MU Kembali Takluk Dari Wolverhampton

Manchester United lagi-lagi harus menelan kekalahan ketika menghadapi Wolverhampton Wanderers di Molineux Stadium. Kali ini Setan Merah takluk dalam laga ajang Premier League Rabu dini hari WIB.

Dalam laga ini United terpaksa harus bermain dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah yang didapatkan oleh Ashley Young saat pertandingan memasuki menit ke-57.

Bulan lalu Wolves juga berhasil mengalahkan United dengan skor identik pada babak perempatfinal Piala FA. Ambisi United untuk membalaskan dendam atas kekalahan tersebut harus sirna karena tim tuan rumah mampu bermain lebih baik lagi dari United kali ini.

United sejatinya langsung tampil menekan sejak awal pertandingan. Setelah usaha Romelu Lukaku mampu digagalkan oleh kiper Wolves, Rui Patricio, tim tamu akhirnya berhasil unggul cepat di menit ke-13. Gelandang United, Scott McTominay sukses melepaskan tembakan keras dari jarak 20 yard setelah menerima umpan dari Fred. Tembakan pemain asal Skotlandia itu melaju mulus ke gawang Wolves tanpa bisa dihadang oleh Rui Patricio.

Setelah gol itu, United kembali berpeluang mencetak gol, namun kali ini usaha Jesse Lingard memanfaatkan umpan dari Lukaku mampu dihalau dengan baik oleh Rui Patricio.

Asik menyerang, gawang United malah kebobolan di menit ke-25. Diogo Jota yang lolos dari jebakan offside mampu menaklukkan David De Gea guna mengubah skor menjadi 1-1. Skor imbang ini menutup jalannya pertandingan babak pertama.

Babk kedua bejalan 12 menit, petaka menghampiri kubu United dengan diusirnya Young dari lapangan akibat mengoleksi dua kartu kuning. bermain dengan sepuluh pemain membuat United kesulitan untuk mendominasi pertandingan. Hal itu langsung dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Wolves. Hasilnya di menit ke-77 Wolves berhasil berbalik unggul setelah sundulan Raul Jimenez mengenai Chris Smalling yang berbuah gol bunuh diri bek asal Inggris tersebut. Skor 2-1 ini akhirnya bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Rashford Siap Perpanjang Kontrak di Old Trafford

Manchester United yang belum lama ini baru saja mempermanenkan status Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer permanen untuk tiga musim ke depan kabarnya akan mempengaruhi masa depan salah satu pilar utama mereka yakni Marcus Rashford.

Rashford kabarnya siap memperpanjang kontrak baru dalam waktu dekat ini yang akan menahan dirinya lebih lama di Old Trafford.

Musim ini penyerang asal Inggris itu tampil dalam 38 pertandingan bersama dengan Setan Merah di semua ajang kompetisi dan sukses menyumbangkan 12 gol untuk timnya. Penyerang berusia 21 tahun itu mencetak gol di menit-menit akhir dalam laga melawan Paris Saint-Germain dari titik putih yang memastikan timnya lolos ke babak perempatfinal Liga Champions awal Maret lalu. Akan tetapi, ia belum sekalipun mencetak gol di ajang Premier League bagi United sejak awal bulan Februari lalu.

Kontrak Rashford sejatinya baru akan berakhir di musim panas tahun 2020 mendatang dengan pihak klub memiliki opsi untuk menambah durasi kontraknya selama 12 bulan ke depan. Akan tetapi, pihak klub sepertinya tidak ingin menunggu hingga masa akhir kontrak Rashford dan ingin segera memberikan kontrak jangka panjang baginya.

Keberadaan Solskjaer di bangku manajer United diyakini akan membuat Rashford merasa yakin untuk menerima tawaran perpanjangan kontrak dari United. Seperti diketahui, manajer asal Norwegia itu memang menjadikan Rashford sebagai salah satu pemain utama dari skema permainan yang ia terapkan sejauh ini bersama United.

Andai perpanjangan kontrak ini segera terealisasikan, maka hal itu akan sekaligus menampik rumor yang menyebutkan bahwa Rashford akan diboyong ke Barcelona untuk dijadikan sebagai pengganti jangka panjang dari Luis Suarez di Camp Nou.

