2 Kadet Pilkada Pulau Bali Bersaing Strategi Keberpihakan Pertanian

 

diketahui pilkada bali pada tahun 2018 terdapat 2 pasangan kadet , yaitu kadet no urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati dan pesaingnnya adalah kadet no urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta .

Diskusi terbuka calon gubernur dan calon wakil gubernur di pulau Bali diadakan di pantai Nusa Dua, Badung, Bali. dua kadet peserta pilkada bali tahun 2018 bersaing strategi keberpihakan di zona pertanian.

” selanjutnnya, kami akan melakukan regulasi agar hasil pertanian dapat dijumpai lebih mudah oleh pengguna, serta hasil pertanian di bali dapat di pakai oleh zona pariwisata,” ujar calon gubernur no 1 yang bernama Wayan Koster pada saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator pada diskusi tersebut.

pendapat beliau, sepanjang ini para petani tidak mendapatkan kepastian taksiran harga jual dari hasil pertanian mereka lantaran tidak ada tersedia ruang diskusi antara petani dan konsumen, khususnnya di zona pariwisata.

” kondisi tersebut sangat penting agar para petani kita dapat merasakan penghasilan melalui zona pariwisata kita,” tutur Wayan Koster.

diluar hal tersebut,Wayan Koster serta hendak ingin perolehan para petani juga terjamin. solusinya yaitu lewat pembuatan peraturan harga jual beli yang telah ditetapkan sebagai perolehan petani. dan selanjutnnya, harus di atur dari harga jual hasil pertanian bali paling sedikit 20-30% dari modal yang telah digunakannya beserta menyiapakan industri olahan hasil pertanian.

“wilayah pasarnnya juga kita siapkan. maka dari itu, dari hulu ke hilir kita, zona pertanian tersebut akan kita atur, kita setarakan dengan pariwisata supaya petani kita mendapatkan nilai plus,” tuturnya seperti yang dikutip pada hari minggu (29/05/2018).

 

 

sedangkan , calon wakil gubernur bali no urut 2 Ketut Sudikerta membalas pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator bahwa diperlukan distribusi anggaran untuk menyiapkan wadah pertanian seperti waduk, hingga membangun jalan untuk mempermudah akses produksi.

serta untuk meningkatkan nilai tambah petani bisa dilakukan dengan menggunakan hasil riset sehingga dapat menghasilkan bibit unggul untuk kemajuan produksi pertanian. dan pemerintah juga harus memberikan bantuan sarana produksi petanian , supaya meningkatkan sumber daya manusia, tuturnya

 

 

 

Category: Uncategorized