Chelsea Dibantai Tuan Rumah Bournemouth

Debut stiker anyar Chelsea, Gonzalo Higuain di ajang Premier League berakhir pahit usai timnya tak berdaya setelah dipermalukan oleh tuan rumah Bournemouth dengan skor telak 4-0.

Josh King tampil impresif bagi kubu tuan rumah dengan raihan gol yang ia ciptakan di pertandingan yang berlangsung di Vitality Stadium tersebut.

Kekalahan ini membuat Chelsea gagal menjaga jarak poin dari Arsenal dan Manchester United yang saat ini menjadi pesaing mereka untuk merebut posisi empat besar klasemen.

Setelah mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0, Bournemouth akhirnya memecah kebuntuan dua menit memasuki babak kedua. King sukses mengkonversi umpan tarik yang diberikan oleh David Brooks untuk menjebol gawang Chelsea.

Menit ke-63 giliran Brooks yang mencatatkan namanya di papan skor dengan memanfaatkan kesalahan umpan yang dilakukan oleh David Luiz. Sang pemain dengan tenang menaklukkan Kepa Arrizabalaga dengan sontekan pelannya.

Chelsea mencoba bangkit dengan melakukan sejumlah pergantian diantaranya menarik keluar Higuain untuk digantikan oleh Olivier Giroud. Namun bukannya bangkit dan memperkecil skor, The Blues justru harus kembali kebobolan di menit ke-74 setelah King sukses mencetak gol keduanya. Gol ini berawal dari skema serangan balik cepat yang dibangun oleh para pemain Bournemouth.

Pesta gol tuan rumah akhirnya ditutup oleh Charlie Daniels di menit ke-90 setelah dirinya sukses menanduk masuk umpan tendangan bebas yang dilepaskan oleh mantan pemain LIverpool, Jordon Ibe. Skor 4-0 ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

Tak Cukup Empat Besar, Solskjaer Ingin Raih Gelar Musim Ini

Manajer sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan pernyataan optimis mengenai target yang ingin timnya capai di sisa musim ini. Meski diyakini target utama yang dibebani kepada dirinya saat ini adalah membawa United finish di empat besar klasemen sementara Premier League, namun pelatih asal Norwegia itu secara tegas mengatakan bahwa dirinya ingin memenangkan gelar juara bagi United musim ini. Baik itu gelar Premier League, Piala FA, ataupun Liga Champions.

“Mengakhiri musim di posisi keempat bukanlah mimpi karena kami adalah Manchester United yang selalu menargetkan meraih gelar juara liga,” buka Solskjaer.

“Mungkin untuk memenangi gelar juara Premier League tidak bisa kami lakukan musim ini. Akan tetapi, hal itu harus kami terapkan sebagai target kami karena kami harus kembali ke jalur juara. Saat ini kami masih menjalani dua kompetisi lainnya yakni di Piala FA dan Liga Champions. Jadi jelas bahwa kami tidak akan puas hanya dengan berhasil menembus posisi empat besar klasemen di akhir musim nanti,” tambahnya.

“Kami harus selalu berpikir untuk bisa memenangi gelar juara di musim ini dan seperti yang selalu saya sampaikan sebelumnya, saya adalah manajer untuk klub seperti Manchester United dan hal itu membuat saya selalu merasa optimis untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan yang kami jalani,” tutupnya.

Catatan kemenangan Solskjaer memang sangat mengagumkan sejak dipercaya menggantikan posisi dari Jose Mourinho sebagai manajer United sejak bulan Desember lalu. Memimpin delapan pertandingan Setan Merah, mantan penyerang Uniited itu membukukan rekor 100 persen kemenangan.

Donnarumma Selamatkan Milan Dari Kekalahan

AC Milan harus puas meraih satu angka kala menjamu tamunya Napoli dalam lanjutan pertandingan Serie A Italia giornata ke-21 dini hari tadi.

Dalam pertandingan itu Rossoneri harus berterima kasih dengan penjaga gawang mereka yakni Gianluigi Donnarumma yang tampil apik dalam menjaga gawangnya dengan mematahkan enam peluang emas yang dimiliki oleh Napoli.

