Guardiola Tidak Percaya Manchester City Mampu Menjuarai Liga Champions

Eks pelatih dari Real Madrid, Josep Guardiola tidak yakin jika Manchester City mampu menjuarai ajang Liga Champions. Seperti yang kita ketahui bahwa City dihuni oleh pemain – pemain berkelas dunia yang mampu melakukan persaingan diajang Liga Champions.

Untuk Guardiola sendiri, Liga Champions merupakan komptesi yang sangat istimewa. Tidak sembarangan tim bisa ikut berpartisipasi dan bisa menjuarai kompetisi antar tim besar diajang Liga Europe.

Eks pelatih dari Real Madrid, Josep Guardiola tidak yakin jika Manchester City mampu menjuarai ajang Liga Champions

Semenjak dibawah kepelatihan Guardiola, Manchester City berhasil menjadi salah satu tim terkuat di Eropa. Musim lalu, The Citizens bahkan bisa menjuarai ajang Premier League dengan menciptakan banyak rekor. Rekor tersebut diantaranya adalah pemgumpulan poin untuk gol terbanyak dan selisih poin terbesar dari pemegang posisi kedua di klasemen.

Walaupun demikian, City masih kelihatan dan terbukti masih mengalami kesulitan dalam ajang Liga Champions. Performa terbaik dari City adalah mereka berhasil sukses mencapai babak semifinal pada musim 2015/2016 musim lalu.

Setelah itu, City juga belum pernah melangkah sampai jauh. Guardiola pun sadar bahwa Manchester City masih harus menjaga tim untuk bisa menjadi lebih konsisten jika ingin tampil prima dan sempurna di Eropa.

Walaupun menjabat sebagai pelatih di City, Guardiola mengakui bahwa juara Liga Champions selalu didominasi dengan klub besar diantaranya oleh Barcelona dan Real Madrid. Dirinya sadar kedua tim tersebut memiliki rekor sejarah yang jauh lebih besar dari City, begitu juga dengan AC Milan.

Guardiola juga mewaspadai ancaman dari Juventus yang saat ini memiliki Cristiano Ronaldo. Dirinya juga menyebutkan kestabilan permainan dari klub Atletico Madrid di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Keberuntungan AC Milan Bisa Mendapatkan Higuain

Massimiliano Allegri, pelatih asal Juventus menilai bahwa AC Milan beruntung bisa mendapatkan Gonzalo Higuain. Menurutnya, merekrut pemain tersebut merupakan perihal yang bagus untuk I Rossoneri.

AC Milan meminjam penyerang timnas asal Argentina dari juventus pada bursa transfer musim panas tahun ini. Untuk bisa merekrut pemain tersebut selama dua musim, Diavolo Rosso harus mengeluarkan dana sebesar 18 Juta Euro (Rp.316 M).

Massimiliano Allegri, pelatih asal Juventus menilai bahwa AC Milan beruntung bisa mendapatkan Gonzalo Higuain.

Selain itu, AC Milan sendiri memiliki pilihan lain untuk bisa mempermanen eks pemain dari Real Madrid tersebut pada musim tahun 2019-2020, dengan syarat, Ac Milan harus menebus Higuain dari Juventus dengan dana sebesar 24 Juta Euro (Rp.422 M).

Kedatangan Gonzalo Higuain di AC Milan pun mendatangkan dampak positif untuk Lini Depan klub tersebut. Pemain berumur 30 Tahun ini berhasil mengumpulkan enam gol dari tujuh laga diseluruh ajang laga yang dijalaninya pada musim ini.

Allegri mengatakan, “Higuain merupakan pemain striker hebat dan AC Milan membuat sebuah penandatanganan dan keputusan yang bagus”,

“Direktur dari Olahraga Juventus, Fabio Paratici sudah bekerja dengan baik untuk bursa transfer musim panas ini. Jadi untuk saat ini sudah tidak perlu membicarakan hal bursa transfer” tambah Allegri.

Dengan sudah berhasil mengumpulkan enam gol, Gonzalo Higuain saat ini sudah berada dalam posisi teratas dalam urusan pencetakkan gol terbanyak diklub besutan dari Massimiliano Allegri tersebut,

Higuain unggul tiga gol dari Giacomo Bonaventura yang saat ini berada diperingkat kedua.