Manchester United Wajib Menilai Pelatih Ini Sebelum Memustuskan Untuk Memilih Solskjaer

Tampaknya kebersamaan Manchester United dengan Ole Gunnar Solskjaer akan berakhir. Sebelumnya United mengalami kekalahan setelah berhadapan dengan Arsenal dengan skor akhir 0 – 2. Setelah itu mereka harus terdepak dari ajang Piala FA setelah mengalami harus kalah saat berhadapan dengan Wolverhampton Wanderers dengan skor akhir 1 – 2.

Dua kalai kekalahan tersebut membuat beberapa kabar muncul mengenai masa depan Solskjaer sebagai manajer Mancheser Uinted. Tak pikir panjang, pihak manajemen United akan memikirkan kembali untuk menjadikan Solskjaer sebagai manajer tetap klub dimusim mendatang.

Manchester United Wajib Menilai Pelatih Ini Sebelum Memustuskan Untuk Memilih Solskjaer

Dilansir dari media Sportkeeda, ada beberapa manajer yang bisa dipilih Manchester United jika tidak jadi mamanenkan Solskjaer, yaitu:

1. Nuno Espirito Santo => Pelatih Wolverhamamton Wanderers tersebut haruslah menjadi bahan pertimbangan United karena sebelumnya dirinya sudah berhasil menyingkirkan MU dari ajang Piala FA. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari teknik cemerlang yang diterapkannya.

Nuno Espirito Santo

2. Erik Ten Hag => Klub besutan Erik Ten Hag, Ajax Amsterdam berhasil menyingkirkan Real Madrid diajang Liga Champions pada musim ini. Keberhasilan tersebut tidak akan terwujud jika saja tidak ada peran dari sang pelatih.

Erik Ten Hag

Dengan karakter dan peran yang dimiliki Erik Ten Hag, dirinya dikabarkan cocok dengan MU yang sebelumnya sudah terkenal dengan Class Of 92. Merekrut pelatih tersebut merupakan kabar segar untuk para pemain diakasdemi MU untuk bisa naik ketim utama.

Mencari rumah di Manchester, Bale dirumorkan semakin dekat dengan United.

Gareth Bale, pemain sayap dari Real Madrid itu belakangan ini sering dihubungkan dengan ketidak betahannya di klub asal Spanyol itu, banyak yang merumorkan tentang kepindahannya dan seputar itu kini dia tengah mencari rumah di kawasan Manchester, hal itu semakin menguatkan gossip panas mengenai ketertarikan klub asal Inggris itu akan dirinya.

Bale mengalami situasi yang kurang baik saat ini, ia belakangan dikritik oleh para fans dari klub Real Madrid atas peformanya yang tidak kunjung membaik. Selain itu dirinya dikabarkan memiliki konflik dengan rekan-rekan satu timnya.

Bale pun dikatakan sudah jengah dengan situasi tersebut, hingga akhirnya dirinya dikabarkan sudah meminta agennya untuk mencarikan klub baru untuk dirinya. Dengan berita tersebut banyak klub yang ternyata tertarik untuk menarik pemain tersebut, salah satunya adalah Manchester United yang sudah siap dan menjadi kandidat yang menjanjikan bagi diri Bale.

Sesuai dengan berita yang tercakup diharian Don Balon, indikasi kepindahan Bale ke United semakin terlihat setelah dirinya kini mencari hunian baru di Manchester, dan kabarnya Bale sudah menghubungi beberapa agen properti disana. Bahkan dirinya meminta untuk dicarikan hunian yang dekat dengan markas latihan MU, di AON Training Complex.

Menurut laporan yang beredar di Spanyol juga, Bale sudah mendapatkan kesepakatan dengan Setan Merah, dimana ia disebut sudah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun di Manchester Merah.

Setelah kesepakatan dengan Bale, tidak lengkap jika klub asal Inggris ini tidak melakukan kesepakatan dengan Real Madrid seputar mahar yang harus ditebus untuk mendapatkan kerja sama Bale.

Van Persie Merasa Terintimidasi Dari Pihak Supporter Lawan

Robin Van Persie pernah bermain selama 11 musim lamanya di Liga Inggris dari 2004 – 2015. Dalam kurun waktu itu, Striker asal Belanda ini sudah bermain untuk dua klub yaitu Arsenal dan Manchester United.