Tambahan satu poin ini tidak mengubah posisi kedua tim dengan Napoli masih berada di posisi kedua dan Milan masih tertahan diperingkat empat klasemen sementara Liga Italia.

Meski bermain di kandang lawan, namun Napoli sukses memegang kendali permainan dengan mencatatkan 54 persen penguasaan bola. Kendati demikian, tuan rumah sukses menyamai total tembakan Napoli yang mencapai 14 sepanjang 90 menit pertandingan.

Peluang terbaik Napoli di babak pertama hadir di awal laga kala Jose Callejon melepaskan tembakan first-time ke gawang Milan. Beruntung bagi Milan, Donnarumma secara gemilang berhasil menghalau peluang tersebut.

Milan membalas ancaman Napoli tersebut di menit ke-37 melalui tembakan spekulasi dari Hakan Calhanoglu. Usaha pemain asal Turki itu belum membuahkan hasil karena mampu diselamatkan oleh kiper Napoli, David Ospina.

Memasuki babak kedua masing-masing tim masih terus tampil menyerang dan saling jual beli serangan. Napoli yang memiliki keunggulan dalam ball possesion lantas berhasil memegang penuh kendali permainan dan terus menekan lini belakang Milan. Meski demikian, tim tamu masih kesulitan untuk bisa menembus kokohnya lini pertahanan yang digalang oleh pemain-pemain Milan.

Kiper kedua tim dipaksa bekerja cukup keras di pertandingan ini dan kedua tim juga harus puas mengakhiri pertandingan tanpa adanya satu pun gol yang tercipta.

Gonzalo Higuain Angkat Bicara Soal Ketertarikan Chelsea Terhadapnya

Pemburuan Chelsea terhadap striker tajam akhir berujung pada Gonzalo Higuain. The Blues hampir saja mendapatkan tanda tangan dari Gonzalo Higuain pada bursa transfer Januari 2019 ini. Selain Chelsea, AC Milan dan Juventus dikabarkan sudah mencapai titik kesepakatan berhubungan dengan transfer pemain asal Argentina ini.

Dengan pemberitaan tersebut, Higuaian angkat bicara mengenai kebutuhan The Blues terhadap penyerang subur merupakan sesuatu yang sering terjadi sejak jaman kepelatihan dari Roman Abramovic.

Klub besar asal Rusia ini sudah mengeluarkan banyak dana sampai ratusan juta poundsterling untuk bisa mempertajam posisi lini depan mereka. Posisi tersebut sudah mulai diisi oleh Hernan Crespo, Mateja Kezman, Claudio Pizarro, Andriy Shechenko, Radamel Falcao, Fernando Torres dan Alexandre Pato serta yang terakhir ini Alvaro Morata.

Pemburuan Chelsea terhadap striker tajam akhir berujung pada Gonzalo Higuain

Setiap individu ini memiliki reputasi dan tingkat performa masing-masing yang mentereng tetapi semua malah mengalami keterpurukan di Chelsea. Bisa dibilang hanya dua striker pembelian Abramovich yang sukses yaitu Diego Costa dan Didier Drogba.

Penyebab keterpurukan Striker Chelsea sangatlah beragam pada musim ini khususnya. Morata dianggap gagal memenuhi ekspetasi dan kesulitan untuk beradaptasi saat menjalankan laga di Inggris. Selama setengah musim berkarir di Chelsea, dirinya hanya mampu menciptakan gol sebanyak 24 gol dari 76 laga diseluruh kompetisi.

Dengan kondisi ini, The Blues menjadi sosok tim yang hanya tergantung pada Eden Hazard. Kinerja dari tim tersebut sangat berpengaruh jika Playmaker berkebangsaan Belgia itu ditekan oleh lawan saat menjalankan laga.

Eden Hazard Mengaku Akan Membuat Sang Pelatih Frustasi

Gelandang asal Chelsea, Eden Hazard mengakui bahwa dirinya akan selalu membuat menajer The Blues merasakan frustasi. Hazard beranggapan bahwa manajer Chelsea merasakan hal tersebut karena sang manajer selalu menuntutnya untuk tampil sempurna.

