah pemain bek Barcelona. Dirinya menjadi sasaran dari klub besutan dari The Special One, Jose Mourinho.

Klub pesepak bola Inggris, Manchester United sudah melakukan penyusunan daftar-daftar pemain yang akan dibeli pada bursa transfer

Memang pada lini pertahanan Manchester United menjadi pusat perhatian dan mereka sedang fokus untuk memperbaiki lini pertahanan dari klub berjulukan The Red Devils.

Perbaikan-perbaikan pun terus dilakukan agar lini pertahanan mereka bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya dan menjadi solid.

Dilansir oleh laporan dari Sports Male, Joldi Alba dianggap sebagai salah satu pemain yang tepat untuk dibeli pada bursa transfer nanti. Apalagi seperti yang kita ketahui saat ini MU masih belum memiliki bek kiri murni yang berkualitas.

Kesempatan Manchester United untuk meminang dan memboyong Joldi Alba sampai sejauh ini cukup terbuka karena Alba dikabarkan belum juga memperpanjang kontraknya bersama dengan Barcelona.

Kontrak Alba dengan Barcelona ini akan berakhir pada bulan Juni 2020. Kepindahan Alba dari Valencia dan bergbung dengan Barcelona dimali pada musim tahun 2012-2013.

Saat ini The Red Devils hanya bisa mengandalkan Luke Shaw dan Ashley Young untuk posisi bek kiri mereka. Performa mereka berdua pun bisa dibilang masih belum mencukupi.

Hal ini terbukti dengan lini belakang Manchester United yang masih belum sempurna dimusim ini. Dari delapan laga yang dijalani Manchester United, mereka sudah mengalami kebobolan sebanyak 14 gol.

Dengan demikian, turunkan pertahanan dan performa dari Manchester United berdampak pada posisi mereka di klasemen sementara. Saat ini mereka berada diposisi kedelapan dengan 13 poin diklasemen sementara Premier League.

Pesepakbola Top Yang Tidak Masuk Kedalam 30 Besar Ballon d’Or 2018

Dilansir dari majalah France Football, mereka baru saja merilis daftar 30 besar ajang Ballon d’Or 2018. Dari ke-30 daftar nama tersebut, Real Madrid yang paling banyak mengirimkan kandidatnya kedalam ajang tersebut.

Los Blancos memang tampil dengan performa yang bagus pada musim lalu. Dibawah kepelatihan Zindine Zidane, Madrid berhasil memperoleh dua penghargaan yaitu Piala Liga Champions dan Piala Dunia kategori Antarklub.

Cristiano Ronaldo Dengan Piala Penghargaan Ballon d'Or

Maka sudah tidak diragukan jika delapan pemain dari Madrid masuk kedalam nominasi ajang penghargaan Ballon d’Or untuk tahun ini.

Kedelapan pemain tersebut adalah Gareth Bale, Isco, Cristiano Ronaldo (Saat ini sudah mulai karirnya di Juventus), Marcelo, Sergio Ramos, Raphael Varane, Isco dan Luka Modric.

Terkhusus untuk Varane dan Modric, mereka berdua bukan saja tampil prima dalam membela El Real tetapi mereka juga tampil prima dalam memperkuat negara masing-masing.

Modric tampil prima bersama timnas Kroasia sedangkan Varane bersama dengan Prancis berhasil lolos sampai tahap Final Piala Dunia 2018.

Dan pada akhirnya saat Raphael bersama dengan Prancis keluar sebagai pemenang. Dirinya juga ikut serta dalam membantu Les Blues menaklukan Kroasia dengan skor akhir 4 – 2.

Sedangkan untuk Barcelona, Liverpool, PSG dan Atletico Madrid, mereka masing-masing hanya mengirimkan tiga kandidat dan untuk Tottenham Hotspur, Chelsea dan Manchester City mereka hanya mengirimkan dua kandidat dalam ajang tersebut.

Dari ke-30 nama tersebut ada beberapa pemain terbaik yang tidak masuk dalam ajang Ballon d’Or, diantaranya:

  1. Leonardo Bonucci
  2. Dani Alves
  3. Philippe Coutinho
  4. Gianluigi Buffon
  5. Paulo Dybala
  6. David De Gea
  7. Andres Iniesta
  8. Gonzalo Higuain
  9. Gerard Pique
  10. Robert Lewandowski

Raphael Varane Lebih Memilih Bertahan di Real Madrid

Raphael Varane, bek timnas asal Prancis angkat bicara mengenai kepindahannya dan akan meninggalkan Real Madrid. Dirinya membantah akan hal tersebut dan malah mengaku masih nyaman berada di Santiago Bernabeu.

Akhir-akhir ini Varane selalu dihubungkan dengan Manchester United. Dirinya dikabarkan menjadi idola dari The Special One. Walaupun demikian, dirinya tidak tertarik untuk berpindah ke Old Trafford dan memilih bertahan di Real Madrid.

Raphael Varane, bek timnas asal Prancis angkat bicara mengenai kepindahannya dan akan meninggalkan Real Madrid

Dilansir dari laporan Soccerway, Varane mengatakan, “Saya sangat senang di Real Madrid. Saya akan 100% fokus dengan tim ini.

Pada musim lalu, karir dalam dunia sepak bola membuat Varane sukses besar. Selain membantu Real Madrid menjadi juara dalam ajang Liga Champions, dirinya juga berhasil membawa timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia,

Tidak heran, dengan kesuksesan tersebut membuat namanya menjadi salah satu kandidat atau calon pemenang piala penghargaan Ballon d’Or.

Varane menambahkan, “Memang benar saat anda melihat beberapa deretan trofi yang diperoleh, hal tersebut memanglah sangat sulit untuk dilakukan. Mengulas balik pada bulan Maret lalu, Real Madrid tidak dijamin untuk bisa menikmati musim yang baik”

Untuk saat tim sedang membicarakan hal mengenai saya yang akan melakukan persaingan diajang penghargaan Ballon d’Or jadi dengan demikian saya sangat bahagia tetapi itu semua kembali kepada mereka pendukung dan bikan dari kita yang akan memutuskannya” tutup Varane.