Van Persie mulai bergabung dengan Arsenal pada musim 2004 – 2012. Bersama dengan Arsenal, dirinya sudah berhasil mencetak gol sebanyak 132 gol dari 278 laga dan berhasil memenangkan laga Piala FA.

Pada musim tahun 2012. Van Persie mulai bergabung dengan MU sampai 2015 demi mengejar mimpinya menjadi juara dalam ajang Liga Inggris. Dirinya bersama dengan klub berjulukan Setan Merah ini sudah berhasil mengantongi satu gelar ajang Liga Inggris.

Robin Van Persie pernah bermain selama 11 musim lamanya di Liga Inggris dari 2004 - 2015

Kepada salah satu media Inggris, Ezpress, Van Persie menyatakan bahwa dirinya mengalami pelecehan yang dialaminya selama berada di ajang Liga Inggris. Setiap dirinya melakukan dan mengikuti laga tandang, dirinya selelu mendapatkan intimidasi dari suporter kubu lawan.

Van Persie mengatakan, “Di Inggris, saya mengalami sebuah pelecehan secara terus-menerus. Mereka dari para suporter berteriak dan mencemooh disetiap laga tandang yang saya ikuti. Saya sudah merasakan hal tersebut sudah 11 tahun lamanya di Inggris”.

“Ketika saya kembali ke Belanda tahun lalu, saya lupa rasanya bagaimana mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari stadion lain. Laga tandang yang saya ikuti sekarang sangatlah nyaman. Hal itu merupakan pengalaman yang indah”, lanjut Van Persie

Van Persie yang kini sudah menginjak usia 35 tahun, tidak lama lagi akan pensiun dari dunia sepak bola sebagai pemain dan hal tersebut nantinya akan terjadinya setelah akhir musim ini.

Dibawah Kepelatihan Solskjaer, Rashford Menjadi Striker Utama di Manchester United

Marcus Rashford dikabarkan akan menjadi sosok striker utama di Manchester United selama Ole Ginnar Solskjaer memegang ahli tim menggantikan Jose Mourinho. Solskjaer sendiri yang memutuskan untuk Rashford dengan menggeser posisi Romelu Lukaku yang sebelumnya sebagai striker utama The Red Devils.

Keputusan ini diambil saat sesi latihan Manchester United di Dubai beberapa waktu silam. Solskjaer dikabarkan sudah melakukan pembicaraan empat mata dengan Rasford mengenai masalah ini. Dirinya mengatakan kepada Rashford bahwa dirinya lebih suka melihat Rasford diposisi depan.

Marcus Rashford dikabarkan akan menjadi sosok striker utama di Manchester United selama Ole Ginnar Solskjaer memegang ahli tim

Dengan demikian sudah jelas berlawan dengan apa yang terjadi saat masih berada dibawah kepelatihan Jose Mourinho. Saat ini, Mourinho lebih suka melihat Rashford untuk bisa bermain secara melebar dan posisi dirinya juga sering bertukar dengan Anthony Martial di Manchester United.

Konsekuensi dari keputusan yang dibuat Solskjaer ini membuat laga dimulai dengan Lukaku duduk dibangku cadangan. Sang pelatih tidak ingin menempatkannya diposisi lain atau dimainkan bersama dengan Rashford pada posisi Lini Depan MU.

Apalagi seperti yang kita ketahui kalau Lukaku tidak bisa bermain diposisi sayap tim. Dirinya tidak bisa main diposisi dengan formasi 4 – 3 – 3 atau 4 – 2 – 3 – 1. Rashford sudah tampil cukup tajam saat berada dibawah kepelatihan Solskjaer. Dirinya berhasil mencetak gol sebanyak 3 gol dari 4 laga yang dijalaninya.

Hal ini sangat kontras dengan era kepelatihan dari Jose Mourinho dimana dirinya hanya berhail mencetak 3 gol dari 14 laga yang sudah dijalani oleh Rashford sedangkan untuk Lukaku sendiri hanya menetak 2 gol dari 3 laga terakhir yang dijalaninya dan dua diantaranya berada dibangku cadangan.