Gelandang asal timnas Belgia ini merupakan sosok pemain penting pada lini tengah skuat London Biru. Dirinya memulai karirnya di Chelsea pada 04 Juni 2012. Berada di The Blues, Eden Hazard turut mempersembahkan lima buah trofi juara, termasuk didalamnya dua gelar ajang Premier League dan satu gelar juara ajang Liga Europe.

Penampilan sempurna dari Hazard masih belum berhenti pada musim ini. Dirinya telah mempersembahkan 12 gol dan 10 assist dari 28 laga yang diikutinya bersama dengan The Blues. Walaupun begitu, performa apik dari Hazard masih belum bisa mendongkrak posisi Chelsea diklasemen sementar Premier League.

Gelandang asal Chelsea, Eden Hazard mengakui bahwa dirinya akan selalu membuat menajer The Blues merasakan frustasi

Klub besutan dari Maurizio Sarri masih bertahan diposisi keempat dengan total 47 poin. Dengan demikian Eden Hazard diminta Sarri untuk bisa mencetak gol. Keadaan yang sama pun pernah terjadi dan dialami oleh Hazard saat Chelsea masih berada dibawah kepelatihan Antonio Conte dan Jose Mourinho.

Hazard mengatakan, “Saya tidak hany membuat pelatih kami merasakan frustasi. Dalam karir saya, saya sudah membuat semua manajer yang pernah duduk dikursi kepalatihan Chelsea menjadi frustasi. Hal ini tidak akan berhenti begitu saja, saya akn terus membuat frustasi berikutnya”.

Eden Hazard memanglah sosok pemain yang paling sangat bersinar di Chelsea pada musim ini. Dengan sudah berhasil mengkoleksi 12 gol, Hazard berhasil menjadi top skorer ditim The Blues. Dirinya unggul tiga gol atas Alvaro Morata.

Beppe Marotta Angkat Bicara Soal Transfer Dua Pemain Bintang Real Madrid

CEO terbaru dari Inter Milan, Neppe Marotta memulai karirnya pada 13 Desember 2018 lalu. Setelah memulai karirnya di Inter, dirinya membuat kabar soal transfer pemain baru bermunculan. Dirinya dikabarkan akan membuat beberapa pemain bintang bakal merapat ke Giuseppe Meazza Stadium.

Bahkan dikabarkan ada dua punggawa dari Real Madrid yaitu Toni Kroos dan Luka Modric yang akan bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer ini. Inter Milan memang sedang melakukan pemburuan pemain gelandang baru.

Padahal Inter Milan sudah memiliki Rasja Nainggolan. Walaupun demikian, gelandang asal Belgia tersebut dianggap tidak dalam performa apiknya di Inter. Nainggolan baru saja mencetak dua gol dari 12 laga ajang Serie A dengan total bermain selama 731 menit.

Dikabarkan ada dua punggawa dari Real Madrid yaitu Toni Kroos dan Luka Modric yang akan bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer ini.

Bahkan Inter Milan juga dikabarkan akan menebus Modric dan Kroos sesuai dengan Klausal kontrak yang sudah disediakan oleh Real Madrid.

Dikutip dari laporan Transfermarkt, harga dari pemain Modric sebesar 50 Jute Euro sedangkan untuk Kroos sendiri memiliki harga jual sebesar 80 Juta Euro. Dengan dana yang tidak sedikit tersebut, Inter Milan sudah mempersiapkan dana tersebut.

Dengan kabar tersebut, pelatih Inter Milan, Luciano Spalleti akhirnya angkat bicara. Dirinya berpendapat bahwa klub masih santai dan tidak terlalu serius dengan kabar yang berkembang saat ini dimedia.

Daripada memikirkan masalah transfer, Spalleti malah ingin lebih fokus untuk membantu Inter Milan menjadi tim yang berprestasi dalam sepak bola Italia.

Melemahnya Real Madrid Setelah Kehilangan Cristiano Ronaldo

Real Madrid mengambil sebuah keputusan besar dan berani dengan melepaskan salah satu pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo pada musim panas lalu. Los Blancos memutuskan untuk menjualnya ke Juventus dengan nilai jual sebesar 100 Juta Euro.

