Roma Mencoba Boyong Mourinho

Salah satu media di Italia mengabarkan bahwa saat ini Jose Mourinho tengah didekati oleh dua tim asal Serie A. Kedua tim yang dimaksud yakni AS Roma serta mantan klub besutan Mourinho yakni Inter Milan.

Saat ini pelatih berjuluk The Special One itu belum melatih klub manapun setelah kerja samanya bersama Manchester United di putus bulan Desember lalu. Meski Demikian, pelatih asal Portugal itu telah menegaskan bahwa dirinya ingin kembali melatih musim depan.

Sebelumnya sempat diyakini bahwa Mourinho akan kembali ke San Siro untuk membesut tim yang sempat ia bawa meraih treble di tahun 2010 lalu. Bahkan ada rumor yang menyebutkan bahwa untuk bisa mencapai kesepakatan dengan pihak Nerazzuri, Mourinho siap menurunkan tuntutan gajinya sebesar 2 juta Euro yakni dari 10 menjadi 8 juta Euro untuk setiap musimnya.

Keputusan untuk merekrut Mourinho diyakini akan didukung oleh mantan kapten tim Inter yang kini berstatus sebagai wakil presiden klub yakni Javier Zanetti. Akan tetapi, Beppe Marotta yang berstatus sebagai CEO Inter diyakini lebih tertarik untuk merekrut Antonio Conte.

Seakan mengetahui belum adanya kesepakatan antara Inter dan Mourinho, perwakilan dari Roma mencoba menggelar proses negosiasi dengan Mourinho melalui sambungan telepon. Namun pembicaraan antara kedua belah pihak ini disebut-sebut masih berada di tahap awal negosiasi.

Meski Roma juga sangat tertarik mendapatkan jasanya, namun Mourinho diyakini akan lebih memilih membesut Inter Milan musim depan jika dirinya memang harus kembali melatih lagi di Italia.

Jose Mourinho Angkat Bicara Soal Persaingan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Eks pelatih asal Manchester United, Jose Mourinho angkat bicara mengenai persaingan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai sosok pemain terbaik didunia.

Mourinho menjelaskan bahwa Messi dan Ronaldo merupakan pemain yang memiliki keberuntungan dah kesialan karena sudah bermain dimasa yang sama.

Tidak usah diragukan lagi kalau Ronaldo dan Messi jelas adalah dua pemain terbaik didunia dalam satu dekade terakhir. Mereka mendominasi dunia dengan sudah berhasil mengoleksi trofi penghargaan bersama dengan tim masing-masing.

Perdebatan untuk memilih siapa yang lebih baik diantara Messi atau Ronaldo sebenarnya sudah tidak ada gunanya. Mari kita nikamati saja selama mereka masih bisa bermain dan memberikan kita hiburan didumia sepak bola.

Eks pelatih asal Manchester United, Jose Mourinho angkat bicara mengenai persaingan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Kata-kata tersebutlah yang ditegaskan olej Mourinho. Dirinya percaya bahwa dua pemain tersebut memang adalah pemain dengan tingkat keprofesionalan yang luar biasa.

Messi dan Ronaldo baru saja membuktikan kemampuan mereka. Ronaldo menjadi pahlawan untuk timnya Juventus dengan gol hattrick kedalam gawang Altletico dengan skor akhir 3 – 0.

Sedangkan untuk Lionel Messi menjadi bintang utama dalam kemenangan timnya Barcelona dengan mempersembahkan dua gol dan dua assists saat berhadapan dengan Lyon dengan skor akhir 5 – 1.

Messi sangat beruntung ada Ronoldo, begitu juga sebaliknya Ronaldo sangat beruntung ada Messi. Selain keberuntungan dan diwaktu yang sama kesialan juga menimpa mereka berdua karena sama sama memberikan tekanan.

Dibawah Kepelatihan Solskjaer, Rashford Menjadi Striker Utama di Manchester United

Marcus Rashford dikabarkan akan menjadi sosok striker utama di Manchester United selama Ole Ginnar Solskjaer memegang ahli tim menggantikan Jose Mourinho. Solskjaer sendiri yang memutuskan untuk Rashford dengan menggeser posisi Romelu Lukaku yang sebelumnya sebagai striker utama The Red Devils.

Keputusan ini diambil saat sesi latihan Manchester United di Dubai beberapa waktu silam. Solskjaer dikabarkan sudah melakukan pembicaraan empat mata dengan Rasford mengenai masalah ini. Dirinya mengatakan kepada Rashford bahwa dirinya lebih suka melihat Rasford diposisi depan.

Marcus Rashford dikabarkan akan menjadi sosok striker utama di Manchester United selama Ole Ginnar Solskjaer memegang ahli tim

Dengan demikian sudah jelas berlawan dengan apa yang terjadi saat masih berada dibawah kepelatihan Jose Mourinho. Saat ini, Mourinho lebih suka melihat Rashford untuk bisa bermain secara melebar dan posisi dirinya juga sering bertukar dengan Anthony Martial di Manchester United.

Konsekuensi dari keputusan yang dibuat Solskjaer ini membuat laga dimulai dengan Lukaku duduk dibangku cadangan. Sang pelatih tidak ingin menempatkannya diposisi lain atau dimainkan bersama dengan Rashford pada posisi Lini Depan MU.

Apalagi seperti yang kita ketahui kalau Lukaku tidak bisa bermain diposisi sayap tim. Dirinya tidak bisa main diposisi dengan formasi 4 – 3 – 3 atau 4 – 2 – 3 – 1. Rashford sudah tampil cukup tajam saat berada dibawah kepelatihan Solskjaer. Dirinya berhasil mencetak gol sebanyak 3 gol dari 4 laga yang dijalaninya.

Hal ini sangat kontras dengan era kepelatihan dari Jose Mourinho dimana dirinya hanya berhail mencetak 3 gol dari 14 laga yang sudah dijalani oleh Rashford sedangkan untuk Lukaku sendiri hanya menetak 2 gol dari 3 laga terakhir yang dijalaninya dan dua diantaranya berada dibangku cadangan.