Gennaro Guttuso Menilai AC Milan Masih Lemah Dalam Lini Pertahanan

Dipekan ketujuh Serie A, AC Milan berhasil memperoleh kemenangan melawan Sassuolo dengan skor akhir 4 – 1 di Stadion MAPEI, pada hari Minggu, 30 September 2018 dini hari WIB.

Gol kemenangan dari AC Milan ini dicetak oleh Franck Kessie dan Samu Castillejo serta dua gol selanjutnya dicetak oleh Suso sedangkan untuk gol balasan dicetak oleh Filip Duricic.

Gennaro Gattuso selaku pelatih dari AC Milan masih beranggapan bahwa timnya masih lemah dalam urusan Lini Pertahanan

Walaupun sudah menang besar dalam laga tersebut, Gennaro Gattuso selaku pelatih dari AC Milan masih beranggapan bahwa timnya masih lemah dalam urusan Lini Pertahanan. Masalah tersebut menjadi sorotan karena dalam laga melawan Sassuolo, mereka masih belum bisa menguasai pertandingan.

Dilansir oleh media Sky Sport, Gattuso mengatakan, “Untuk saat ini, lini pertahanan kami memang dalam kondisi yang tidak baik. Bukan hanya dalam hal pemain bertahan tetapi juga soal pemain gelandang bertahan yang pergerakannya terlalu dalam. Itulah yang menjadi kelemahan dari tim kami.

Gattuso menambahkan, “Kami tidak bisa melakukan penekanan terhadap kawan dari sisi sektor sayap, kami hanya berusaha untuk melakukan pertahanan dan tidak bergerak kearah mereka. Saya masih ingat ada empat sampai lima peluang yang dimiliki oleh Sassuolo untuk membuat AC Milan dalam masalah”.

Selama jalannya pertanding selama 90 menit, Ac Milan hanya mampu menguasai ball possession sebesar 44%. Mereka bermain dengan mengandalkan serangan balik dar Rossoneri yang hanya memiliki empat peluang

Timnas Kroasia Pulangkan Striker AC Milan

Timnas Kroasia Pulangkan Striker AC Milan

Nikola Kalinic mendapatkan sanksi tegas dari tim nasional Kroasia menyusul keengganan dirinya untuk dimainkan dalam pertandingan pertama Piala Dunia 2018 melawan Nigeria beberapa waktu yang lalu.

Dalam pertandingan yang dimenangi oleh Kroasia saat berhadapan dengan Nigeria dengan skor 2-0 itu, Kalinic sebenarnya diberikan kesempatan untuk tampil membela negaranya di babak kedua laga. Akan tetapi, ia menolak kesempatan bermain tersebut.

Penyerang milik klub Serie A, AC Milan itu kabarnya menolak untuk bermain karena mengaku bahwa dirinya masih belum sepenuhnya fit. Menimbang alasan tersebut, pelatih Kroasia, Zlatko Dalic akhirnya mengambil keputusan untuk memulangkan Kalinic dari skuatnya di Rusia.

“Saya hanya menginginkan pemain yang berada dalam kondisi bugar dan selalu siap untuk turun bermain jika dibutuhkan,” ucap Dalic.

“Saat kami menghadapi Nigeria, ia telah melakukan pemanasan dan seharusnya tampil bermain di babak kedua. Namun ia menyatakan bahwa dirinya belum siap untuk ambil bagian karena masalah punggung yang belum sepenuhnya pulih. Hal itu juga terjadi ketika kami melakukan ujicoba dengan Brasil dan saat kami melakukan sesi latihan tim,” tambahnya.

Dengan dipulangkannya Kalinic, maka saat ini skuat tim nasional Kroasia hanya akan diperkuat oleh 22 pemain di ajang Piala Dunia Rusia. Sejauh ini mantan penyerang Fiorentina itu telah mengumpulkan 41 caps bersama Kroasia. Dengan jumlah tersebut, Kalinic telah menyumbangkan 15 gol untuk negaranya.