Keputusan untuk mejual Ronaldo merupakan sebuah hal yang sangat buruk untuk Real Madrid. Dengan keputusan tersebut membuat Los Blancos sempat puasa kemenangan pada 27 Sept sampai 20 Okt 2018.

Dalam lima laga terakhir, Real Madrid telah mengalami 4 kali kekalahan dan sekali ditahan imbang. Bahkan dengan kekalahan-kekalahan yang sudah didapati, Los Blancos memecat pelatihnya, Julen Lopetegui dan diganti dengan Santiago Solari.

Real Madrid mengambil sebuah keputusan besar dan berani dengan melepaskan salah satu pemain bintangnya, Cristiano Ronaldo pada musim panas lalu

Dari 19 laga dalam ajang La Liga musim ini, gawang Real Madrid yang dikawal oleh Thibaut Courtois pernah mengalami kebobolan sebanyak 24 gol. Dengan perolehan dan statistik tersebut, Solari mengatakan bahwa Los Blancos sangatlah lemah pada babak pertama.

Dari situs resmi Real Madrid, Solari mengatakan, “Performa yang sangat lemah, khususnya untuk babak pertama”.

Dilaga terakhir, Real Madrid harus mengalami kekalahan saat menjalankan laga kontra Leganes dengan skor akhir 0 -1 di Estadio Municipal de Butarque pada leg kedua babak 16 besar ajang Copa del Rey. Untungnya Real Madrid masih sempat bisa lolos setelah unggul dengan skor agregat 1 – 3.

Kekalahan dari Leganes tersebut terjadi saat Solari memainkan banyak pemain untuk pelapis seperti Isco, Lucas Vazquez, Alvaro Odriozola, Keylor Navas hingga Vinicius Junior.

Harry Kane Akan Absen Selama Dua Bulan Karena Cedera Ligamen Yang Dialaminya

Penyerang asal Tottenham Hotspurs, Hary Kane mengalami cedera pada area Ligamen di pergelangan kaki sebelah kirinya. Dengan cedera yang dialaminya tersebut, Kane harus absen selama dua bulan lamanya.

Cedera yang melanda Harry Kane tersebut terjadi saat Tottenham Hotspurs harus menelan kekalahan saat melawan Manchester United dengan skor akhir 0 – 1 pada pekan ke-22 ajang Premier League, di Stadion Wembley.

Striker asal timnas Inggris tersebut mengalami cedera setelah mendapatkan tekel yang keras dari pemain bek MU, Phil Jones dimenit-menit akhir laga. Walaupun demikian, Kane masih sanggup menyelesaikan laga sampai menit ke-90.

Harry Kane Akan Absen Selama Dua Bulan Karena Cedera Ligamen Yang Dialaminya

Dari pernyataan resmi klub, Tottenham Hotspurs menyatakan, “Setelah menjalani pemeriksaan lanjut, kami menginformasikan bahwa Kane mengalami cedera Ligamen pada pergelangan kaki sebelah kirinya tersebut terjadi pada laga melawan Manchester United”,

“Kane akan terus dipantau terus oleh tim medis kami saat dia akan menjalani program Rehabilitasi dan kami berharap kalau dirinya akan kembali mengikuti sesi latihan pada awal Maret nanti,” lanjutnya.

Kane akan beristirahat selama dua bulan lamanya, dengan demikian dirinya akan melewati laga sebanyak 10 laga yang dijalani oleh Tottenham Hotspurs. Salah satu laga yang terlewatkan oleh Kane diantaranya adalah dual Spurs dengan Chelsea pada leg kedua ajang Piala Liga Inggris dan Premier League.

Dengan kehilangan Harry Kane sampai bulan Maret 2019 menjadi sebuah pukulan berat untuk Tottenham Hotspurs karena klub tersebut juga tidak diperkuat oleh Son Heung-min yang saat ini sedang melakukan pembelaan di timnas asal Korea Selatan di ajang Pialan Asia 2019. Selain itu klub juga akan kehilangan Lucas Moura yang masih mengalami cedera.

Van Persie Merasa Terintimidasi Dari Pihak Supporter Lawan

Robin Van Persie pernah bermain selama 11 musim lamanya di Liga Inggris dari 2004 – 2015. Dalam kurun waktu itu, Striker asal Belanda ini sudah bermain untuk dua klub yaitu Arsenal dan Manchester United.

Van Persie mulai bergabung dengan Arsenal pada musim 2004 – 2012. Bersama dengan Arsenal, dirinya sudah berhasil mencetak gol sebanyak 132 gol dari 278 laga dan berhasil memenangkan laga Piala FA.

Pada musim tahun 2012. Van Persie mulai bergabung dengan MU sampai 2015 demi mengejar mimpinya menjadi juara dalam ajang Liga Inggris. Dirinya bersama dengan klub berjulukan Setan Merah ini sudah berhasil mengantongi satu gelar ajang Liga Inggris.

Robin Van Persie pernah bermain selama 11 musim lamanya di Liga Inggris dari 2004 - 2015

Kepada salah satu media Inggris, Ezpress, Van Persie menyatakan bahwa dirinya mengalami pelecehan yang dialaminya selama berada di ajang Liga Inggris. Setiap dirinya melakukan dan mengikuti laga tandang, dirinya selelu mendapatkan intimidasi dari suporter kubu lawan.

Van Persie mengatakan, “Di Inggris, saya mengalami sebuah pelecehan secara terus-menerus. Mereka dari para suporter berteriak dan mencemooh disetiap laga tandang yang saya ikuti. Saya sudah merasakan hal tersebut sudah 11 tahun lamanya di Inggris”.

“Ketika saya kembali ke Belanda tahun lalu, saya lupa rasanya bagaimana mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari stadion lain. Laga tandang yang saya ikuti sekarang sangatlah nyaman. Hal itu merupakan pengalaman yang indah”, lanjut Van Persie

Van Persie yang kini sudah menginjak usia 35 tahun, tidak lama lagi akan pensiun dari dunia sepak bola sebagai pemain dan hal tersebut nantinya akan terjadinya setelah akhir musim ini.

Dibawah Kepelatihan Solskjaer, Rashford Menjadi Striker Utama di Manchester United

Marcus Rashford dikabarkan akan menjadi sosok striker utama di Manchester United selama Ole Ginnar Solskjaer memegang ahli tim menggantikan Jose Mourinho. Solskjaer sendiri yang memutuskan untuk Rashford dengan menggeser posisi Romelu Lukaku yang sebelumnya sebagai striker utama The Red Devils.

Keputusan ini diambil saat sesi latihan Manchester United di Dubai beberapa waktu silam. Solskjaer dikabarkan sudah melakukan pembicaraan empat mata dengan Rasford mengenai masalah ini. Dirinya mengatakan kepada Rashford bahwa dirinya lebih suka melihat Rasford diposisi depan.

Marcus Rashford dikabarkan akan menjadi sosok striker utama di Manchester United selama Ole Ginnar Solskjaer memegang ahli tim

Dengan demikian sudah jelas berlawan dengan apa yang terjadi saat masih berada dibawah kepelatihan Jose Mourinho. Saat ini, Mourinho lebih suka melihat Rashford untuk bisa bermain secara melebar dan posisi dirinya juga sering bertukar dengan Anthony Martial di Manchester United.

Konsekuensi dari keputusan yang dibuat Solskjaer ini membuat laga dimulai dengan Lukaku duduk dibangku cadangan. Sang pelatih tidak ingin menempatkannya diposisi lain atau dimainkan bersama dengan Rashford pada posisi Lini Depan MU.

Apalagi seperti yang kita ketahui kalau Lukaku tidak bisa bermain diposisi sayap tim. Dirinya tidak bisa main diposisi dengan formasi 4 – 3 – 3 atau 4 – 2 – 3 – 1. Rashford sudah tampil cukup tajam saat berada dibawah kepelatihan Solskjaer. Dirinya berhasil mencetak gol sebanyak 3 gol dari 4 laga yang dijalaninya.

Hal ini sangat kontras dengan era kepelatihan dari Jose Mourinho dimana dirinya hanya berhail mencetak 3 gol dari 14 laga yang sudah dijalani oleh Rashford sedangkan untuk Lukaku sendiri hanya menetak 2 gol dari 3 laga terakhir yang dijalaninya dan dua diantaranya berada dibangku cadangan.